Pengobatan Gastritis, Mulai dari Perawatan Dokter Hingga Cara Alami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Radang lambung atau dikenal dengan gastritis dapat menimbulkan gejala maag yang mengganggu. Entah itu perut mulas dan mual, kembung, terus bersendawa, dan bahkan membuat feses jadi hitam. Kesemua gejala itu tentu bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Lantas, apa saja pengobatan untuk meredakan gejala gastritis dan mencegah kekambuhannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Berbagai pengobatan gastritis untuk meringankan gejala

Gastritis termasuk penyakit yang umum terjadi, namun sering kali disepelekan. Akibatnya, gejala bisa bertambah parah dan dapat menimbulkan komplikasi. Guna menghindari memburuknya gastritis, Anda bisa mengikuti beberapa pengobatan berikut, meliputi:

1. Minum obat asam lambung (pengobatan gastritis paling ampuh)

obat gastritis asam lambung

Cara paling mudah dan cepat untuk mengobati gastritis adalah dengan minum obat, baik tanpa atau dengan resep dokter.

Seperti penyebab gastritis yang beragam, obat gastritis juga demikian; banyak jenisnya dan memiliki cara kerja yang berbeda-beda.

Melansir situs Mayo Clinic, ada beberapa pilihan obat yang biasanya digunakan dalam pengobatan gastritis, seperti:

Obat untuk menetralisasi asam lambung

Kumatnya gejala gastritis umumnya disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan. Ya, asam lambung memang diperlukan untuk mencerna makanan sekaligus menjaga saluran cerna dari infeksi bakteri. Sayangnya, bila diproduksi berlebihan, lapisan lambung yang iritasi tentu akan semakin meradang sehingga menimbulkan gejala.

Pengobatan gastritis dengan obat ini bertujuan untuk menstabilkan asam lambung, sehingga gejala akan mereda. Pilihan obatnya, yaitu antasida dan Anda bisa mendapatkan obat ini tanpa resep dari dokter.

Obat untuk mengurangi produksi asam lambung

Asam lambung diproduksi oleh sel-sel di lapisan asam lambung. Agar produksinya tidak berlebihan, obat ini menjadi penghambat sel dalam memproduksi asam lambung. Alhasil, obat ini akan mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan.

Obat dengan cara kerja seperti ini adalah obat h-2 blocker, yang meliputi ranitidine, famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet HB) dan nizatidine (Axid AR).

Pengobatan gastritis dengan cara ini bisa Anda dapatkan dari obat PPI (proton pump inhibitors), seperti omeprazole (Prilosec), lansoprazole (Prevacid), rabeprazole (Aciphex), esomeprazole (Nexium), dexlansoprazole (Dexilant) dan pantoprazole (Protonix).

 Antibiotik

Selain asam lambung, peradangan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Jika ini memang penyebab gastritis, pengobatan yang paling tepat adalah antibiotik.

Antibiotik dapat mengurangi jumlah bakteri yang menginfeksi sehingga peradangan tidak akan semakin memburuk. Hanya saja, antibiotik hanya boleh diminum jika dokter meresepkan.

Pilihan antibiotik yang biasanya diresepkan untuk gastritis, yaitu clarithromycin (Biaxin) dan amoxicillin (Amoxil) atau metronidazole (Flagyl).

Sebelum mengikuti pengobatan gastritis ini, disarankan untuk memilih obat dengan dosis paling rendah lebih dahulu. Jika tidak cukup efektif meredakan gejala gastritis, barulah Anda meminta resep obat yang lebih kuat pada dokter.

2. Suplemen atau ekstrak bawang putih

obat arv retroviral untuk hiv aids gastritis

Sebuah studi tahun 2014 pada World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat mengurangi gejala gastritis.

Bawang putih yang mengandung etanol dapat mengurangi bintik-bintik peradangan yang disebabkan oleh bakteri H. pylori. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bawang putih bisa diandalkan menjadi pengobatan gastritis secara alami.

Tidak hanya dari suplemen, manfaat ini ternyata juga ada pada bawang putih mentah yang dimakan langsung. Jika Anda merasa bau khas bawang putih cukup mengganggu, kunyah selai kacang atau kurma kering setelah Anda memakannya.

3. Suplemen probiotik

suplemen glukomanan

Gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri bisa dilawan dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam perut. Itu artinya semakin stabil jumlah bakteri baik di dalam perut, gejala gastritis akan lebih cepat pulih karena pada dasarnya bakteri baik mendukung kesehatan saluran pencernaan.

Nah, Anda bisa mengikuti pengobatan gastritis ini dengan minum suplemen probiotik. Suplemen ini diformulasikan dengan bakteri yang mirip dengan bakteri baik di usus.

4. Green tea atau black tea dengan madu manuka

minum teh hijau sebelum tidur

Selain suplemen, minum secangkir teh hijau atau teh hitam dengan tambahan madu manuka, ternyata juga bisa menjadi pengobatan gastritis. Ini tercatat dalam studi tahun 2014 pada jurnal Diagnostic Microbiology And Infectious Disease

Pada studi ini dilaporkan bahwa minum teh hijau atau hitam dengan madu manuka setidaknya satu kali seminggu dapat mengurangi peradangan akibat bakteri H. pylori. Periset percaya bahwa khasiat ini didapat dari sifat antibakteri pada madu manuka.

5. Makan porsi kecil tapi sering

cara mencegah maag

Asam lambung dapat naik setelah Anda makan. Jika porsi makanan yang Anda konsumsi sangat banyak, asam lambung juga akan diproduksi dalam jumlah besar dan ini dapat memicu gejala gastritis, seperti kembung dan mual.

Agar hal ini tidak terjadi, Anda harus memerhatikan porsi makanan. Ketimbang makan dalam porsi besar sekaligus, lebih baik Anda makan dalam porsi kecil namun sering.

Selain porsi makan, pengobatan gastritis juga akan lebih efektif jika Anda mengatur jam makan dengan baik. Hindari makan menjelang waktu tidur atau telat makan.

6. Ikuti diet antiradang

makanan untuk sakit maag

Tujuan dari diet ini, yaitu mendukung pengobatan gastritis dengan menghindari berbagai makanan yang bisa menimbulkan peradangan di lapisan lambung. Ini termasuk dengan makanan pedas, makanan yang rasanya asam, dan tinggi lemak. Begitu juga dengan minuman yang mengandung kafein atau alkohol.

Sebagai gantinya, Anda disarankan untuk meningkatkan asupan makanan yang sehat, seperti sayur, buah, dan membatasi penggunaan minyak dalam mengolah makanan.

7. Berhenti merokok

obat berhenti merokok maag

Anda pasti sudah paham jika merokok tidak baik untuk kesehatan, bukan? Ini juga menjadi pantangan bagi Anda yang memiliki gastritis. Pasalnya, walaupun Anda mengikuti pengobatan gastritis dengan baik, gejalanya akan terus muncul jika Anda tetap merokok.

Rokok mengandung berbagai zat yang sifatnya iritan dan ini bisa mengiritasi lapisan lambung, bahkan memperburuk kondisinya. Jadi, sangat diwajibkan untuk berhenti merokok agar pengobatan gastritis jadi lebih efektif.

8. Tahu cara mengurangi stres

mengatasi stres dengan bernapas dalam

Stre memang tidak bisa dihindari, namun tingkatnya bisa Anda kurangi. Anda perlu tahu cara terbaik untuk mengurangi stres karena kondisi sangat berpengaruh dengan kesehatan pencernaan.

Tidak hanya produksi asam lambung, stres juga memengaruhi pergerakan usus sehingga bisa menyebabkan sembelit. Dengan tahu cara mengurangi stres, pengobatan gastritis yang Anda lakukan akan memberikan hasil yang optimal. Biasanya, stres akan berkurang ketika Anda melakukan hal yang disukai.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Obat Medis dan Alami untuk Mengatasi Gastritis

Gastritis bisa membuat perut sakit, kembung, dan feses berdarah. Berikut ini ada berbagai obat gastritis (radang lambung) yang bisa Anda pilih.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 29 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenali 7 Penyebab Gastritis, dari Infeksi Bakteri Hingga Stres

Radang lambung sering dikira muncul hanya karena makan makanan pedas. Namun, efek samping obat antinyeri Anda juga bisa jadi penyebab gastritis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 25 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Salmonellosis

Salmonellosis adalah penyakit akibat infeksi bakteri Salmonella yang menyerang usus. Bagaimana mengatasi penyakit ini? Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Sebenarnya Penyakit Panas Dalam? Simak Penjelasan dan Penyebabnya

Panas dalam ditandai dengan sakit tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah. Kondisi ini sebenarnya merupakan gejala beberapa penyakit. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 15 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gastritis adalah radang lambung

Gastritis (Radang Lambung)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
ilustrasi nyeri ulu hati, gejala gangguan lambung

Penyebab Utama Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit