home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Bentonite Clay dan Segudang Manfaatnya

Mengenal Bentonite Clay dan Segudang Manfaatnya

Bentonite clay termasuk bahan alami yang banyak diolah dalam produk kecantikan kulit. Bahan bentonite clay sedari dulu sudah digunakan dengan manfaat untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan racun pada kulit.

Ternyata, klaim manfaat bentonite clay juga sudah diperkuat dengan banyak bukti penelitian ilmiah. Penasaran?

Manfaat bentonite clay

Bentonite clay merupakan salah satu produk yang kerap digunakan sebagai masker wajah. Bentonite clay adalah tanah liat alami dengan tekstur bubuk yang halus dan lembut. Tanah liat ini akan membentuk pasta ketika dicampur dengan air.

Selain itu, tanah liat ini mengandung mineral bermanfaat seperti kalsium, magnesium, dan zat besi. Untuk lebih jelasnya, berikut manfaat bentonite clay.

1. Mengurangi racun tubuh

cacing pita

Manfaat utama dari bentonite clay yang banyak diteliti adalah kemampuannya mengurangi efek racun di dalam tubuh. Teori yang ada percaya bahwa bentonite clay mampu menyerap zat dengan menempel pada molekul atau ion tubuh.

Saat tanah liat ini dibersihkan atau keluar dari dalam tubuh, ia turut membawa racun atau molekul berbahaya lain bersamanya. Ketika dikonsumsi, bahan yang satu ini bisa menyerap racun atau zat lain dari saluran pencernaan.

Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menemukan efek kemiripan tanah liat montmorillonite dengan tanah liat bentonit.

Tanah liat montmorillonite adalah jenis yang sama dengan tanah liat bentonite. Peneliti menemukan bahwa anak-anak di Ghana yang mengonsumsi aflatoksin dalam suplemen gizi mengalami kecacatan dan pertumbuhan yang terganggu.

Kondisi anak-anak ini membaik setelah diberikan suplemen tanah liat montmorillonite setiap hari selama 2 minggu. Hal ini sangat terlihat ketika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi tanah liat jenis ini.

2. Merawat kulit berminyak dan berjerawat

jerawat setelah melahirkan

Daya serap bentonite clay yang tinggi membuatnya penting untuk merawat kulit berminyak dan berjerawat. Tanah liat membantu menghilangkan sebum atau minyak dari permukaan kulit. Selain itu, tanah liat bentonit juga menenangkan jerawat yang meradang.

Untuk merawat kulit berminyak dan berjerawat, bentonite clay biasanya digunakan sebagai masker. Anda bisa membeli produk masker yang mengandung bentonite clay di pasaran dan tinggal mencampurnya dengan air.

Menggunakan masker wajah dari bentonite clay bisa membantu menghilangkaan kotoran dari kulit. Selain itu, bahan yang satu ini juga dapat membantu mengobati jerawat, dan mengurangi risiko kemunculannya di kemudian hari.

3. Mengobati ruam popok

mengatasi ruam popok bayi

Penelitian yang diterbitkan di Indian Journal of Medical Research menemukan manfaat bentonite clay untuk mengobati ruam popok.

Sekitar 93 persen bayi yang mengalami ruam popok menampakkan kulit yang lebih baik setelah dioles bentonite clay. Dalam waktu 6 jam, bentonite clay mampu mengurangi ruam dan 90 persennya sembuh total dalam 3 hari.

Sama seperti penggunaannya untuk wajah, bahan ini biasanya dicampurkan terlebih dahulu dengan air hingga berbentuk pasta. Kemudian, barulah campuran ini dioleskan ke area yang terkena ruam.

Selain dengan air, Anda juga bisa mencampurkan tanah liat dengan shea butter, minyak kelapa, atau krim seng oksida. Namun tetap penting untuk konsultasi ke dokter dulu sebelum menggunakan produk apa pun pada bayi.

Pasalnya kulit bayi masih sangat sensitif sehingga rentan iritasi termasuk terhadap bahan yang memiliki manfaat.

4. Mengatasi diare

gejala diare

Bentonite clay termasuk bahan alami yang bisa meringankan masalah pencernaan akibat virus seperti diare. Rotavirus menjadi salah satu mikroorganisme yang bisa menyebabkan diare parah.

Sebuah penelitian dalam Gut Pathogens menemukan bahwa tanah liat adsorben dalam hal ini bentonite clay bisa membantu menghentikan replikasi rotavirus.

Untuk diare yang ringan akibat virus, Anda bisa membuat campuran 1 sdt tanah liat dengan air. Minumlah sebanyak 2 kali sehari untuk mendapatkan manfaat dari bentonite clay.

Namun, bentonite clay tidak bisa menggantikan perawatan yang seharusnya Anda dapatkan dari dokter. Pasalnya, tubuh tiap orang berbeda-beda sehingga reaksi yang timbul pada tiap orang pun akan berbeda pula.

Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan yang satu ini.

5. Menurunkan berat badan

melakukan diet

Suplemen yang mengandung bentonite clay diduga memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Dugaan ini berdasar pada penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports yang dilakukan pada tikus.

Penelitian membuktikan bahwa menelan produk tanah liat montmorillonite membantu mengurangi kenaikan berat badan di antara tikus yang makan makanan tinggi lemak.

Namun, memang kemampuhannya untuk manusia belum teruji ilmiah. Oleh karena itu, Anda bisa mencari cara lain yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Misalnya saja dengan berolahraga teratur dan menjaga pola makan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bentonite Clay: 11 Benefits and Uses https://www.medicalnewstoday.com/articles/325241.php accessed on July 10th 2019

Mitchell, N. J., Kumi, J., Aleser, M., Elmore, S. E., Rychlik, K. A., Zychowski, K. E., … Ankrah, N. A. (2014). Short-term safety and efficacy of calcium montmorillonite clay (UPSN) in children. The American journal of tropical medicine and hygiene, 91(4), 777–785. doi:10.4269/ajtmh.14-0093 available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4183404/ accessed on July 10th 2019

Moosavi M. (2017). Bentonite Clay as a Natural Remedy: A Brief Review. Iranian journal of public health, 46(9), 1176–1183. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5632318/ accessed on July 10th 2019

Mahmoudi, M., Adib-Hajbaghery, M., & Mashaiekhi, M. (2015). Comparing the effects of Bentonite & Calendula on the improvement of infantile diaper dermatitis: A randomized controlled trial. The Indian journal of medical research, 142(6), 742–746. doi:10.4103/0971-5916.174567 available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4774071/ accessed on July 10th 2019

Buccigrossi, V., Russo, C., Guarino, A., de Freitas, M., & Guarino, A. (2017). Mechanisms of antidiarrhoeal effects by diosmectite in human intestinal cells. Gut Pathogens, 9(1). doi: 10.1186/s13099-017-0172-2 available at https://gutpathogns.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13099-017-0172-2  accessed on July 10th 2019

Xu, P., Dai, S., Wang, J., Zhang, J., Liu, J., Wang, F., & Zhai, Y. (2016). Preventive obesity agent montmorillonite adsorbs dietary lipids and enhances lipid excretion from the digestive tract. Scientific reports, 6, 19659. doi:10.1038/srep19659 Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4759552/ accessed on July 10th 2019

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 21/01/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x