home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Luka yang Menonjol?

Bagaimana Cara Menghilangkan Bekas Luka yang Menonjol?

Pada beberapa kasus, jaringan parut akibat luka tumbuh secara berlebihan, lalu membentuk jaringan halus dan keras yang Anda kenal dengan keloid. Lantas, bagaimana cara menghilangkan bekas luka yang menonjol ini?

Seperti apa keloid itu?

Sebelum mengetahui cara menghilangkannya, Anda tentu harus mengetahui terlebih dahulu bekas luka seperti apa yang bisa dikategorikan sebagai keloid. Di bawah ini beberapa ciri keloid.

  • Terlokalisir pada suatu area kulit dengan warna seperti kulit, merah muda, atau kemerahan.
  • Berupa bagian yang menonjol pada kulit.
  • Biasanya terus tumbuh semakin besar seiring berjalannya waktu.
  • Kadang membuat gatal-gatal.

Keloid biasanya berbentuk lebih besar dari luka asal. Bekas luka ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan hingga benar-benar terbentuk sempurna.

Walau dapat terasa gatal, tapi bekas luka ini biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Anda mungkin dapat merasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan mengalami iritasi pada kulit akibat pakaian yang tergesek keloid Anda.

Pada kasus yang jarang, Anda dapat mengalami kemunculan keloid yang cukup banyak pada tubuh Anda. Ketika hal ini terjadi, jaringan keloid yang mengeras mungkin saja membatasi pergerakan Anda.

Keloid lebih banyak menimbulkan masalah penampilan dibandingkan kesehatan. Anda mungkin akan merasa terganggu dengan keloid yang besar dan berada pada tempat yang mudah terlihat orang, seperti wajah atau telinga.

Selain itu, paparan sinar matahari dapat membuat keloid lebih gelap daripada kulit di sekitarnya sehingga membuatnya semakin jelas terlihat. Lindungi bekas luka Anda ketika berada di bawah sinar matahari untuk mencegah perubahan warna.

Bagaimana cara menghilangkan bekas luka yang menonjol?

Perlu Anda ketahui terlebih dahulu, bekas luka yang menonjol seperti keloid biasanya sulit untuk dihilangkan. Meski telah diberi perawatan, tak jarang juga jaringan keloid akan kembali tumbuh.

Maka dari itu, dokter seringnya menggunakan perawatan kombinasi untuk mendapatkan hasil terbaik. Perawatan untuk menghilangkan bekas luka yang menonjol meliputi hal-hal di bawah ini.

1. Suntikan kortikosteroid dan obat-obatan lain

Suntikan ini merupakan salah satu cara menghilangkan bekas luka menonjol yang sering dilakukan. Obat-obatan kortikosteroid disuntikkan ke dalam keloid dan nantinya akan bekerja untuk membantu mengecilkan bekas luka.

Biasanya, pasien harus menerima perawatan suntikan setiap 3 – 4 minggu sekali. Rata-rata pasien melakukannya sampai empat kali.

2. Operasi pengangkatan keloid

Perawatan ini melibatkan pemotongan keloid melalui pembedahan. Memang, sekilas pembedahan ini tampak seperti solusi terbaik. Sayangnya, keloid juga masih bisa kembali setelahnya.

Maka dari itu, setelah operasi, dokter akan merujuk Anda untuk melakukan perawatan lanjutan yaitu dengan suntikan kortikosteroid atau metode lainnya.

3. Metode tekanan

Selain suntikan kortikosteroid, metode lain yang sering dijadikan pilihan yakni pemberian tekanan. Tekanan ini diberikan guna mengurangi aliran darah yang dapat memicu kembalinya keloid.

Nantinya, pasien harus menggunakan kain atau anting bertekanan (tergantung tempat keloidnya) selama 16 jam. Anda harus melakukannya secara rutin selama 6 – 12 bulan.

4. Laser untuk menghilangkan bekas luka yang menonjol

Laser dapat mengurangi penonjolan serta memudarkan warna keloid. Perawatan laser untuk menghilangkan bekas luka yang menonjol ini biasanya dokter kombinasikan dengan suntikan kortikosteroid atau metode tekanan.

5. Menggunakan gel silikon

Gel silikon yang berupa lembaran ini tidak hanya dapat Anda gunakan bersama dengan metode tekanan, tapi bisa juga digunakan secara terpisah. Gel silikon ini berguna untuk meratakan keloid.

Dokter biasanya akan menyarankan terapi yang tidak invasif sebagai terapi awal, seperti menggunakan silikon, injeksi, atau obat pada pembalut luka. Semua terapi ini membutuhkan penggunaan yang sering, rutin, dan hati-hati agar hasilnya dapat terlihat.

Jika keloid sangat besar, dokter mungkin akan menganjurkan metode operasi. Meski begitu, menurut Dermatology Online Journal, kemungkinan keloid tersebut muncul kembali sangat besar.

Oleh karena itu, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani suntik steroid setelah operasi untuk mengurangi kemungkinan tersebut.

Walau jarang menyebabkan kondisi serius, keloid dapat mengganggu penampilan. Penanganan dalam menghilangkan bekas luka yang menonjol untuk keloid biasanya sulit dan tidak selalu efektif.

Jika Anda memiliki faktor risiko keloid, penting bagi Anda untuk mencegah terjadinya luka pada kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Keloids: Overview. 2014. http://familydoctor.org/familydoctor/en/diseases-conditions/keloids.html [diakses pada 27 November 2016]

Management of keloids and hypertrophic scars. 2009. http://www.aafp.org/afp/2009/0801/p253.html [diakses pada 27 November 2016]

Robles, D., et al. 2007. Keloids: Pathophysiology and management. Dermatology Online Journal, 13(3). http://escholarship.org/uc/item/2m43548r [diakses pada 27 November 2016]

Study: Gene may open door for improved keloid, scar treatment [Press release]. 2015. http://www.henryford.com/body.cfm?id=46335&action=detail&ref=2180 [diakses pada 27 November 2016]

Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b8/Keloid.jpg/300px-Keloid.jpg

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Priscila Stevanni
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x