Benarkah Permen Karet Tak Bisa Dicerna Usus? Simak 5 Mitos Tentang Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti sudah tahu semua apa yang Anda makan akan dicerna di dalam tubuh. Sistem pencernaan di dalam tubuh berperan untuk menampung makanan, memecahnya menjadi molekul yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam aliran darah, dan membersihkan tubuh dari sisa pencernaan makanan yang Anda makan tersebut dengan cara melalui dubur.

Namun, tahukah Anda jika terdapat beberapa mitos dan anggapan yang salah mengenai sistem pencernaan? Berikut adalah beberapa di antaranya.

“Permen karet tidak bisa dicerna oleh usus”

Meskipun permen karet bukan untuk ditelan, namun, terkadang Anda mungkin tidak sengaja menelan permen karet. Lucunya, bentuk permen karet yang lengket sering kali membuat orang beranggapan bahwa permen karet yang ditelan tak akan bisa dicerna di dalam tubuh. Atau membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun sampai akhirnya bisa keluar. Tapi, apakah benar?

Faktanya, meskipun perut tidak dapat memecah permen karet seperti yang dilakukan pada makanan lain, namun sistem pencernaan memiliki cara lain untuk mencernanya melalui aktivitas usus. Usus akan terus menggerakkan permen karet sehingga membuatnya melewati usus, dan keluar dari ujung sistem pencernaan.

“Hindari makanan berserat tinggi saat sedang diare”

Konsumsi serat sering kali dijadikan solusi untuk mengatasi sembelit alias sulit buang air besar. Jadi wajar bila banyak yang menganggap jika makanan tinggi serat melancarkan BAB, seharusnya ini dihindari saat Anda sedang diare. Namun ternyata, serat juga dapat membantu mengatasi diare, dengan cara menyerap kelebihan cairan di usus dan membuat tinja lebih padat.

“Banyak makan kacang bikin perut kembung”

Kacang dikenal sebagai salah satu makanan penghasil gas yang bikin perut kembung. Hal tersebut karena kacang memiliki kandungan raffinose yang tinggi dan mengandung serat larut.

Namun, kacang bukanlah penghasil gas terbanyak. Produk susu ternyata menyebabkan lebih banyak gas daripada makanan lain karena kandungan laktosa di dalamnya. Kandungan laktosa di dalam susu dapat menyulitkan sistem pencernaan untuk memprosesnya, jika tubuh Anda tidak memiliki cukup enzim laktase.

“Mengangkat benda berat busa menyebabkan hernia”

Anda mungkin sering mendengar cerita bahwa hernia biasanya terjadi pada orang yang terlalu sering mengangkat barang-barang berat. Itu adalah mitos belaka. Sebagian besar hernia justru merupakan akibat dari kelemahan otot yang sudah terjadi jauh sebelum gejala hernia muncul.

Beberapa faktor lain yang dapat melemahkan otot adalah bertambahnya usia, cedera, dan sayatan bedah. Mengangkat benda-benda berat bukanlah penyebab hernia, melainkan faktor yang dapat memperparah hernia yang sudah ada.

“Semakin banyak konsumsi serat, semakin baik untuk tubuh”

The American Dietetic Association telah merekomendasikan bahwa orang dewasa idealnya mengonsumsi serat sekitar 25 sampai 35 gram serat setiap hari, atau sekitar lima cangkir buah atau sayuran dalam sehari. Serat memang diperlukan tubuh untuk meningkatkan fungsi pencernaan, mencegah sembelit, mengatasi diare, serta memperlambat penyerapan gula dan karbohidrat.

Namun tahukah Anda jika konsumsi serat berlebihan justru dapat menimbulkan masalah untuk tubuh? Ternyata, konsumsi serat berlebih malah bisa membuat mineral dan nutrisi tertentu tak punya cukup waktu untuk diserap ke dalam sistem tubuh. Akibatnya, konsumsi serat berlebih dapat menimbulkan perut kembung dan kram perut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit