Hati-hati, Menggenggam Es Batu Pakai Tangan Telanjang Bisa Bikin Kulit Terbakar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 November 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah cukup sering mengalami kulit terbakar akibat sengatan matahari. Namun, tahukah Anda bahwa suhu dingin dari es juga bisa menyebabkan hal yang sama? Saking dinginnya, terkadang kulit bisa meradang hingga muncul sensasi terbakar setelah menyentuh es batu. Kondisi ini disebut sebagai radang dingin atau ice burn.

Apa itu radang dingin?

Suhu panas dan dingin ternyata sama-sama bisa memengaruhi kesehatan kulit. Jika Anda menggenggam es batu atau terpapar angin yang sangat dingin dan kulit langsung meradang, maka bisa jadi Anda mengalami radang dingin (ice burn atau frostbite).

Radang dingin adalah kondisi saat jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah (dingin). Pada awalnya, kulit akan terasa sangat dingin, kemerahan, perih, dan lama-lama mati rasa. Hal ini umumnya terjadi pada bagian tangan, kaki, hidung, dan telinga, karena bagian-bagian tubuh tersebut seringnya tidak terlindungi oleh pakaian sehingga lebih rentan terkena perubahan suhu dari luar.

Rasa perih mirip seperti kulit terbakar biasanya terjadi setelah Anda bersentuhan cukup lama dengan benda-benda yang suhunya sangat rendah. Misalnya saat Anda menggenggam es batu terlalu lama atau langsung menempelkan es batu ke kaki yang keseleo tanpa dibalut dengan kain terlebih dahulu. Suhu dingin dari es bisa memicu kulit terbakar dan kemerahan dalam beberapa saat setelahnya.

Kenapa es batu bisa bikin kulit terbakar?

Sumber: Medical News Today

Saat mengalami kram otot atau cedera, kompres es batu biasanya menjadi pertolongan pertama yang paling sering dilakukan. Cara ini memang dapat membantu merilekskan otot-otot yang kaku. Namun kalau Anda langsung menempelkannya pada kulit tanpa dibalut dengan kain terlebih dahulu, maka kulit Anda justru bisa meradang.

Hal ini dapat terjadi karena perbedaan suhu pada kulit dan es. Suhu kulit cenderung hangat, sementara suhu es sangat rendah alias dingin. Ketika es batu bersentuhan dengan permukaan kulit, maka panas di kulit hanya bisa dilepaskan sesaat.

Akibatnya, kandungan air di dalam sel-sel kulit jadi membeku dan mulai merusak struktur sel di bawahnya. Suhu dingin dari es juga membuat pembuluh darah di dekat kulit mulai menyempit.

Hal tersebut menyebabkan aliran darah menuju area kulit yang meradang jadi semakin berkurang dan memperparah kerusakan pada kulit. Kulit pun terasa perih menyengat seperti terbakar.

Tanda dan gejala radang dingin

gejala alergi dingin

Orang yang sering memegang es batu, terutama es kering alias biang es, tentu lebih berisiko mengalami radang dingin. Bukan cuma karena es batu, hal ini juga bisa terjadi jika Anda terkena paparan angin yang sangat dingin, cepat, dan dalam waktu yang lama.

Pada dasarnya, gejala kulit terbakar akibat es mirip seperti akibat sengatan matahari. Cara termudah untuk mendeteksinya adalah dengan melihat adanya perubahan pada warna kulit. Contohnya, kulit bisa berubah jadi kemerahan, tapi bisa juga menjadi putih pucat atau kuning keabu-abuan.

Tanda dan gejala radang dingin lainnya meliputi:

  • Kulit dingin dan menyengat
  • Kulit gatal dan nyeri
  • Tekstur kulit berubah jadi lebih keras atau justru lembek seperti lilin
  • Kebas atau mati rasa

Apakah radang dingin berbahaya?

mengobati bengkak

Sama halnya dengan kulit terbakar akibat sengatan matahari, kulit yang meradang akibat paparan es batu umumnya dapat ditangani dengan mudah. Misalnya saja, radang dingin ringan atau frostnip cenderung tidak menyebabkan kerusakan kulit permanen.

Anda dapat mengobati masalah kulit yang satu ini dengan merendamnya ke air hangat selama 20 menit. Setelah itu, balut area kulit yang terinfeksi dengan kain hangat supaya suhu kulit jadi lebih cepat stabil.

Namun, jika kulit Anda terasa semakin sakit dan meradang, ini artinya suhu dingin dari es sudah mulai merusak kulit lebih dalam hingga ke jaringan, otot, atau bahkan tulang.

Radang dingin yang parah dapat memicu komplikasi berupa infeksi dan kerusakan saraf lebih lanjut jika tidak cepat-cepat ditangani. Maka itu, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalaminya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Inilah Fungsi 4 Hormon Penting untuk Manusia Bertahan Hidup

Anda mungkin sudah tahu kalau hormon yang tak seimbang bisa menimbulkan masalah kesehatan. Tapi, tahukah Anda apa saja fungsi hormon esensial dalam tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Tahukah Anda bahwa banyak serangan jantung terjadi di hari Senin pagi? Simak berbagai fakta jantung lainnya yang mungkin belum Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Suka makan petai dan jengkol? Kalau begitu, Anda pasti sudah hapal dengan bau mulut dan bau urin yang menyengat setelahnya. Apa penyebabnya, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit



Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
gemetar setelah minum kopi

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
viagra

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit