9 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Jamur Kuku

9 Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Jamur Kuku

Jamur mulanya menginfeksi satu kuku, lalu infeksi menyebar ke kuku yang lain. Cara mengobati jamur kuku yang paling umum dilakukan adalah menggunakan krim antijamur. Ada beberapa cara lain yang bisa Anda coba untuk menghilangkan jamur kuku.

Pengobatan untuk mengatasi jamur kuku

Mengobati infeksi jamur kuku bisa membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal.

Obat antijamur tersedia dalam bentuk obat oral seperti tablet dan obat topikal seperti salep atau krim.

Beberapa krim dan salep antijamur dijual bebas di apotek sehingga Anda bisa mendapatkannya tanpa resep dokter.

Selain penggunaan obat-obatan, beberapa prosedur medis juga bisa dilakukan dokter untuk mengobati jamur kuku.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai pengobatan jamur kuku.

1. Obat yang dioleskan pada kuku

perawatan psoriasis kuku rumah

Jika Anda memiliki infeksi ringan, umumnya obat yang dioleskan pada kuku alias salep dapat mengatasinya.

Perawatan ini membantu mencegah jamur baru keluar saat kuku tumbuh.

Beberapa salep antijamur mungkin harus digunakan setiap hari.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda sebaiknya mengikuti betul langkah dalam petunjuk penggunaan obat.

Obat-obatan yang dapat Anda gunakan pada kuku untuk mengobati jamur kuku yaitu:

  • amorolfin,
  • siklopiroks,
  • efinaconazole, dan
  • tavaborole.

2. Obat antijamur oral (minum)

Obat oral seperti pil sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi jamur kuku.

Pil antijamur bekerja lebih cepat daripada obat yang dioleskan pada kuku.

Obat-obatan ini menjaga kuku yang baru tumbuh bebas dari infeksi dan perlahan-lahan menghilangkan bagian yang terinfeksi.

Umumnya, pil antijamur dikonsumsi setiap hari selama 6 – 12 minggu.

Minum pil antijamur selama dua bulan dapat menyembuhkan infeksi di kuku jari tangan.

Sementara itu, perlu tiga bulan untuk menyembuhkan infeksi jamur kuku kaki.

Hasil pengobatan biasanya baru terlihat ketika kuku tumbuh kembali sepenuhnya.

Beberapa jenis obat-obatan oral yang mungkin diresepkan antara lain:

3. Tindakan medis

Obat jamur kuku, baik salep maupun pil, terkadang tidak cukup efektif mengatasi jamur kuku.

Jika infeksi cukup parah, perawatan dengan obat bisa tidak berhasil.

Pada kondisi ini, dokter spesialis kulit mungkin akan mencabut kuku untuk menghilangkan infeksi.

Dokter bisa melakukan pengangkatan kuku non-bedah dengan menggunakan bahan kimia atau operasi pengangkatan kuku.

Namun, jika infeksi tidak sembuh juga, dokter dapat menyarankan perawatan kuku khsuus sehingga kuku tidak dapat tumbuh kembali.

Cara alami menghilangkan jamur kuku

Apabila khawatir dengan efek samping obat-obatan medis, ada cara alami yang bisa Anda coba untuk mengatasi jamur kuku.

Namun, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan pengobatan alami apa pun.

Berikut ini sejumlah cara mengobati jamur kuku secara alami.

1. Rendam kuku dengan cuka

Cuka dapat menyeimbangkan pH kulit dan membantu mencegah penyebaran jamur agar tidak menginfeksi ke bagian kuku lainnya.

Masukkan cuka ke dalam baskom berisi air hangat, lalu rendam kaki atau tangan Anda selama 20 menit setiap hari.

Anda bisa menggunakan ini sebagai perawatan rumahan untuk mengatasi jamur kuku.

2. Bawang putih

bawang putih dioles ke alat vital

Sebuah tinjauan ilmiah The Ulster medical journal mencoba menganalisis sifat antimikroba dari beberapa obat tradisional, salah satunya bawang putih.

Penelitian yang dilakukan dengan percobaan laboratorium ini menemukan bahwa bawang putih memiliki beberapa potensi sifat antijamur.

Untuk mengobati jamur kuku, cukup cincang satu siung bawang putih sampai halus.

Lalu, oleskan bawang putih yang sudah dihaluskan ini pada bagian kuku yang terinfeksi. Diamkan selama 30 menit. Lakukan cara ini setiap hari hingga infeksi mereda.

3. Tea tree oil

Tea tree oil atau juga disebut melaleuca adalah minyak esensial yang diketahui bersifat antijamur dan antiseptik.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, beberapa studi klinis skala kecil menunjukkan tea tree oil punya potensi khasiat menghilangkan jamur kuku.

Untuk menggunakannya sebagi obat alami, oleskan tea tree oil langsung ke kuku yang kena infeksi jamur. Lakukan dua kali sehari.

Perawatan di rumah untuk jamur kuku

merendam kaki pakai garam

Selain pengobatan medis dan alami, Anda tetap perlu merawat kondisi kuku yang terinfeksi oleh jamur di rumah.

Berikut ini sejumlah cara mudah untuk mengobati jamur kuku di rumah.

1. Perbanyak makan sehat

Pola makan dan kesehatan memang saling berhubungan.

Semakin sehat makanan yang Anda konsumsi, semakin kuat sistem imun tubuh untuk melawan infeksi, temasuk jamur.

Berikan tubuh Anda nutrisi yang dibutuhkan dengan mengonsumsi:

  • yoghurt kaya probiotik,
  • vitamin B dan seng untuk mendukung pertumbuhan kembali kuku,
  • zat besi yang cukup untuk mencegah kuku rapuh,
  • diet kaya asam lemak esensial, dan
  • makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti produk susu rendah lemak.

2. Rendam kuku dengan obat kumur

Obat kumur mengandung bahan-bahan seperti mentol, timol, dan eukaliptus yang memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Cobalah merendam kuku kaki atau tangan yang kena jamur dalam semangkuk kecil obat kumur selama 30 menit setiap hari.

3. Rendam kuku dengan soda kue

Soda kue dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih dan menghilangkan bau kaki yang disebabkan oleh jamur.

Rendam kaki ke dalam baskom berisi campuran air dan baking soda selama beberapa saat.

Anda juga bisa membuat salep atau obat oles untuk infeksi jamur dari soda kue.

Coba campurkan soda kue dan air, lalu aduk hingga berbentuk seperti pasta.

Oleskan pasta soda kue ke bagian kuku jari yang terinfeksi dan biarkan selama 10 menit. Kemudian, bilas hingga bersih.

Kesimpulan

Jamur kuku bisa sulit dihilangkan. Untungnya, pengobatan medis, penggunaan bahan alami, dan perawatan di rumah bisa mempercepat pemulihannya. Meski begitu, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke faskes terdekat jika infeksi tak juga hilang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 24/10/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan