10 Masalah Kulit yang Mungkin Timbul Akibat Penyakit Radang Usus (IBD)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit radang usus yang dikenal dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah sekelompok gangguan sistem pencernaan yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan. Dua jenis yang paling umum dari penyakit radang usus adalah ulcerative colitis dan penyakit Crohn. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa penyakit radang usus bisa menyebabkan masalah kulit, padahal usus dan kulit adalah dua organ tubuh yang sama sekali tak berhubungan. Tapi jangan salah. Menurut Mayo Clinic, ruam kulit dapat muncul pada sekitar 40% orang yang memiliki kolitis sebagai salah satu gejala sampingannya.

Masalah kulit yang bisa muncul akibat penyakit radang usus (IBD)

Beberapa ruam yang muncul di kulit pada orang yang punya kolitis timbul sebagai respon dari peradangan. Namun, ruam kulit juga bisa muncul sebagai efek samping obat yang dikonsumsi. Apa saja masalah kulit yang mungkin muncul akibat penyakit radang usus?

1. Eritema nodosum

Eritema nodosum merupakan masalah kulit yang paling sering terjadi akibat kolitis. Eritema nodosum adalah benjolan mirip memar yang berwarna kemerahan dan terasa nyeri saat ditekan, biasanya muncul pada lengan atau kaki. Eritema nodosum menyerang 3-10% orang yang punya kolitis, meski lebih seringnya menyerang wanita dibanding pria. Ketika kolitis Anda sudah tertangani, eritema nodosum akan hilang.

2. Pioderma gangrenosum

Pioderma gangrenosum merupakan masalah kulit tersering kedua setelah eritema nodosum. Menurut suatu penelitian, sekitar 2% orang dengan kolitis mengalami pioderma gangrenosum.

Pioderma gangrenosum muncul dalam bentuk lenting-lenting kecil yang menyebar dan kemudian bersatu menjadi ulkus (luka terbuka dalam pada permukaan kulit), yang dapat menimbulkan bekas luka. Masalah kulit ini biasa muncul di bawah lutut dan pergelangan kaki, tapi dapat juga muncul pada lengan. Pioderma gangrenosum dapat terasa sangat nyeri dan menginfeksi apabila Anda tidak rajin membersihkannya.

Pioderma gangrenosum diketahui disebabkan oleh penyakit sistem imun, yang berperan dalam perkembangan kolitis. Pengobatan masalah kulit ini umumnya menggunakan obat kortikosteroid dosis tinggi dan obat-obatan yang menekan sistem imun Anda.

3. Sweet’s syndrome

Sweet’s syndrome merupakan suatu penyakit kulit yang jarang terjadi, ditandai dengan lesi kulit berupa benjolan kecil berwarna merah atau ungu, dan terasa nyeri ketika ditekan. Sweet’s syndrome biasa ditemukan di wajah, leher, atau lengan atas. Pengobatan sweet’s syndrome biasanya dengan kortikosteroid pil atau suntik. Lesi dapat hilang dengan sendirinya, namun gejala kambuhan juga sering terjadi dan menimbulkan bekas luka.

4. Bowel-Associated Dermatosis-Arthritis Syndrome (BADAS)

BADAS biasa terjadi pada pasien dengan faktor risiko operasi pada usus, divertikulitis, penyakit radang usus buntu, dan IBD. BADAS muncul berupa benjolan bernanah mirip jerawat kecil yang terasa dan terjadi selama 1-2 hari. Lesi ini biasa muncul pada dada dan lengan. Lesi yang muncul juga terkadang mirip luka memar jika terjadi pada kaki, serupa dengan eritema nodosum.

5. Psoriasis

Psoriasis merupakan suatu penyakit imun, yang berhubungan dengan kolitis. Psoriasis muncul dalam rupa ruam berwarna putih atau perak yang agak timbul, dan muncul bercak kemerahan pada kulit. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan keim kortikosteroid atau retinoid.

6. Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit autoimun yang biasa terjadi pada orang dengan kolitis. Gejala awal vitiligo adalah timbulnya bercak putih susu pada kulit yang kadang terasa gatal. Bercak kulit ini terjadi karena sel-sel yang membentuk melanin berhenti fungsi atau mati, sehingga kulit berhenti memproduksi warnanya. Vitiligo dapat mulai terjadi pada bagian tubuh manapun, dan bisa makin melebar.

Pengobatan untuk menangani vitiligo adalah dengan kortikosteroid tipikal atau kombinasi dengan pil dan dapat juga dengan pengobatan ringan seperti Psoralen and Ultra Violet A (PUVA).

7. Pyodermaitis-pystomatitis vegetans

Pyodermaitis-pystomatitis vegetans merupakan ruam dengan bintil kemerahan yang dapat pecah dan menimbulkan bekas luka pada kulit dalam bentuk plakat. Penyakit kulit ini biasa muncul pada lipatan kulit seperti ketiak atau area selangkangan.

8. Leukocytoclastic vasculitis

Leukocytoclastic vasculitis merupakan penyakit kulit yang dikenal juga dengan istilah vaksulitis hipersensitif. Peradangan akibat IBD dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah sehingga darah mengumpul di bawah lapisan kulit Anda. Hal ini menyebabkan munculnya bintik-bintik memar berwarna ungu yang disebut purpura. Bintik ini dapat berukuran kecil hingga besar dan biasa ditemukan pada pergelangan kaki atau kaki.

9. Jerawat batu (jerawat kistik)

Pada beberapa orang, penyakit radang usus kolitis dapat menyebabkan jerawat batu yang berbentuk benjolan merah dan bernanah. Sebagian besar jerawat batu ini menimbulkan rasa sakit ketika tersentuh Jerawat batu dapat diobati dengan retionol atau benzoyl peroxide topikal.

10. Biduran

Biduran muncul berupa kemerahan yang gatal pada kulit dan menyerang sebagian tubuh Anda. Kolitis berhubungan dengan biduran kronis. Biduran yang terjadi dapat juga diakibatkan efek samping obat kolitis. Jika Anda mengonsumsi obat dan mulai muncul biduran di sekujur tubuh, segera konsultasikan pada dokter mengenai alternatif pengobatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Bercak putih pada kulit bayi bisa menandakan masalah kesehatan. Apa saja, ya? Lantas, bagaimana cara mengibatinya? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Gangguan Kesehatan Penyebab Gatal di Jari Tangan

Kondisi kulit yang kering sering dikaitkan sebagai penyebab jari tangan gatal. Namun ternyata, ada beberapa penyakit yang bisa memicu rasa gatal juga.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ruam Popok Juga Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Ruam popok bukan hanya bisa terjadi pada bayi. Orang dewasa juga bisa mengalami ruam popok lho! Yuk cari tahu penyebab dan cara mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Masalah Kesehatan pada Lansia 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Benar Sering Pakai Makeup Bisa Bikin Jerawatan?

Pada beberapa orang, memakai makeup bikin jerawat makin mengganas di wajah, sementara pada yang lain tidak demikian. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Jerawat, Kesehatan Kulit 3 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

pemasangan NGT

Pemasangan NGT (Nasogastric Tube)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pancolitis radang usus besar

Pancolitis (Radang Usus Besar)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
enteritis

Enteritis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
perbedaan maag dan gerd

Duodenitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit