backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Penyebab Kebotakan pada Pria yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Arinda Veratamala · Tanggal diperbarui 07/11/2022

7 Penyebab Kebotakan pada Pria yang Perlu Diwaspadai

Saat rambut mulai sering rontok, kebanyakan pria mungkin khawatir akan mengalami kebotakan. Dapat memengaruhi kepercayaan diri, apa saja yang bisa jadi penyebab kebotakan pada pria?

Berbagai penyebab kebotakan pada pria

penyebab kebotakan pria

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab kebotakan pada pria adalah faktor keturunan, perubahan hormon, kondisi medis, atau ketika Anda dalam masa pengobatan. Simak ulasan setiap faktornya berikut ini.

1. Faktor keturunan

Sebagian besar kebotakan pria pada usia dini disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik.

Kebotakan pria dan wanita dapat disebabkan oleh androgenetik alopecia yang merupakan faktor keturunan dan dipengaruhi oleh hormon androgen, yakni dihydrotestosterone (DHT)

Namun, pria secara umum lebih cepat mengalami kebotakan dibanding wanita. Pada pria, kebotakan bisa terjadi pada masa awal pubertas.

Faktor keturunan dapat memengaruhi di usia berapa Anda mulai mengalami kebotakan dan juga tingkat kebotakan rambut.

2. Perubahan hormon

hormon testosteron pria

Perubahan atau ketidakseimbangan hormon tubuh dapat menyebabkan Anda mengalami rambut rontok yang berujung kepada kebotakan rambut.

Salah satu hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan rambut yakni hormon androgen atau hormon seks pria. 

Fungsi hormon ini salah satunya ialah mengatur pertumbuhan rambut. Penelitian menunjukkan pola kebotakan pada pria berhubungan dengan hormon androgen. 

3. Kondisi medis dan penyakit tertentu

anemia pada pria

Ada berbagai macam kondisi medis yang dapat menyebabkan rambut rontok sehingga berujung kepada kebotakan, seperti di bawah ini.

  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Anemia
  • Penyakit autoimun, seperti lupus
  • Infeksi menular seksual, seperti sifilis
  • Tinea capitis, infeksi jamur pada kulit kepala
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS), umumnya terjadi pada wanita

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh dapat menyerang folikel rambut sehingga membuat rambut rontok tiba-tiba, meninggalkan bekas halus pada kulit kepala, serta menghasilkan kebotakan seperti lingkaran kecil di kulit kepala.

Kerontokan rambut yang disebabkan sistem imun ini biasa disebut dengan alopecia areata.

4. Efek samping pengobatan dan terapi

obat kemoterapi picu kebotakan

Rambut rontok hingga kebotakan juga bisa disebabkan oleh pengobatan atau perawatan yang sedang dilakukan.

Kondisi ini dapat dipengaruhi obat-obatan yang digunakan penderita arthritis, depresi, gangguan jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, serta alat kontrasepsi. 

Terapi kanker, seperti kemoterapi atau radioterapi yang dilakukan di sekitar area leher dan kepala, juga berpotensi menimbulkan kerontokan rambut hingga kebotakan beberapa minggu setelah perawatan dilakukan.

Temui dokter jika Anda mengalami rambut rontok setelah minum obat atau menjalani terapi tertentu, terlebih apabila kondisi tersebut disertai dengan keluhan kesehatan lainnya.

5. Stres berat

stres berat

Kebotakan pada usia muda akibat rambut rontok juga bisa terjadi karena stres ekstrem yang dialami, seperti berpisah dengan pasangan atau meninggalnya anggota keluarga.

Pada beberapa kondisi, stres berat juga dapat menimbulkan gangguan psikologis yang dikenal sebagai trikotilomania.

Selain itu, trauma fisik seperti operasi, pemulihan pascasakit, atau masalah kesehatan berkelanjutan dapat mempercepat proses kerontokan rambut. 

Umumnya, tubuh akan kembali normal setelah faktor penyebab stres hilang dan mencegah rambut rontok kembali. Setidaknya beberapa orang membutuhkan 6 – 9 bulan agar kondisi rambut kembali normal.

6. Penggunaan produk perawatan rambut

keramas berisiko kebotakan

Meski jarang dilakukan pria, keramas terlalu sering, bleaching, mewarnai rambut, dan perawatan rambut lain berkontribusi pada penipisan rambut yang bikin cepat rapuh.

Untuk pria berambut panjang, kebiasaan mengikat rambut terlalu ketat juga rentan merusak dan mematahkan rambut.

Jika Anda memiliki kebiasaan yang membuat rambut rusak, segera hentikan. Dalam beberapa kasus, rambut dapat tumbuh kembali secara normal apabila sumber masalah dihilangkan.

7. Kekurangan nutrisi tertentu

protein hewani dan protein nabati

Mengutip American Academy of Dermatology Association, rendahnya kadar vitamin B—khususnya vitamin B7 atau biotin, protein, zat besi, dan seng dalam tubuh dapat berisiko mengalami kerontokan rambut.

Hal tersebut disebabkan oleh pola makan buruk atau sedang menjalani diet rendah protein.

Mengonsumsi daging, ikan, produk susu, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sehingga rambut dapat tumbuh normal kembali.

Sementara jika Anda sedang mengalami program diet, hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Berbagai metode mengatasi kebotakan pada pria perlu Anda lakukan, karena kondisi ini tentu akan memengaruhi kepercayaan diri.

Konsultasikan ke dokter apabila mengalami kerontokan rambut yang berpotensi menyebabkan kebotakan.

Dokter akan melakukan diagnosis untuk mencari tahu penyebab rambut botak, untuk selanjutnya menentukan perawatan sesuai, misalnya dengan obat-obatan (minoxidil atau finasteride) atau transplantasi rambut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Arinda Veratamala · Tanggal diperbarui 07/11/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan