Awas, 3 Jenis Penyakit Kulit Berbahaya Ini Jangan Disepelekan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kulit merupakan organ terbesar yang menutupi seluruh bagian tubuh. Karena keberadaannya yang berada di bagian terluar tubuh, kulit termasuk rentan terhadap peradangan, infeksi, alergi, dan gangguan lainnya. Beberapa kondisi bisa ringan, bersifat sementara, dan mudah disembuhkan. Sementara sebagian masalah lainnya bisa sangat serius bahkan mematikan. Lalu, apa saja penyakit kulit berbahaya yang perlu Anda ketahui? Berikut penjelasannya.

Jenis-jenis penyakit kulit berbahaya yang harus diwaspadai

1. Psoriasis

Psoriasis adalah kelainan kulit kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Kondisi ini membuat sel berkembang biak 10 kali lebih cepat dari biasanya. Gejalanya meliputi pengelupasan, peradangan, bercak merah pada kulit, serta munculnya kerak atau sisik berwarna putih keperakan.

Bagian kulit yang mengalami psoriasis biasanya terasa gatal, nyeri, dan panas seperti terbakar. Penyakit ini biasanya menyerang lutut, siku, tangan, dada, punggung bawah, kulit kepala, lipatan bokong dan telapak tangan serta kaki. Pada beberapa orang, psoriasis bisa menyebabkan persendian menjadi bengkak dan menyakitkan. Kondisi ini disebut psoriasis arthritis.

Psoriasis dapat terjadi dalam skala ringan hingga parah. Pada psoriasis ringan, ruam yang terjadi kecil dan tidak terlalu menyakitkan. Namun. Pada psoriasis dengan kasus parah, kulit akan meradang dengan sisik merah dan keperakan yang terasa sangat gatal. Psoriasis juga dapat mempengaruhi kuku jari kaki dan jari kaki yang bisa menyebabkan kuku berubah warna.

Psoriasis digolongkan sebagai penyakit kulit berbahaya karena tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan gejalanya agar tidak semakin parah. Gejalanya pun tidak bertahan terus menerus, namun bersifat kambuhan. Stres dan kecemasan berlebih bisa memperparah gejala penyakit ini. Begitu juga dengan paparan sinar matahari yang terlalu lama.

Untuk mengelola gejalanya lebih baik, Anda juga disarankan untuk menghentikan kebiasaan meminum alkohol dan merokok.

2. Rosacea

Rosacea merupakan peradangan kulit wajah yang ditandai dengan “ladang” kulit kemerahan di pipi, hidung, dagu, dan dahi yang terasa kering, gatal, kasar, dan panas seperti terbakar. Ruam rosacea juga kadang dipenuhi benjolan mirip jerawat.

Gejala lainnya termasuk hidung membengkak, pori-pori yang membesar, pembuluh darah mata pecah (mata merah), dan masalah pengelihatan.

Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu keturunan, masalah pada pembuluh darah, tungau dan bakteri. Selain itu, rosacea rentan menyerang wanita usia 30 sampai 50 tahun.

Sama seperti psoriasis, gejala rosacea bisa datang dan pergi tanpa diundang. Ketika Anda mengalami rosacea, Anda perlu berkonsultasi ke dokter dan meminta pengobatan. Jika dibiarkan, pembuluh darah yang terdapat di wajah bisa pecah dan ditunjukkan dengan penebalan serta pembengkakan. Sebagian orang dengan rosacea juga mengalami masalah pada mata seperti kemerahan, bengkak, dan nyeri. Bahkan jika Anda mengabaikan perawatannya, kemerahan dan bengkak pada kulit bisa menjadi permanen.

3. Melanoma

Penyakit kulit berbahaya lainnya ialah melanoma. Melanoma merupakan jenis kanker kulit yang berkembang dalam sel melanosit, yakni sel yang menghasilkan melanin (pigmen warna kulit). Penyebab pasti dari melanoma tidak diketahui pasti, tetapi paparan radiasi sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau lampu tidur bisa meningkatkan risiko berkembangnya melanoma. Membatasi paparan radiasi UV dapat membantu mengurangi risiko melanoma.

Risiko melanoma umumnya meningkat pada orang di bawah usia 40, terutama wanita. Melanoma dapat berkembang di kulit mana saja di tubuh Anda. Penyakit ini paling sering berkembang di daerah yang rentan terpapar sinar matahari seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah.

Melanoma juga bisa terjadi di daerah yang tidak banyak mendapat sinar matahari seperti telapak kaki, telapak tangan, dan kuku. Melanoma tersembunyi ini lebih sering terjadi pada orang berkulit gelap.

Gejala awal melanoma umumnya terdapat perubahan pada tahi lalat dan/atau perubahan yang tampak aneh pada kulit Anda. Melanoma tidak selalu dimulai sebagai tahi lalat, tapi bisa juga terjadi pada kulit normal. Mengetahui tanda-tanda peringatan kanker kulit dapat membantu mencegah penyebaran kanker. Melanoma juga bisa diobati dengan baik jika terdeteksi secara dini.

Untuk itu, jangan abaikan tanda, gejala, atau perubahan pada kulit yang Anda rasakan. Deteksi serta pengobatan dini dapat membantu mencegah penyakit bertambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit



Direkomendasikan untuk Anda

masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit