home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kulit Kering Berjerawat? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Kulit Kering Berjerawat? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Jenis kulit berminyak memang dianggap rentan terhadap masalah jerawat. Namun, tahukah Anda bahwa kulit kering pun dapat mengalami gangguan yang sama? Kenali apa yang menyebabkan kulit kering berjerawat dan bagaimana cara mengatasinya berikut.

Penyebab kulit kering berjerawat

jerawat di dahi

Jerawat terjadi akibat penyumbatan pori-pori dan bisa dialami oleh siapa pun, terlepas dari usia dan jenis kelamin. Sementara itu, kulit kering merupakan masalah kulit yang cukup umum dan ditandai dengan kurangnya air pada lapisan terluar kulit.

Masalah jerawat lebih sering dikaitkan dengan kulit berminyak. Pasalnya, salah satu penyebab jerawat muncul adalah produksi minyak berlebih yang menyumbat pori-pori. Lantas, bagaimana kulit kering berjerawat terjadi?

Kulit manusia memiliki sejumlah folikel rambut, yaitu tempat di mana rambut tumbuh. Selain itu, kulit dilengkapi dengan kelenjar sebaceous yang berada di dekat permukaan kulit dan berfungsi menghasilkan minyak yang bertugas menjaga kelembapan.

Adakalanya, kelenjar ini dapat menghasilkan terlalu banyak minyak yang menghalangi pori-pori. Jika bersatu dengan bakteri dan sel kulit mati yang menumpuk, akan membentuk benjolan di kulit yang menyerupai komedo.

Apabila kadar kelembapan kulit tidak cukup, kulit Anda mungkin akan tampak bersisik dan kering. Agar hal ini tidak terjadi, kelenjar di bawah kulit mungkin memproduksi lebih banyak sebum.

Di lain sisi, produksi sebum berlebih dan penumpukan sel kulit mati dapat menyebabkan jerawat. Hal ini yang nantinya memicu kulit kering berjerawat.

Meski begitu, ada banyak hal yang dapat memicu produksi minyak berlebih yang bisa wajah kering berjerawat, seperti:

  • makanan penyebab jerawat, seperti makanan berminyak dan olahan susu,
  • perubahan hormon, terutama saat pubertas, haid, dan hamil,
  • faktor genetik, serta
  • penggunaan kosmetik yang terlalu tebal.

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

Cara menghilangkan jerawat pada kulit kering

Pada dasarnya, perawatan kulit kering berjerawat hampir sama dengan pengobatan jerawat pada umumnya. Hanya saja, Anda perlu memerhatikan beberapa hal dalam menghilangkan jerawat yang membandel ini.

1. Pilih pelembap yang sesuai

Salah satu cara untuk mengatasi penyakit kulit ini pada kulit yang kering adalah memilih produk pelembap yang cocok. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya jerawat akibat pelembap yang justru menyumbat pori-pori.

Bila Anda hendak memilih produk pelembap, sebaiknya temukan catatan di bawah ini pada label produk yang akan dibeli.

  • Bebas minyak.
  • Non-comedogenic (tidak menyebabkan komedo).
  • Tidak menyumbat pori-pori.
  • Non-acnegenic (tidak menyebabkan jerawat).

Salah satu cara menggunakan pelembap adalah selalu gunakan ketika kulit terasa kering. Sebaiknya Anda juga mengoleskan pelembap setelah mencuci wajah untuk membantu menyimpan air yang dibutuhkan kulit.

Selain itu, selalu pakai tabir surya dengan kandungan SPF lebih dari 30 dan tidak berbahan dasar minyak ketika pergi ke luar rumah.

2. Gunakan obat jerawat

antibiotik jerawat benzoil peroksida

Selain menggunakan pelembap, Anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk mengatasi kulit kering berjerawat dengan obat-obatan tertentu. Obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau asam alfa-hidroksi dinilai ampuh menghilangkan jerawat.

Jika Anda bingung harus memulai dari mana, cobalah menggunakan obat dengan kandungan benzoil peroksida pada dosis yang rendah. Umumnya, obat topikal, seperti krim dan gel dapat membantu mengurangi kekeringan yang terjadi pada kulit Anda.

Selanjutnya, berikan waktu pada kulit Anda untuk beradaptasi. Jika jerawat pada kulit kering membaik, lanjutkan pemakaian obat. Bila tidak kunjung membuahkan hasil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

3. Pakai pembersih tanpa pewangi

Pembersih yang akan digunakan untuk mencuci wajah dan bagian lainnya adalah komponen penting dalam merawat kulit kering yang berjerawat. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat perawatan kulit berjerawat, salah satunya adalah mencuci muka.

Pada saat mencuci muka, sebaiknya lakukan dengan lembut dan berhati-hati agar kulit tidak digosok terlalu keras. Setelah itu, bilas dengan air hangat karena air panas dapat mengurangi minyak alami dan menyebabkan kulit menjadi lebih kering.

Bagi pemilik kulit kering mungkin akan lebih cocok untuk menggunakan sabun yang tidak mengandung alkohol atau pewangi. Kedua bahan tersebut dipercaya dapat mengiritasi kulit. Bila memungkinkan, pilih sabun berbahan dasar gel tanpa busa karena diyakini lebih ringan.

https://wp.hellosehat.com/pusat-kesehatan/dermatologi/jerawat/10-kesalahan-mencuci-muka-yang-membuat-anda-jerawatan/

Menjaga kelembapan kulit kering berjerawat

Ketiga cara di atas memang dinilai efektif menghilangkan jerawat, terutama pada kulit kering. Meski begitu, perlu diingat bahwa kunci utama mengatasi kulit kering yang berjerawat adalah fokus terhadap kebiasaan mencuci muka Anda.

Perawatan kulit pagi hari berfungsi untuk melindungi kulit dan mencegah jerawat. Sementara itu, rutinitas kebersihan kulit di malam hari adalah membersihkan wajah.

Beberapa orang mungkin hanya perlu mencuci wajah sekali sehari, yaitu ketika di pagi hari dengan air hangat sebelum mengoleskan pelembap dan tabir surya. Namun, tidak sedikit pula orang yang memerlukan pembersih wajah dua kali sehari, pagi dan malam.

Sebelum tidur, selalu cuci muka dengan pembersih untuk mengangkat kotoran dan riasan. Lalu, akhiri dengan pelembap agar kelembapan kulit tetap terjaga ketika Anda tertidur.

Selain itu, kebiasaan lainnya yang perlu dihindari agar jerawat tidak semakin parah adalah berhenti memencet jerawat. Memencet jerawat hanya akan menyebabkan peradangan semakin meluas dan menimbulkan jerawat baru.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

InformedHealth.org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. Skin care for acne-prone skin. 2013 Jan 16 [Updated 2019 Sep 26]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279208/ 

Moisturizer: why you may need it if you have acne. (n.a). American Academy of Dermatology. Retrieved 29 September 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/moisturizer 

The importance of moisturizing. (n.a). The University of Tennessee | Medical Center. Retrieved 29 September 2020, from https://www.utmedicalcenter.org/the-importance-of-moisturizing/ 

Do You Really Need a Skin Care Routine?. (n.a). Northwestern Medicine. Retrieved 29 September 2020, from https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/do-you-really-need-a-skin-care-routine 

Decker, A., & Graber, E. M. (2012). Over-the-counter Acne Treatments: A Review. The Journal of clinical and aesthetic dermatology, 5(5), 32–40. Retrieved 29 September 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 03/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x