Kulit Kering Berjerawat? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jenis kulit berminyak memang dianggap rentan terhadap masalah jerawat. Namun, tahukah Anda bahwa kulit kering pun dapat mengalami gangguan yang sama? Kenali apa yang menyebabkan kulit kering berjerawat dan bagaimana cara mengatasinya berikut. 

Penyebab kulit kering berjerawat

jerawat di dahi

Jerawat terjadi akibat penyumbatan pori-pori dan bisa dialami oleh siapa pun, terlepas dari usia dan jenis kelamin. Sementara itu, kulit kering merupakan masalah kulit yang cukup umum dan ditandai dengan kurangnya air pada lapisan terluar kulit. 

Masalah jerawat lebih sering dikaitkan dengan kulit berminyak. Pasalnya, salah satu penyebab jerawat muncul adalah produksi minyak berlebih yang menyumbat pori-pori. Lantas, bagaimana kulit kering berjerawat terjadi? 

Kulit manusia memiliki sejumlah folikel rambut, yaitu tempat di mana rambut tumbuh. Selain itu, kulit dilengkapi dengan kelenjar sebaceous yang berada di dekat permukaan kulit dan berfungsi menghasilkan minyak yang bertugas menjaga kelembapan.

Adakalanya, kelenjar ini dapat menghasilkan terlalu banyak minyak yang menghalangi pori-pori. Jika bersatu dengan bakteri dan sel kulit mati yang menumpuk, akan membentuk benjolan di kulit yang menyerupai komedo. 

Apabila kadar kelembapan kulit tidak cukup, kulit Anda mungkin akan tampak bersisik dan kering. Agar hal ini tidak terjadi, kelenjar di bawah kulit mungkin memproduksi lebih banyak sebum. 

Di lain sisi, produksi sebum berlebih dan penumpukan sel kulit mati dapat menyebabkan jerawat. Hal ini yang nantinya memicu kulit kering berjerawat. 

Meski begitu, ada banyak hal yang dapat memicu produksi minyak berlebih yang bisa wajah kering berjerawat, seperti: 

  • makanan penyebab jerawat, seperti makanan berminyak dan olahan susu,
  • perubahan hormon, terutama saat pubertas, haid, dan hamil,
  • faktor genetik, serta
  • penggunaan kosmetik yang terlalu tebal.

Beragam Ciri-Ciri Penyakit Kulit yang Gampang Dikenali

Cara menghilangkan jerawat pada kulit kering

Pada dasarnya, perawatan kulit kering berjerawat hampir sama dengan pengobatan jerawat pada umumnya. Hanya saja, Anda perlu memerhatikan beberapa hal dalam menghilangkan jerawat yang membandel ini. 

1. Pilih pelembap yang sesuai

Salah satu cara untuk mengatasi penyakit kulit ini pada kulit yang kering adalah memilih produk pelembap yang cocok. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya jerawat akibat pelembap yang justru menyumbat pori-pori. 

Bila Anda hendak memilih produk pelembap, sebaiknya temukan catatan di bawah ini pada label produk yang akan dibeli. 

  • Bebas minyak.
  • Non-comedogenic (tidak menyebabkan komedo).
  • Tidak menyumbat pori-pori.
  • Non-acnegenic (tidak menyebabkan jerawat).

Salah satu cara menggunakan pelembap adalah selalu gunakan ketika kulit terasa kering. Sebaiknya Anda juga mengoleskan pelembap setelah mencuci wajah untuk membantu menyimpan air yang dibutuhkan kulit. 

Selain itu, selalu pakai tabir surya dengan kandungan SPF lebih dari 30 dan tidak berbahan dasar minyak ketika pergi ke luar rumah.

2. Gunakan obat jerawat

antibiotik jerawat benzoil peroksida

Selain menggunakan pelembap, Anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk mengatasi kulit kering berjerawat dengan obat-obatan tertentu. Obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau asam alfa-hidroksi dinilai ampuh menghilangkan jerawat. 

Jika Anda bingung harus memulai dari mana, cobalah menggunakan obat dengan kandungan benzoil peroksida pada dosis yang rendah. Umumnya, obat topikal, seperti krim dan gel dapat membantu mengurangi kekeringan yang terjadi pada kulit Anda. 

Selanjutnya, berikan waktu pada kulit Anda untuk beradaptasi. Jika jerawat pada kulit kering membaik, lanjutkan pemakaian obat. Bila tidak kunjung membuahkan hasil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

3. Pakai pembersih tanpa pewangi 

Pembersih yang akan digunakan untuk mencuci wajah dan bagian lainnya adalah komponen penting dalam merawat kulit kering yang berjerawat. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat perawatan kulit berjerawat, salah satunya adalah mencuci muka.

Pada saat mencuci muka, sebaiknya lakukan dengan lembut dan berhati-hati agar kulit tidak digosok terlalu keras. Setelah itu, bilas dengan air hangat karena air panas dapat mengurangi minyak alami dan menyebabkan kulit menjadi lebih kering. 

Bagi pemilik kulit kering mungkin akan lebih cocok untuk menggunakan sabun yang tidak mengandung alkohol atau pewangi. Kedua bahan tersebut dipercaya dapat mengiritasi kulit. Bila memungkinkan, pilih sabun berbahan dasar gel tanpa busa karena diyakini lebih ringan.

Ragam Perawatan Kulit yang Justru Bikin Muka Berjerawat

Menjaga kelembapan kulit kering berjerawat

Ketiga cara di atas memang dinilai efektif menghilangkan jerawat, terutama pada kulit kering. Meski begitu, perlu diingat bahwa kunci utama mengatasi kulit kering yang berjerawat adalah fokus terhadap kebiasaan mencuci muka Anda. 

Perawatan kulit pagi hari berfungsi untuk melindungi kulit dan mencegah jerawat. Sementara itu, rutinitas kebersihan kulit di malam hari adalah membersihkan wajah. 

Beberapa orang mungkin hanya perlu mencuci wajah sekali sehari, yaitu ketika di pagi hari dengan air hangat sebelum mengoleskan pelembap dan tabir surya. Namun, tidak sedikit pula orang yang memerlukan pembersih wajah dua kali sehari, pagi dan malam. 

Sebelum tidur, selalu cuci muka dengan pembersih untuk mengangkat kotoran dan riasan. Lalu, akhiri dengan pelembap agar kelembapan kulit tetap terjaga ketika Anda tertidur. 

Selain itu, kebiasaan lainnya yang perlu dihindari agar jerawat tidak semakin parah adalah berhenti memencet jerawat. Memencet jerawat hanya akan menyebabkan peradangan semakin meluas dan menimbulkan jerawat baru.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit