7 Pilihan Obat Medis untuk Mengatasi Perut Begah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 4 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perut bisa terasa begah jika Anda kekenyangan sehabis makan banyak, atau menelan terlalu banyak udara. Namun, penyebab begah tidak hanya itu. Perut yang sering terasa begah mungkin jadi pertanda masalah pencernaan tertentu, seperti sembelit. Lantas, obat seperti apa yang bisa Anda minum untuk meredakan perut begah?

Daftar obat yang bisa dibeli di apotek untuk meredakan perut begah

Begah tidak selalu harus diobati dengan minum obat. Kondisi ini biasanya dapat mereda sendiri dengan banyak minum air dan beraktivitas fisik ringan. Namun pada kasus tertentu, obat dapat menjadi solusi terbaik jika cara alami tersebut tidak juga ampuh meredakan perut begah.

Berikut pilihannya:

1. Bismuth subsalisilat 

Bismuth subsalisilat adalah obat untuk mengatasi perut begah yang diakibatkan penyakit seperti Irritable bowel syndrome dan diare.

Obat ini bekerja mengurangi jumlah gas hidrogen sulfida yang dibuat oleh bakteri usus agar tidak semakin menumpuk dalam perut. Bismuth subsalisilat juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung dan usus. 

Obat ini ada kemungkinan juga dapat menyebabkan efek samping seperti sakit perut, feses berwarna gelap, diare, dan juga susah tidur.

2. Alpha Galactosidase

Alpha-D galactosidase adalah obat pereda perut begah yang akan diresepkan dokter apabila kondisinya disebabkan oleh makanan tertentu.

Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti brokoli dan kacang-kacangan, dapat menghasilkan gas berlebihan di dalam usus. Nah, obat ini mengandung enzim alami yang cara kerjanya sama seperti enzim di dalam tubuh kita.

Alpha-D galactosidase bekerja memecah karbohidrat kompleks dalam makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Di dalam usus kecil, bentuk karbohidrat yang sederhana ini lebih mudah untuk diolah sampai waktunya mencapai usus besar. Dengan begitu, proses produksi gas dari makanan tersebut dapat dikendalikan.

3. Simethicone 

Simethicone adalah obat yang paling sering dipakai oleh orang Indonesia untuk mengatasi perut kembung. Obat ini bekerja dengan menangkap dan menggabungkan gelembung gas dalam organ cerna, sehingga nantinya akan lebih mudah dikeluarkan lewat kentut.

Simethicone sering dijadikan obat perut begah bagi orang yang mengalami diare. Efek simethicone dapat langsung terasa beberapa jam setelah diminum.

Sebelum minum obat ini, baca dengan teliti tentang cara pakai dan takaran dosisnya. Apabila Anda diberikan versi kapsul, telan seluruh obat dengan air. Jangan menghancurkan, menyungah, atau membuka isi kapsul karena akan membuat obat jadi tidak efektif.

Simethicone biasanya dianjurkan diminum setelah makan dan sebelum tidur, atau seperti yang diarahkan dokter. Pastikan Anda konsultasi dulu ke dokter untuk mendapatkan instruksi yang lebih jelas..

4. Suplemen probiotik

Suplemen probiotik sering diberikan pada orang-orang yang perutnya begah karena pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus (bukan infeksi). Probiotik itu sendiri adalah jenis bakteri yang baik untuk menjaga kesehatan usus.

Beberapa penelitian menunjukkan, mengonsumsi probiotik dapat menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat untuk memperbaiki kerja usus yang terhambat. Suplemen probiotik yang dijadikan obat perut begah biasanya mengandung spesies bakteri Bifidobacterium dan Lactobacillus.

Selain suplemen, Anda bisa mengonsumsi probiotik dari kefir, tempe, dan juga yogurt sebagai obat perut begah alami. 

5. Prokinetik

Obat prokinetik bisa meredakan perut begah dan kembung yang disebabkan oleh refluks asam lambung.

Asam lambung rentan naik ke kerongkongan akibat otot sfingter esophagus yang lemah. Gejalanya bisa berupa rasa panas, kembung, dan begah di perut. 

Obat prokinetik membantu mencegah refluks dengan memperkuat otot sfingter esofagus bagian bawah, sekaligus memicu isi lambung lebih cepat kosong.

Anda biasanya disarankan minum obat ini sebelum makan dan sebelum tidur untuk mencegah perut begah.

Anda bisa mendapatkan obat prokinetik hanya dengan resep dokter.

6. Antispasmodik

Obat antispasmodik seperti dicyclomine dan hyoscyamine bekerja meredakan kram perut yang disebabkan oleh IBS.

Obat antispasmodik juga terbukti cukup efektif mengendurkan otot usus untuk meringankan gejala perut begah setelah makan .Obat ini dapat diminum 30-60 menit sebelum makan.

Obat perut begah ini bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti pusing, mulut kering, dan juga sembelit. Untuk mencegah sembelit akibat minum obat ini, ada baiknya Anda tetap minum air yang cukup dan juga olahraga.

 7. Antibiotik

Perut begah yang disebabkan oleh gejala tukak lambung akibat infeksi dapat diatasi dengan obat antibiotik, misalnya rifaximin.

Dalam penelitian terbitan Journal of Neurogastroenterol Motil, antibiotik rifaximin juga dapat mengatasi gejala perut kembung atau begah pada penderita IBS yang tidak mengalami sembelit.

Penelitian ini hanya diuji pada kondisi IBS tanpa sembelit. Selain itu, rifaximin adalah dalah agen antimikroba yang tidak dapat diserap,

Risiko efek samping dari obat ini diperkirakan rendah. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut  untuk menentukan manfaat obat antibiotik ini untuk mengatasi perut begah karena penyebab lainnya.

Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik jika tidak perlu atau tidak disarankan dokter, karena dapat menyebabkan bakteri kebal obat (resisten).

Kapan harus ke dokter?

Perut yang terasa begah biasanya tidak perlu langsung diatasi dengan obat karena bisa mereda sendiri. Namun jika gejalanya terus bertahan atau bahkan memburuk setelah Anda minum obat, dan disertai beberapa gejala tambahan berikut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter:

  • Rasa begah berubah menjadi rasa sakit.
  • Pola buang air besar Anda jadi berubah, termasuk kondisi fesesnya.
  • Nafsu makan Anda berkurang drastis.
  • Berat badan Anda turun.
  • Badan terasa makin lemas dan lesu.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit