Cara Mengobati Radang Usus Buntu Melalui atau Tanpa Operasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Radang usus buntu (apendisitis) menandakan adanya peradangan pada apendiks. Penyebabnya adalah penyumbatan, baik itu oleh fekalit (feses yang mengeras) maupun infeksi bakteri. Lantas, bagaimana cara mengobati radang usus buntu dengan atau tanpa operasi?

Pilihan cara mengobati radang usus buntu

Penyakit usus buntu harus segera diobati dengan cara yang tepat agar tidak berujung komplikasi. Di bawah ini adalah beberapa cara yang biasanya direkomendasikan untuk mengatasi usus buntu.

1. Minum antibiotik

obat-obatan saat haji

Bila kondisi peradangan Anda cukup ringan, cara mengobati usus buntu bisa dilakukan tanpa operasi. Pengobatan akan difokuskan dengan pemberian antibiotik untuk usus buntu dan obat-obatan lain untuk meredakan gejala.

Obat yang akan diberikan dapat meliputi amoksisilin yang dikombinasikan dengan asam klavulanat beserta sefotaksim atau fluoroquinolon. Terkadang, dokter juga memberikan obat seperti metronidazole atau tinidazole.

Biasanya obat diberikan melalui infus terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan obat-obatan minum. Durasi pengobatan kebanyakan dilakukan dalam rentang waktu sekitar 8 – 15 hari.

Pada beberapa pasien, pengobatan usus buntu dengan menggunakan antibiotik saja bias menjadi metode yang efektif. Bahkan, keefektifannya pernah dibuktikan pada beberapa penelitian.

Salah satunya dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of American Medical Association. Sebanyak 99,6 persen dari total 530 peserta yang memiliki radang usus buntu akut melaporkan rasa sakit yang berkurang setelah 10 hari diberi antibiotik.

Selanjutnya juga ditemukan, bahwa 73 persen pasien yang selama 1 tahun menderita usus buntu dan dirawat dengan antibiotik menjadi tidak perlu dilakukan operasi.

Periset juga menyatakan kalau kondisi usus buntu yang tidak darurat menjadi salah satu faktor keberhasilan mengobati usus buntu tanpa operasi.

Kemudian, penelitan tersebut diuji ulang pada 2018 melalui British Medical Journal. Hasilnya, menunjukkan bahwa antibiotik bisa menjadi cara untuk mengobati radang usus tanpa operasi yang tidak diikuti komplikasi.

Namun, bukan berarti dengan hanya mengonsumsi obat antibiotik radang usus buntu bisa sembuh begitu saja. Masih ada kemungkinan cukup besar untuk radang usus buntu kambuh kembali, bahkan setelah minum antibiotik sampai habis.

Dari penelitian di atas, cara mengobati radang usus buntu tanpa operasi ini bisa menimbulkan kekambuhan sebesar 39,1 persen dalam waktu 5 tahun. Bagi beberapa orang yang mengalami kekambuhan, satu-satunya jalan keluar adalah dengan cara operasi. 

2. Perawatan di rumah untuk mendukung pemulihan

sakit perut dan keputihan

Mengobati radang usus buntu tidak akan efektif tanpa cara perawatan yang juga tepat di rumah. Oleh karena itulah Anda wajib melakukan perawatan di rumah. Jika tidak luka bekas operasi bisa menimbulkan komplikasi pasca operasi usus buntu, salah satunya peradarahan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan tubuh dari usus buntu, antara lain:

  • menghindari aktivitas berat atau membuat Anda banyak bergerak seperti olahraga setelah operasi usus buntu, Anda baru bisa melakukan aktivitas ini setelah 2 hingga 6 minggu setelah operasi (jika memang dilakukan),
  • menggunakan waktu sebaik mungkin untuk berisitirahat demi meningkatkan sistem imun dalam menyembuhkan infeksi maupun mencegah terjadinya infeksi, dan
  • mengikuti pola makan yang diterapkan oleh dokter atau ahli gizi agar tidak memperberat kinerja usus yang sedang dalam masa pemulihan.

3. Operasi usus buntu (appendektomi)

operasi usus buntu

Operasi usus buntu atau appendektomi adalah cara mengobati usus buntu yang paling diutamakan. Seperti dilansir laman National Health Service, prosedur ini dapat dilakukan dengan beberapa teknik berikut.

Operasi keyhole

Operasi lebih sering menjadi pilihan karena cenderung lebih cepat proses pemulihannya ketimbang operasi terbuka. Cara mengobati usus buntu dengan operasi ini dilakukan dengan membuat 3 atau 4 sayatan kecil di sekitar perut.

Kemudian, beberapa alat akan dimasukkan ek dalam perut Anda, seperti:

  • tabung berisi gas yang yang berfungsi untuk mengembangkan perut, alat ini membantu dokter bedah agar dapat melihat kondisi usus Anda lebih jelas,
  • laparoskopi atau tabung kecil yang dilengkapi kamera kecil untuk menyalurkan gambar di dalam perut pada monitor, serta
  • alat bedah kecil yang diperlukan untuk mengangkat usus buntu yang meradang.

Setelah apendiks yang bermasalah berhasil diangkat, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan. Jahitan ini dapat dilepas dalam waktu 7 – 10 hari.

Operasi terbuka

Dalam beberapa kasus, operasi keyhole tidak dianjurkan sebagai cara untuk mengobati radang usus buntu. Sebagai gantinya, dokter akan merekomendasikan operasi terbuka.

Beberapa kondisi radang usus buntu yang perlu menggunakan metode pembedahan ini adalah:

  • usus buntu telah pecah dan terbentuk abses, serta
  • pasien sebelumnya telah menjalani oprerasi perut terbuka.

Operasi untuk mengobati usus buntu ini dilakukan dengan membuat sayatan lebih besar di sisi kanan bawah perut.

Ketika usus buntu telah pecah dan menyebabkan infeksi lebih luas ke lapisan peritoneum (peritonitis), sayatan biasanya dibuat di bagian tengah perut. Prosedur medis ini disebut juga deegan laparotomi.

Pada kasus usus buntu yang menyebabkan abses, dokter lebih dahulu mengeluarkan nanah dan mengeringkannya. Doter akan memasukkan tabung sebagai jalur nanah abses keluar dari tubuh.

Setelah memastikan infeksi sudah hilang (beberapa minggu), barulah operasi usus buntu dilakukan. Selama masa pengeringan abses, dokter akan memberikan suntikan antibiotik. Selanjutnya, antibiotik diberikan lewat mulut (antibiotik oral).

Cara mengobati usus buntu harus cepat tanggap

sakit gejala usus buntu

Tidak seperti flu atau pilek yang bisa diobati dengan pengobatan rumahan dan istirahat, radang usus buntu butuh penanganan dokter langsung.

Sebelum berobat ke dokter untuk mencari cara terbaik mengobati radang usus, Anda juga perlu memahami bedanya sakit perut biasa dengan gejala apendisitis. Sakit perut akibat usus buntu yang meradang berbeda dengan sakit perut karena maag kambuh, misalnya.

Perlu diingat bahwa sakit perut pertanda usus buntu biasanya muncul di sisi kanan bawah perut. Sementara sakit perut biasa terasa di bagian tengah atau tepat di bawah dada. Selain itu, gejala lain yang umumnya menyertai adalah mual dan muntah, demam, serta diare.

Saat seseorang terkena apendisitis, bagian usus yang bertugas memengaruhi sistem kekebalan tubuh mengalami peradangan.

Tanpa perawatan, usus buntu bisa membentuk abses yaitu benjolan yang berisi nanah. Nanah merupakan kumpulan bakteri, sel jaringan, dan sel darah putih yang mati.

Jika dalam waktu 48 – 72 jam tidak juga diobati dengan tepat, usus buntu bisa pecah. Pecahnya usus yang meradang ini bisa menyebarkan bakteri penyebab infeksi ke seluruh tubuh. Bakteri bisa masuk ke dalam aliran darah menyebabkan sepsis (keracunan darah) yang bisa berujung dengan kematian.

Oleh karena itu, ketika Anda telah mengalami gejala-gejala tersebut dan mencurigainya sebagai radang usus buntu, jangan menunda dan segera kunjungi dokter.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit