home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyebab Kulit Telinga Kering dan Mengelupas, Plus Pengobatannya

Penyebab Kulit Telinga Kering dan Mengelupas, Plus Pengobatannya

Kulit yang kering tidak hanya terjadi pada wajah atau kaki Anda, tapi bisa juga terjadi di telinga. Kulit telinga kering merupakan kondisi yang umum. Namun, kulit telinga kering yang sampai mengelupas bisa menimbulkan perih atau menandakan iritasi. Simak ulasan berikut untuk mengetahui cara mengatasi masalah kulit telinga ini.

Penyebab kulit telinga kering dan mengelupas

Benjolan di Daun Telinga

Kulit kering dan mengelupas yang terjadi di dalam dan sekitar telinga bisa menimbulkan rasa gatal dan sakit. Kulit telinga yang kering biasanya tampak merah dan bersisik.

Kondisi kulit yang satu ini tidak terjadi begitu saja.

Ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan kulit telinga menjadi kering, mulai dari lingkungan hingga penyakit tertentu.

1. Kondisi kesehatan

Penyakit kulit kronis bisa menyebabkan kulit kering dan gatal di beberapa bagian tubuh, termasuk telinga.

Bila Anda mengalami salah satu kondisi ini, ada kemungkinan kulit telinga akan kering dan mengelupas.

Eksim

Eksim atau dermatitis atopik merupakan kondisi peradangan yang memicu rasa nyeri, kemerahan, dan gatal pada kulit.

Ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh anak kecil.

Bila eksim menyerang telinga, gejalanya akan muncul di lipatan telinga, bagian belakang telinga, dan area daun telinga yang terhubung ke wajah.

Luka eksim pun dapat dijumpai di daun telinga, concha, saluran telinga, hingga gendang telinga.

Kulit telinga yang kering dan mengelupas biasanya disertai rasa gatal dan bisa berdarah saat digaruk.

Jika masalah ini dibiarkan hingga menyebabkan kulit pecah-pecah, Anda berisiko terkena infeksi.

Psoriasis

Selain eksim, penyebab lain kulit telinga kering dan mengelupas yaitu psoriasis. Penyakit autoimun ini merangsang pertumbuhan sel-sel kulit yang terlalu cepat.

Bila hal ini terjadi, sel kulit yang sudah tua tidak dapat mengelupas dan menumpuk hingga berbentuk plak kulit yang tebal.

Bercak biasanya diawali dengan warna merah muda atau merah, lalu berkembang menjadi plak putih.

Plak kulit ini cenderung menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman. Plak putih dapat muncul pada telinga luar atau kulit di sekitar telinga.

Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan peradangan kulit yang menimbulkan kulit bersisik dan kering.

Bercak-bercak ini dapat mengelupas dalam bentuk sisik putih dan kuning yang biasanya muncul di kulit kepala, wajah, atau telinga bagian dalam.

Kondisi ini mungkin sering dijumpai pada kulit kepala bayi (cradle crap). Bila sudah terinfeksi, kulit di dekat telinga akan terasa gatal dan mungkin bisa mengelupas.

Walaupun penyebab pastinya belum diketahui, ada kemungkinan kondisi ini dipicu oleh kulit berminyak, stres, kelelahan, obesitas, hingga gangguan sistem saraf.

2. Pengaruh lingkungan

Tidak hanya penyakit kulit kronis, kondisi lingkungan dan penggunaan produk tertentu bisa menyebabkan kulit telinga menjadi kering dan mengelupas.

Hal ini biasanya terjadi pada pemilik kulit sensitif yang terpapar alergen atau iritasi lingkungan.

Ada pun sederet contoh faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kulit telinga, antara lain:

  • sampo,
  • kondisioner,
  • pelembap kulit,
  • parfum,
  • produk perawatan rambut, dan
  • sabun mandi.

Pada beberapa kasus, masalah kulit telinga dapat terjadi akibat anting tindik. Telinga yang baru saja ditindik mungkin mengalami iritasi.

Ini mungkin disebabkan beberapa orang mengalami reaksi alergi terhadap anting yang terbuat dari nikel (alergi logam).

3. Faktor lainnya

Faktor lainnya yang bisa memicu kulit kering pada telinga yaitu usia.

Umumnya, kulit lansia (di atas 60 tahun) memiliki kulit kering hampir di sekujur tubuh mereka.

Selain itu, ada faktor risiko lain yang bisa menyebabkan kulit kering meskipun tidak begitu sering terjadi, seperti:

  • diabetes,
  • kekurangan vitamin dan mineral,
  • gangguan tiroid dan ginjal,
  • anoreksia,
  • pengobatan kanker,
  • merokok, dan
  • penggunaan statin atau diuretik.

Cara mengobati kulit telinga kering dan mengelupas

produk skincare

Bila dokter sudah mengetahui apa penyebab dari kulit telinga kering dan mengelupas, pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Jika kulit kering dipicu oleh paparan alergi atau iritasi lingkungan, Anda perlu menghilangkan atau menyingkir dari pemicu iritasi tersebut.

Sementara itu, jika penyebabnya adalah masalah kulit kronis (jangka panjang), Anda membutuhkan kombinasi obat-obatan dari dokter dan perawatan kulit di rumah.

Obat dan pengopbatan yang diberikan untuk mengatasi kulit telinga kering sampai mengelupas yaitu:

  • steroid topikal,
  • antibiotik,
  • sampo obat, dan
  • fototerapi dengan sinar ultraviolet.

Di samping itu, berikut adalah perawatan sehari-hari untuk mengatasi kulit telinga yang kering.

1. Hindari pemicu iritasi kulit

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam merawat kulit telinga yang kering adalah mulai memeriksa produk yang digunakan.

Cobalah lihat produk perawatan kulit, seperti sabun, sampo, dan produk lainnya yang mengandung zat kimia pemicu iritasi.

Jangan lupa untuk mengingat-ingat faktor lingkungan yang dapat memicu gejala yang dialami.

Apakah Anda baru-baru ini terpapar sinar matahari terlalu lama atau berenang di kolam yang mengandung klorin?

Setelah itu, buat catatan harian terkait gejala yang dimiliki dan produk, atau kondisi yang mungkin menjadi faktor pemicunya.

Bila sudah terlihat polanya, hentikan penggunaan produk atau hindari aktivitas yang menyebabkan iritasi kulit semakin parah.

2. Mengganti produk penyebab iritasi

Jika sudah mengetahui apa produk yang menyebabkan kulit telinga kering dan mengelupas, segera ganti produk tersebut.

Hal ini juga berlaku ketika Anda merasa produk yang dipakai tidak menimbulkan gejala apa pun.

Bila memungkinkan, ganti ke produk perawatan yang lebih lembut hingga kulit di sekitar telinga membaik.

Cobalah memilih sabun dan sampo yang melembapkan dengan kandungan yang ringan

Perlu diingat bahwa selalu memeriksa label kemasan setiap membeli sabun atau sampo. Hindari produk dengan kandungan alkohol dan parfum.

3. Melembapkan kulit

Perawatan kulit telinga yang kering dan bersisik biasanya melibatkan salep, krim, atau losion untuk melembapkan kulit.

Ketiga jenis produk ini biasanya mengandung bahan yang dapat mengembalikan kelembapan kulit.

Sebagai contoh, salep mengandung campuran air dan minyak, seperti petrolatum, untuk membantu meredakan gejala yang dialami.

Sebagian besar salep maupun losion pelembap dapat digunakan secara rutin selama masih mengalami gejala. Ada baiknya untuk memakai pelembap segera setelah mandi.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi.

Pasalnya, beberapa penyebab kulit kering di telinga, seperti eksim, dapat memengaruhi indera pendengaran bila tidak segera ditangani ahli medis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lehrer, M. (2019). Seborrheic dermatitis. Medline Plus. Retrieved 27 September 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/000963.htm 

Ear Eczema. (n.d). Eczema Association of Australasia. Retrieved 27 September 2021, from https://www.eczema.org.au/ear-eczema/ 

Dry skin: Who gets and causes. (n.d). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 27 September 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-causes 

NIckel Allergy – symptoms & causes. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 27 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nickel-allergy/symptoms-causes/syc-20351529 

Psoriasis on the Face. (2020). National Psoriasis Foundation. Retrieved 27 September 2021, from https://www.psoriasis.org/psoriasis-on-the-face/ 

Dry skin: diagnosis and treatment. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 27 September 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-treatment

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro