Mencegah Eksim dengan Menghindari Pantangan, Apa Saja?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyebab eksim (dermatitis atopik) yang belum diketahui secara pasti membuat penyakit kulit ini sulit dicegah. Meski begitu, Anda dapat mencegah kambuhnya eksim dengan menghindari pantangan terkait makanan, kebiasaan, serta gaya hidup yang mungkin memperparah gejala eksim.

Berbagai cara mencegah kambuhnya eksim

sunscreen untuk eksim

Tanpa disadari, asupan makanan dan kebiasaan yang Anda lakukan sehari-hari bisa saja memperparah gejala eksim. Eksim yang awalnya hanya menyebabkan gatal lama-kelamaan semakin meradang hingga gejalanya menjadi tak tertahankan.

Begitu gejala eksim sudah parah, penderita biasanya makin kesulitan untuk berhenti menggaruk. Eksim mungkin juga lebih sering kambuh karena Anda terus menggaruk tanpa sadar. Hal ini dapat memicu stres dan komplikasi seperti infeksi pada eksim.

Salah satu cara andalan untuk mencegah eksim adalah dengan menghindari pantangannya. Berikut berbagai pantangan bagi penderita eksim.

1. Makanan pemicu alergi

Dikutip dari National Eczema Association, sekitar 30% penderita eksim (dermatitis atopik) ternyata juga alergi terhadap jenis makanan tertentu. Alergi makanan memang diketahui berkaitan erat dengan eksim, rinitis alergi, asma, dan depresi.

Bagi sejumlah penderita alergi, mengonsumsi sedikit saja makanan pemicu alergi bisa menimbulkan reaksi parah seperti anafilaksis. Di sisi lain, ada pula yang tidak mengalami reaksi alergi, tapi justru mengalami gejala eksim pada kulit.

Belum diketahui seperti apa mekanisme hubungan antara alergi makanan dan eksim. Meski begitu, menghindari jenis makanan tertentu untuk penderita eksim diyakini bisa membantu meredakan gejala yang muncul.

Sejumlah makanan yang dapat memicu kekambuhan sehingga menjadi pantangan bagi banyak penderita eksim termasuk:

  • susu sapi dan produknya (yogurt, keju, mentega, dan lain-lain),
  • kedelai dan produknya,
  • gluten atau gandum,
  • rempah-rempah seperti vanili, cengkeh, dan kayu manis,
  • beberapa jenis kacang-kacangan,
  • beberapa jenis ikan dan kerang,
  • telur, serta
  • tomat.

Makanan dengan pengawet buatan seperti margarin, makanan olahan, dan makanan cepat saji juga dapat memicu kambuhnya eksim. Selain itu, penderita eksim perlu membatasi makanan tinggi gula karena dapat menyebabkan peradangan pada tubuh.

Makanan yang menjadi pantangan bagi penderita eksim sebenarnya tidak harus selalu dihindari, kecuali jika Anda memiliki alergi. Makanan tersebut tidak secara langsung menjadi penyebab eksim, tapi bisa memicu gejala sehingga harus dibatasi.

2. Mandi terlalu lama

manfaat berendam air panas

Mandi sebenarnya merupakan salah satu cara paling mudah untuk mengembalikan kelembapan kulit. Akan tetapi, mandi terlalu lama, misalnya sampai lebih dari lima belas menit, justru bisa membuat kulit kering.

Kulit kering adalah salah satu pemicu eksim dan iritasi yang sering dilaporkan. Saat mandi, air serta bahan kimia dari sabun akan mengikat sebum dan membasuhnya. Sebum adalah minyak alami yang berfungsi menjaga kulit tetap lembap.

Kulit justru kehilangan minyak alami yang menjaganya dari kering dan iritasi. Semakin lama Anda mandi, kelembapan alami kulit akan semakin terkikis. Maka dari itu, mandi terlalu lama menjadi pantangan yang harus dihindari penderita eksim.

Waktu mandi yang ideal menurut para ahli adalah 5 menit. Lama waktu tersebut hanya mencakup membasuh tubuh dan memakai sabun. Jadi, itu belum termasuk cuci muka, sikat gigi, dan yang lainnya.

3. Mandi dengan air yang terlalu panas

Mandi dengan air hangat memang memberikan ketenangan. Bahkan, air hangat bisa membantu mengurangi gatal pada penderita eksim meskipun hanya sementara. Akan tetapi, mandi dengan air yang terlalu panas justru dapat memperparah gejala eksim.

Air yang terlalu panas akan membuat kulit menjadi kering. Kulit yang kering adalah pemicu utama dari eksim. Bahkan pada suhu panas yang cukup ekstrem, mandi bisa mengakibatkan luka bakar yang cukup serius.

Anda boleh mandi air hangat sesekali untuk meredakan gatal, tapi pastikan suhunya tidak melebihi suhu badan (37 derajat celsius). Cukup mandi seperlunya dan jangan terlalu lama agar kulit tidak menjadi kering.

4. Menggaruk area kulit yang bermasalah

Menggaruk kulit yang bermasalah adalah salah satu pantangan utama bagi penderita eksim. Namun, hal ini mungkin sulit dilakukan karena rasa gatal akibat eksim kadang begitu parah hingga penderita bisa menggaruk tanpa sadar.

Kulit yang terus digaruk lama-kelamaan akan menjadi pecah-pecah, tampak menebal, dan bahkan berdarah. Kondisi ini tidak hanya memperparah gejala dan menyebabkan stres pada penderita, tapi juga dapat mengakibatkan infeksi pada eksim.

Guna mencegah hal tersebut, coba alihkan keinginan menggaruk dengan mencubit lembut kulit di sekeliling area munculnya eksim. Jangan mencubit langsung kulit yang terkena eksim karena dapat menimbulkan nyeri.

Anda juga bisa mengompres kulit dengan waslap yang dibasahi air dingin. Tempelkan pada kulit selama beberapa menit hingga gatal berkurang. Setelah itu, keringkan kulit yang dikompres dan jangan lupa gunakan pelembap.

5. Menggunakan produk kebersihan mengandung banyak bahan kimia

Sabun membunuh COVID-19

Produk-produk kebersihan diri seperti sabun dan sampo kadang mengandung banyak bahan kimia yang justru memperparah gejala eksim. Bahan kimia di dalamnya dapat mengikis minyak alami kulit yang seharusnya menjaga kulit tetap lembap.

Berbagai bahan kimia tersebut biasanya berperan sebagai zat pewarna, pewangi, atau pengawet. Ada pula bahan kimia lain seperti alkohol, paraben, dan formaldehida yang dapat mengiritasi kulit serta berpotensi memicu dermatitis kontak.

Jika Anda mengidap eksim, sebaiknya hindari produk-produk kebersihan mengandung parfum dan bahan sejenisnya. Sebisa mungkin, pilihlah produk berbahan lembut atau yang terbuat dari bahan alami seperti oatmeal koloid guna memperbaiki lapisan kulit.

6. Pakaian dari wol atau bahan sintetis

Satu lagi cara lain mencegah kambuhnya eksim adalah dengan memerhatikan bahan pakaian yang Anda gunakan. Banyak penderita eksim mengalami kekambuhan ketika mengenakan pakaian dari wol atau bahan sintetis seperti nilon dan poliester.

Bahan-bahan tersebut membuat kulit cepat panas, berkeringat, dan rentan mengalami iritasi. Serat benang kasar seperti yang ditemukan pada wol juga kurang cocok bagi orang-orang dengan kulit yang sensitif.

Oleh karena itu, bahan pakaian tersebut menjadi pantangan bagi penderita eksim. Bahan yang lebih disarankan adalah katun dan rayon. Keduanya menyerap keringat dengan efektif, menjaga suhu kulit tetap sejuk, dan membuat kulit bisa ‘bernapas’.

Asupan makanan, kebiasaan tertentu, hingga bahan pakaian mempunyai peran besar dalam kambuhnya eksim. Eksim mungkin tidak akan sembuh dengan menghindari pantangan tersebut, tapi setidaknya Anda bisa mencegah munculnya gejala.

Upaya pencegahan sebaiknya juga dibarengi dengan pengobatan untuk eksim. Cobalah berkonsultasi dengan dokter agar Anda memperoleh pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Ada macam-macam penyakit kulit dari yang menular hingga yang tidak. Agar tak keliru, kenali jenis penyakit kulit berdasar penularannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Penyebab Panu yang Perlu Anda Ketahui Beserta Faktor Risikonya

Penyakit panu adalah penyakit gangguan kulit yang datang apabila Anda tidak menjaga kebersihan diri. Cari tahu penyebab panu dan cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 11 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Panu

Panu (tinea versicolor) adalah penyakit kulit yang ditandai dengan bercak putih atau gelap. Kondisi ini kerap bikin gatal. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Kutu Air (Tinea Pedis)

Kutu air (tinea pedis atau athlete's foot) adalah infeksi jamur menular yang biasanya muncul pada kulit kaki, terutama di sela-sela jari kaki.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

metatarsalgia adalah

Metatarsalgia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
tendinitis

Tendinitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
folikulitis

Folikulitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 9 menit
jenis tepung sehat

Jenis Tepung Apa yang Paling Sehat untuk Masak?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit