Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pyodermatitis-Pyostomatitis Vegetans, Masalah Kulit di Rongga Mulut

Pyodermatitis-Pyostomatitis Vegetans, Masalah Kulit di Rongga Mulut

Area mulut bisa menjadi daerah yang rentan terhadap penyakit kulit, salah satunya Pyodermatitis-pyostomatitis vegetans. Apakah kondisi ini berbahaya? Kenali gejala, penyebab, hingga pengobatannya.

Apa itu pyodermatitis-pyostomatitis vegetans?

Pyodermatitis-pyostomatitis vegetans (PD-PSV) adalah gangguan mulut langka yang sering berhubungan dengan penyakit gastrointestinal (penyakit radang usus) dan kulit manusia.

PD-PSV kerap juga berkaitan dengan radang usus besar (kolitis ulserativa). Gejala awalnya bisa berupa timbulnya luka pada mulut selama beberapa bulan atau bertahun-tahun.

Jurnal Clinical and Experimental Dermatology menjelaskan PD-PSV sebagai kondisi medis yang berbeda dari psoriasis pustulosa kronis atau bisul berisi nanah dan lepuh (pustula) yang terbentuk di bawah lapisan kulit (subkorneal).

Kasus pertama pyodermatitis-pyostomatitis vegetans ditemukan oleh François Henri Hallopeau pada tahun 1898.

PD-PSV dapat terjadi pada semua usia, tetapi lebih banyak terjadi pada pasien dengan rentang usia 20-59 tahun dan rata-rata berusia 34 tahun.

Kondisi ini diketahui sering terjadi pada pria daripada wanita. Namun, kasus PD-PSV yang dialami anak-anak jarang dilaporkan.

Gejala dan tanda pyodermatitis-pyostomatitis vegetans

gejala Pyodermatitis-Pyostomatitis Vegetans

Pyodermatitis-pyostomatitis vegetans ditandai dengan eritematosa, yaitu penebalan mukosa (selaput lendir) di mulut dengan beberapa pustula dan luka di permukaan kulit.

Lesi yang khas terjadi pada PD-PSV adalah pustula. Pada kulit, pustula ini muncul dengan bentuk ruam kulit yang sering ditemukan pada lipatan kulit, seperti ketiak, selangkangan, dan kulit kepala.

Tanda dan gejala khas pyodermatitis-pyostomatitis vegetans pada kulit meliputi:

  • kemerahan,
  • pustula (bisul bernanah),
  • menjalar dengan cepat,
  • pengerasan kulit, dan
  • hiperpigmentasi kulit menjadi coklat pasca-peradangan.

Pada mulut, gejala PD-PSV muncul berupa kemerahan dengan beberapa pustula kuning atau putih.

Pustula ini mudah pecah dan akan membentuk borok di permukaan kulit yang mirip seperti jejak siput.

Tanda dan gejala pyodermatitis-pyostomatitis vegetans pada mulut antara lain:

  • pembengkakan,
  • penebalan kulit, dan
  • ruam seperti benjolan kecil yang bertumpuk dan menjalar dengan cepat.

Semua area yang berada di dalam mulut dan tenggorokan dapat terkena penyakit ini, kecuali lidah dan dasar mulut.

Penyebaran cenderung berkembang dan paling sering terjadi pada gusi dan langit-langit mulut.

Selain itu, pembengkakan bagian dalam bibir dan pipi dapat menyebabkan permukaan kulit terlihat terlipat. Sensasi nyeri yang dirasakan bervariasi dari ringan hingga berat.

Gejala lainnya yang mungkin muncul adalah kelenjar getah bening di bawah dagu membesar.

Mengutip riset dalam Annals of Dermatology, PD-PSV yang berkaitan dengan penyakit usus bisa bersifat asimtomatik (tanpa gejala) atau menyebabkan gejala ringan.

Pada pasien yang diketahui pernah memiliki riwayat penyakit radang usus, perkembangan pyodermatitis-pyostomatitis vegetans mungkin menjadi pertanda kambuhnya penyakit usus.

Penyebab dan faktor risiko pyodermatitis-pyostomatitis vegetans

apa itu Pyodermatitis-Pyostomatitis Vegetans

Penyebab pasti dari pyodermatitis-pyostomatitis vegetans masih tidak diketahui.

Semua penelitian terbaru yang mencoba mencari tahu hubungan antara infeksi bakteri, virus, atau jamur dengan PD-PSV menunjukkan hasil negatif.

Meski demikian, ada teori (Clin Gastroenterol Hepatol, 2013) yang menyatakan bahwa gangguan autoimun yang mengakibatkan radang usus bisa memengaruhi mukosa mulut.

Ada reaksi silang antara antigen (zat asing) yang terdapat di kulit dan usus kecil.

Salah satu dari antigen tersebut akan berikatan dengan antibodi (zat kekebalan tubuh). Hasil reaksi keduanya akan membentuk zat yang dianggap sistem imun sebagai antigen baru.

Respons sistem imun terhadap antigen baru ini akan menimbulkan penebalan selaput lendir di mulut dan terbentuknya bisul bernanah (pustula).

Oleh karena itu, para peneliti menduga PD-PSV mempunyai korelasi kuat dengan terjadinya penyakit radang usus.

Bahkan beberapa literatur menyebut kolitis ulserativa (radang usus besar) lebih sering menjadi penyebab PD-PSV daripada penyakit Crohn (peradangan lapisan sistem pencernaan).

PD-PSV juga berbeda dari kondisi kulit melepuh lainnya. Pasalnya, penyakit ini memiliki pustula berupa ulkus (luka bernanah yang sulit sembuh) yang berbentuk seperti jejak siput.

Diagnosis pyodermatitis-pyostomatitis vegetans

diagnosis sialadenitis

Guna memastikan jika Anda mengalami PD-PSV, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis kulit.

Dokter mungkin juga akan bertanya terkait riwayat kesehatan dan serta gejala yang pernah Anda alami.

Terkadang dokter juga akan mengambil sejumlah sampel jaringan kulit dan kemudian memeriksanya lebih lanjut. Prosedur ini biasa disebut dengan biopsi kulit.

Selain itu, Anda mungkin akan menjalani imunofluoresensi langsung (tes antibodi) untuk membedakan pyodermatitis-pyostomatitis vegetans dari pemfigus vulgaris (penyakit autoimun pada kulit).

Pada sejumlah kasus, Anda mungkin akan menjalani sejumlah tes lain seperti tes patologi rutin.

Sederhananya, berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan untuk diagnosis PD-PSV.

  • riwayat kesehatan,
  • imunofluoresensi (tes antibodi),
  • tes darah, dan
  • tes patologi.

Pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi penyakit radang usus akan dilakukan pada pasien yang belum diketahui menderita penyakit tersebut.

Diagnosis ini biasanya akan melibatkan kolonoskopi (tes jaringan usus besar) dan biopsi usus.

Pengobatan pyodermatitis-pyostomatitis vegetans

Untuk kasus PD-PSV yang jarang terjadi, seperti tidak dideteksi adanya penyakit usus, dokter bisa memberikan beberapa pengobatan di bawah ini.

  • Obat kumur antiseptik yang berguna untuk meredakan gejala nyeri yang muncul akibat lesi dan pustula.
  • Kortikosteroid topikal (obat oles) atau obat oles lain.
  • Salep takrolimus (obat imunosupresan) yang dioleskan dua kali sehari bisa memberikan perbaikan yang cepat.

Selain itu, mengutip riset dari SKIN The Journal of Cutaneous Medicine, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan yang di antaranya:

  • kortikosteroid oral,
  • azathioprine,
  • dapson,
  • siklosporin,
  • sulfasalazine,
  • metotreksat, dan
  • infliximab.

Suplemen juga mungkin diperlukan karena penyakit usus dapat menyebabkan malabsorpsi (gangguan penyerapan usus).

Pada kasus yang parah, operasi kolektomi pada usus ternyata juga meringankan lesi mulut dan kulit yang timbul.

Pyodermatitis-pyostomatitis vegetans merupakan masalah kulit yang menyerang area mukosa mulut dan sering berkaitan dengan penyakit radang usus.

Lantaran penyakit ini termasuk gangguan autoimun, Anda sebaiknya berkonsultasi lebih lanjut ke dokter untuk pengobatan yang tepat.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Andrew E. Werchniak; Craig A. Storm; Richard W. Plunkett; Ernst H. Beutner; James G.H. Dinulos (2005). Treatment of pyostomatitis vegetans with topical tacrolimus. Journal of the American Academy of Dermatology, 52(4), 0–723. doi:10.1016/j.jaad.2004.11.041.

Atarbashi-Moghadam, Saede (2016). Pyostomatitis Vegetans: A Clue for Diagnosis of Silent Crohn’s Disease. JOURNAL OF CLINICAL AND DIAGNOSTIC RESEARCH. doi:10.7860/JCDR/2016/22573.9032.

Bens, G; Laharie, D; Beylot-Barry, M; Vergier, B; Noblesse, I;  Beylot, C; Amouretti, M. (2003). Successful treatment with infliximab and methotrexate of pyostomatitis vegetans associated with Crohn’s disease.  British Journal of Dermatology, 149(1), 181–184. doi:10.1046/j.1365-2133.2003.05385.x.

Femiano, F., Lanza, A., Buonaiuto, C., Perillo, L., Dell’Ermo, A. , Cirillo, N. (2009). Pyostomatitis vegetans: A review of the literature. Oral Medicine and Pathology, 14 (3):E114-7. http://www.medicinaoral.com/medoralfree01/v14i3/medoralv14i3p114.pdf.

Hegarty, A. M; Barrett, A. W; Scully, C. (2004). Pyostomatitis vegetans. Clinical and Experimental Dermatology, 29(1), 1–7. doi:10.1111/j.1365-2230.2004.01438.x.

Hobbs, L. K., Zufall, A., Khalil, S., & Flowers, R. (2021). Treatment of Pyodermatitis-Pyostomatitis Vegetans: A Systematic Review and Meta-analysis. SKIN The Journal of Cutaneous Medicine, 5(4), 333–346. https://doi.org/10.25251/skin.5.4.1.

Kim, Tae Hyung; Kim, Soo-Chan (2015). Pyodermatitis-Pyostomatitis Vegetans Associated with Crohn’s Disease. Annals of Dermatology, 27(5), 624. doi:10.5021/ad.2015.27.5.624.

Dyall-Smith, D. (2010). Pyodermatitis-pyostomatitis vegetans. DermNet NZ. Retrieved March 9, 2022, from https://dermnetnz.org/topics/pyodermatitis-pyostomatitis-vegetans 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Apr 11
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro