home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Permen Karet Tak Bisa Dicerna Usus? Simak 5 Mitos Tentang Sistem Pencernaan

Benarkah Permen Karet Tak Bisa Dicerna Usus? Simak 5 Mitos Tentang Sistem Pencernaan

Anda pasti sudah tahu semua apa yang Anda makan akan dicerna di dalam tubuh. Sistem pencernaan di dalam tubuh berperan untuk menampung makanan, memecahnya menjadi molekul yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam aliran darah, dan membersihkan tubuh dari sisa pencernaan makanan yang Anda makan tersebut dengan cara melalui dubur.

Namun, tahukah Anda jika terdapat beberapa mitos dan anggapan yang salah mengenai sistem pencernaan? Berikut adalah beberapa di antaranya.

“Permen karet tidak bisa dicerna oleh usus”

Meskipun permen karet bukan untuk ditelan, namun, terkadang Anda mungkin tidak sengaja menelan permen karet. Lucunya, bentuk permen karet yang lengket sering kali membuat orang beranggapan bahwa permen karet yang ditelan tak akan bisa dicerna di dalam tubuh. Atau membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun sampai akhirnya bisa keluar. Tapi, apakah benar?

Faktanya, meskipun perut tidak dapat memecah permen karet seperti yang dilakukan pada makanan lain, namun sistem pencernaan memiliki cara lain untuk mencernanya melalui aktivitas usus. Usus akan terus menggerakkan permen karet sehingga membuatnya melewati usus, dan keluar dari ujung sistem pencernaan.

“Hindari makanan berserat tinggi saat sedang diare”

Konsumsi serat sering kali dijadikan solusi untuk mengatasi sembelit alias sulit buang air besar. Jadi wajar bila banyak yang menganggap jika makanan tinggi serat melancarkan BAB, seharusnya ini dihindari saat Anda sedang diare. Namun ternyata, serat juga dapat membantu mengatasi diare, dengan cara menyerap kelebihan cairan di usus dan membuat tinja lebih padat.

“Banyak makan kacang bikin perut kembung”

Kacang dikenal sebagai salah satu makanan penghasil gas yang bikin perut kembung. Hal tersebut karena kacang memiliki kandungan raffinose yang tinggi dan mengandung serat larut.

Namun, kacang bukanlah penghasil gas terbanyak. Produk susu ternyata menyebabkan lebih banyak gas daripada makanan lain karena kandungan laktosa di dalamnya. Kandungan laktosa di dalam susu dapat menyulitkan sistem pencernaan untuk memprosesnya, jika tubuh Anda tidak memiliki cukup enzim laktase.

“Mengangkat benda berat busa menyebabkan hernia”

Anda mungkin sering mendengar cerita bahwa hernia biasanya terjadi pada orang yang terlalu sering mengangkat barang-barang berat. Itu adalah mitos belaka. Sebagian besar hernia justru merupakan akibat dari kelemahan otot yang sudah terjadi jauh sebelum gejala hernia muncul.

Beberapa faktor lain yang dapat melemahkan otot adalah bertambahnya usia, cedera, dan sayatan bedah. Mengangkat benda-benda berat bukanlah penyebab hernia, melainkan faktor yang dapat memperparah hernia yang sudah ada.

“Semakin banyak konsumsi serat, semakin baik untuk tubuh”

The American Dietetic Association telah merekomendasikan bahwa orang dewasa idealnya mengonsumsi serat sekitar 25 sampai 35 gram serat setiap hari, atau sekitar lima cangkir buah atau sayuran dalam sehari. Serat memang diperlukan tubuh untuk meningkatkan fungsi pencernaan, mencegah sembelit, mengatasi diare, serta memperlambat penyerapan gula dan karbohidrat.

Namun tahukah Anda jika konsumsi serat berlebihan justru dapat menimbulkan masalah untuk tubuh? Ternyata, konsumsi serat berlebih malah bisa membuat mineral dan nutrisi tertentu tak punya cukup waktu untuk diserap ke dalam sistem tubuh. Akibatnya, konsumsi serat berlebih dapat menimbulkan perut kembung dan kram perut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati pada 06/08/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x