home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sindrom Usus Bocor, Masalah Pencernaan yang Misterius dan Memicu Banyak Penyakit

Sindrom Usus Bocor, Masalah Pencernaan yang Misterius dan Memicu Banyak Penyakit

Istilah ‘leaky gut syndrome’ atau ‘sindrom usus bocor’ beberapa tahun terakhir menyita perhatian para pemerhati kesehatan di seluruh dunia. Banyak ahli menduga kondisi ini adalah dalang dari berbagai masalah kesehatan yang belum diketahui penyebabnya, seperti multiple sclerosis, alergi makanan, hingga kelelahan kronis.

Sindrom usus bocor adalah kondisi ketika bakteri dan racun dari saluran pencernaan memasuki aliran darah lewat celah pada dinding usus. Uniknya, kondisi ini belum diakui secara medis dan bahkan disangkal oleh banyak ahli kesehatan. Mengapa demikian?

Apa itu sindrom usus bocor?

bakteri usus multiple sclerosis

Fungsi sistem pencernaan bukan hanya untuk mencerna makanan dan menyerap zat gizi. Dinding usus juga berbatasan langsung dengan sirkulasi darah. Area ini berfungsi mengatur apa saja yang boleh memasuki aliran darah dan dikirim menuju organ-organ.

Dalam dinding usus, terdapat celah ketat yang menjadi tempat keluarnya air dan nutrisi dari hasil pencernaan. Pada saat yang sama, celah-celah ini juga mencegah keluarnya bakteri dan racun dari saluran cerna menuju aliran darah.

Jika celah ini longgar, bakteri dan zat-zat berbahaya dari saluran cerna bisa menembus dinding usus. Bakteri dan racun pun masuk ke dalam aliran darah, kemudian memicu reaksi kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Orang yang mengalami gangguan usus ini mungkin akan menunjukkan gejala:

  • diare, sembelit, atau perut kembung terus-menerus
  • pusing, kebingungan, atau susah berkonsentrasi
  • masalah kulit seperti jerawat, ruam, atau eksim
  • cepat lelah
  • sakit kepala
  • nyeri sendi

Penyakit terkait kebocoran dinding usus

angka ketahanan hidup penderita kanker

Setiap jaringan tubuh dilewati oleh aliran darah. Maka dari itu, peradangan akibat racun dan bakteri saluran cerna juga dapat menyebar ke segala tempat. Ini sebabnya banyak sindrom usus besar dikaitkan dengan masalah kesehatan yang sangat beragam.

Kondisi ini diyakini menjadi awal mula sindrom kelelahan kronis, masalah kulit, migrain, hingga kelainan kelenjar tiroid. Ada pula dugaan bahwa bakteri usus menyebabkan multiple sclerosis, fibromyalgia (rasa nyeri pada seluruh badan), bahkan autisme.

Menurut sebuah penelitian, bakteri usus ada kaitannya dengan risiko depresi. Hal ini terjadi karena bakteri usus dapat menghasilkan dan mengirimkan zat seperti serotonin (hormon yang mengatur rasa bahagia) ke dalam sistem saraf.

Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa anak dengan autisme mempunyai dinding usus yang lebih mudah ditembus. Ada pula penelitian yang menemukan kaitan antara bakteri usus dan munculnya masalah kulit.

Akan tetapi, sindrom usus bocor sebenarnya belum diakui dunia medis. Ini disebabkan karena studi yang membahas kondisi ini masih terbatas dan hasilnya berubah-ubah. Meski begitu, para pakar menyetujui bahwa pembentukan celah dinding usus memang bisa terjadi pada penyakit kronis.

Penyebab sindrom usus bocor

cara menjaga bakteri usus

Kebocoran dinding usus ada kaitannya dengan protein yang disebut zonulin. Ini adalah satu-satunya protein yang mengatur sistem penyaringan pada dinding usus. Bila protein ini aktif, orang-orang yang rentan akan lebih berisiko mengalami sindrom usus bocor.

Ada beberapa faktor yang diyakini meningkatkan risiko kebocoran dinding usus, antara lain:

  • Konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan
  • Pola makan tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa
  • Kekurangan vitamin A, vitamin D, dan zinc
  • Stres berkepanjangan
  • Jumlah bakteri baik pada usus lebih sedikit dibandingkan bakteri jahat
  • Peradangan jangka panjang pada tubuh
  • Pertumbuhan jamur ragi pada usus yang tidak terkendali

Selain berbagai faktor tersebut, Anda juga lebih berisiko mengalami sindrom usus bocor bila menderita diabetes, penyakit celiac, atau irritable bowel syndrome (IBS). Pasalnya, penyakit-penyakit tersebut membuat dinding usus lebih rentan membentuk celah.

Cara mencegah sindrom usus bocor

makanan tinggi serat

Terlepas dari diakui atau tidaknya sindrom usus bocor dalam dunia medis, kondisi ini tetap menimbulkan gejala yang mengganggu. Anda bisa mengurangi risikonya dengan memiliki sistem pencernaan yang sehat dan memperbaiki pola makan.

Berikut adalah sederet tips yang dapat Anda coba.

  • Membatasi asupan makanan manis, sebab bakteri usus tumbuh dengan subur ketika Anda mengonsumsi banyak gula.
  • Mengonsumsi makanan mengandung probiotik seperti yogurt, kimchi, dan kombucha. Makanan yang kaya probiotik bisa memicu pertumbuhan bakteri baik.
  • Mengonsumsi makanan kaya serat untuk menjaga keseimbangan bakteri dan melancarkan pencernaan.
  • Tidak meminum obat pereda nyeri secara terus-menerus. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sindrom usus bocor adalah masalah kesehatan yang masih menjadi misteri. Sebagian ahli meyakini adanya kondisi ini, tapi tidak sedikit pula yang menyangkalnya. Hingga terdapat penelitian yang lebih meyakinkan, kondisi ini mungkin akan tetap menimbulkan perdebatan.

Walau demikian, gangguan pada dinding usus merupakan masalah kesehatan nyata yang dapat dialami siapa saja. Ini sebabnya setiap orang perlu menjaga kesehatan pencernaannya dengan mengikuti pola makan yang sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leaky gut: What is it, and what does it mean for you? – Harvard Health Blog. (2017). Retrieved 29 May 2020, from https://www.health.harvard.edu/blog/leaky-gut-what-is-it-and-what-does-it-mean-for-you-2017092212451

“Leaky gut syndrome” . (2017). Retrieved 29 May 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/leaky-gut-syndrome/

Evrensel, A., & Ceylan, M. (2015). The Gut-Brain Axis: The Missing Link in Depression. Clinical Psychopharmacology And Neuroscience, 13(3), 239-244. doi: 10.9758/cpn.2015.13.3.239

Debunking the Myth of ‘Leaky Gut Syndrome’ | Gastrointestinal Society. (2020). Retrieved 29 May 2020, from https://badgut.org/information-centre/a-z-digestive-topics/leaky-gut-syndrome/


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 28/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x