4 Tips Aman Beraktivitas di Bawah Terik Sinar Matahari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beraktivitas di luar ruangan bisa membuat kulit terbakar sinar matahari jika Anda tidak hati-hati. Pada akhirnya, ini bisa meningkatkan risiko Anda terhadap kanker kulit yang berbahaya. Namun, menghindari matahari sama sekali juga bukan solusi yang baik. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda contek untuk menghindari risiko terbakar sinar matahari saat sedang asyik beraktivitas.

Tips aman mencegah kulit terbakar sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan

Paparan sinar matahari secukupnya masih tergolong aman, malah justru bermanfaat. Vitamin D yang tubuh Anda produksi sendiri dari paparan sinar matahari sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang. Sinar matahari juga dapat membantu menurunkan risiko Anda terhadap kanker melanoma atau kanker kulit. Vitamin D dari sinar matahari bahkan bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Akan tetapi, Anda sudah cukup lama berada di bawah terik sinar matahari jika kulit Anda sudah berubah warna jadi sedikit kemerahan (jika kulit Anda sedang hingga sawo matang) atau berwarna pink pucat (jika Anda berkulit putih atau pucat).

Maka, agar terhindar dari risiko kulit terbakar sinar matahari selama beraktivitas, intip panduan berikut ini:

1. Pakai tabir surya atau topi

Berjemur matahari memang bermanfaat, tapi jangan juga kelamaan. Jika aktivitas atau pekerjaan Anda menuntut Anda untuk panas-panasan di luar dalam waktu lama, pakailah tabir surya yang khusus untuk wajah dan yang untuk tubuh.

Tabir surya dapat mencegah kulit terbakar sinar matahari yang bikin gosong, sekaligus mencegah risiko kanker kulit. Pastikan tabir surya Anda memiliki SPF minimal 30 dan bertuliskan “Broad Spectrum” yang dapat melindungi Anda dari radiasi sinar UVA dan UVB. Idealnya, tabir surya harus dioleskan kembali setiap dua jam sekali atau sesering mungkin apabila Anda berkeringat deras atau keluar dari air (misalnya saat berenang)

Untuk lebih amannya, Anda bisa melindungi wajah yang terkena sinar matahari dengan topi dengan pinggiran lebar.

2. Berteduh di waktu-waktu tertentu

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda hanya perlu berjemur matahari setidaknya 5 sampai 15 menit di lengan, tangan, dan wajah, untuk dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya. Waktu berjemur yang direkomendasikan untuk wilayah Indonesia adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.

Batasi waktu tubuh terkena sinar matahari, terutama antara pukul 10 pagi dan maksimal hingga pukul 4 sore. Di luar dari waktu ini, berteduhlah di bawah bayangan, pakai payung, atau mampir ke tempat tertutup yang sejuk. Jika Anda akan panas-panasan untuk waktu yang lama, lindungi diri Anda dengan pakaian lengan panjang dan topi.

3. Kosumsi vitamin tertentu

Pertimbangkan juga untuk minum vitamin tertentu, salah satunya adalah astaxanthin untuk memperoleh perlindungan ekstra dari sengatan matahari. Astaxanthin adalah antioksidan (sekaligus pigmen) ampuh yang diproduksi oleh alga air untuk merespon sinar UV.

Biasanya, butuh konsumsi harian selama beberapa minggu sampai jaringan tubuh Anda melakukan cukup penyerapan dan siap menyediakan perlindungan dari terkena sinar matahari

5. Makan makanan kaya akan antioksidan

Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung antioksidan alami adalah strategi lain yang berguna untuk memberikan perlindungan dari risiko kulit terbakar sinar matahari. Sayuran dan buah-buahan segar menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan omega-6 dan omega-3 di dalam kulit, yang merupakan perlindungan pertama Anda terhadap sinar matahari.

Sayuran juga menyediakan banyak antioksidan berguna bagi tubuh yang akan membantu melawan radikal bebas yang disebabkan sinar matahari, yang dapat menyebabkan penuaan dan kanker kulit.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit