Endoskopi Saluran Pencernaan Bagian Atas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu endoskopi?

Upper GI endoscopy, atau endoskopi gastrointestinal bagian atas, adalah prosedur medis untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas Anda secara visual. Saluran pencernaan yang diperiksa meliputi kerongkongan, perut, hingga usus dua belas jari.

Prosedur ini dilakukan dengan instrumen seperti kabel tipis dan fleksibel yang disebut endoskop. Bagian ujung dari endoskop dimasukkan ke dalam mulut dan perlahan didorong ke dalam kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari.

Keseluruhan saluran pencernaan bagian atas dapat diamati dan diperiksa selama prosedur medis ini. Maka dari itu, tidak jarang upper GI endoscopy (UGI) juga disebut sebagai esophagogastroduodenoscopy (EGD).

Dokter dapat mencari kemungkinan terbentuknya luka terbuka pada lambung (tukak lambung), iritasi, tumor, infeksi, atau perdarahan. Sampel jaringan pun bisa diambil (biopsi), polip dapat diangkat, dan pendarahan dapat diatasi selama prosedur ini.

Endoskopi akan mengungkapkan masalah-masalah yang mungkin Anda miliki dan tidak terdeteksi oleh pemeriksaan sinar-x. Pemeriksaan ini biasanya juga dapat mengesampingkan kemungkinan operasi pembedahan.

Tujuan

Kapan saya harus menjalani endoskopi gastrointestinal bagian atas?

Dokter Anda kemungkinan akan merekomendasikan prosedur endoskopi untuk tujuan sebagai berikut.

1. Memeriksa gejala

Endoskopi dapat membantu dokter dalam menentukan tanda-tanda dan penyebab dari suatu gangguan pencernaan. Kondisi yang diamati antara lain mual, muntah, sakit perut, sulit menelan, dan perdarahan pada saluran pencernaan Anda.

2. Mendiagnosis penyakit

Dokter dapat menggunakan endoskopi untuk mengambil sampel jaringan tubuh dalam rangka menguji terkait kemungkinan penyakit dan kondisi lainnya. Kondisi tersebut yakni anemia, perdarahan, iritasi, diare, atau kanker pada sistem pencernaan Anda.

3. Mengobati penyakit

Dokter dapat mengoperasikan alat-alat medis khusus lewat endoskop untuk langsung masalah pada sistem pencernaan secara langsung. Prosedur yang dapat dilakukan di antaranya:

  • menutup luka terbuka pada pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan,
  • melebarkan jalur kerongkongan, serta
  • mengangkat polip usus atau benda asing lainnya.

Prosedur endoskopi dapat dibarengi dengan prosedur lainnya, seperti ultrasound. Alat pemancar ultrasound (probe) akan dipasangkan pada endoskop untuk menghasilkan gambar dari dinding kerongkongan atau bagian dalam perut Anda.

Endoskopi ultrasound juga dapat membantu dokter dalam mengambil gambar dari organ-organ yang sulit dijangkau, seperti pankreas. Endoskop terbaru kini sudah dilengkapi oleh video HD guna menghasilkan rekaman gambar yang jelas dan tajam.

Beberapa endoskop bahkan dapat membantu dokter dalam mengoperasikan teknologi terbaru, seperti narrow band imaging. Teknologi pewarnaan pembuluh darah kapiler ini dapat mendeteksi kanker usus besar dengan lebih baik.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani endoskopi?

Dokter akan memberikan sejumlah arahan kepada Anda sebelum menjalani prosedur endoskopi. Anda kemungkinan akan diminta untuk berpuasa selama 4 – 8 jam agar lambung benar-benar kosong selama menjalani prosedur ini.

Jalur saluran pencernaan bagian atas Anda  akan diperiksa selama endoskopi. Dokter akan kesulitan untuk memeriksa dengan jelas jika saluran cerna tertutup makanan atau minuman. Ini sebabnya pasien harus berpuasa terlebih dulu.

Diskusikan dengan dokter Anda seputar kondisi-kondisi kesehatan yang Anda miliki. Anda juga harus memberitahu dokter apabila mengonsumsi satu atau beberapa obat berikut.

  • Aspirin atau obat-obatan yang mengandung aspirin.
  • Obat-obatan untuk radang sendi.
  • Obat-obatan antiradang nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen.
  • Obat pengencer darah.
  • Obat penurun tekanan darah.
  • Obat-obatan diabetes.

Bagaimana proses endoskopi gastrointestinal bagian atas?

Dokter menjalankan endoskopi di rumah sakit atau klinik. Pertama-tama, Anda akan dibius melalui infus yang membantu Anda untuk santai dan nyaman selama prosedur. Pada beberapa kasus, prosedur juga dapat dilakukan tanpa pembiusan.

Anda akan diberikan bius cair dalam bentuk obat kumur atau semprotan ke belakang tenggorokan. Obat bius ini akan membuat kerongkongan kebas dan mencegah refleks muntah. Petugas medis akan mengawasi tanda-tanda vital dan menjaga Anda tetap nyaman.

Anda akan diminta untuk berbaring menyamping di atas meja operasi. Dokter akan secara perlahan memasukkan endoskop ke dalam kerongkongan Anda menuju bagian dalam perut dan usus dua belas jari.

Sebuah kamera kecil yang terpasang pada endoskop akan mengirimkan video ke monitor untuk memperlihatkan dengan jelas jalur saluran pencernaan Anda. Endoskop lalu memompa udara ke dalam perut dan usus sehingga dapat terlihat dengan jelas.

Selama prosedur, dokter mungkin akan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Melakukan biopsi pada jaringan organ pencernaan Anda. Anda tidak akan merasakan biopsi tersebut.
  • Menghentikan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Melakukan prosedur medis lainnya yang dinilai perlu, misalnya melebarkan saluran pencernaan yang menyempit.

Lama prosedur biasanya berkisar antara 15 – 30 menit. Endoskop tidak mengganggu pernapasan, dan pasien umumnya akan tertidur selama prosedur.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani endoskopi?

Setelah prosedur, Anda mungkin akan menunggu di rumah sakit atau klinik selama 1 – 2 jam hingga efek obat bius hilang. Sebelum dibolehkan pulang, Anda atau anggota keluarga Anda akan menerima arahan tentang perawatan setelah prosedur.

Anda mungkin akan merasa mual dan kembung untuk sementara waktu. Rasa sakit pada tenggorokan juga kerap terjadi, dan ini sangat normal. Semua keluhan biasanya akan berangsur hilang setelah 1 – 2 hari.

Risiko dan Peringatan

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Endoskopi adalah prosedur yang sangat aman. Akan tetapi, ada pula beberapa risiko komplikasi ringan yang mungkin terjadi. Komplikasi yang langka adalah sebagai berikut.

1. Perdarahan

Risiko pendarahan setelah prosedur endoskopi akan meningkat jika melibatkan biopsi (pengambilan sampel jaringan) atau prosedur lain untuk mengobati masalah sistem pencernaan. Pada kasus-kasus langka, perdarahan tersebut mengharuskan transfusi darah.

2. Infeksi

Risiko infeksi dapat meningkat saat prosedur tambahan dilakukan sebagai bagian dari prosedur endoskopi. Meski begitu, infeksi biasanya terbilang ringan dan bisa ditangani dengan antibiotik. Antibiotik juga bisa diberikan sejak awal untuk mencegah infeksi.

3. Luka robek

Luka robek pada saluran pencernaan atas perlu ditangani dengan rawat inap di rumah sakit, serta terkadang diperlukan operasi untuk memperbaikinya. Namun, risiko ini tergolong sangat rendah, kira-kira hanya terjadi pada 3 – 5 dari 10.000 prosedur.

Anda dapat mengurangi risiko komplikasi dengan berhati hati dan selalu mengikuti aturan dokter seputar persiapan endoskopi, termasuk berpuasa dan menghentikan beberapa pengobatan tertentu.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Dokter mungkin akan mendiskusikan hasil dan temuannya segera setelah prosedur selesai. Namun, obat bius yang diberikan mungkin akan memengaruhi fokus dan daya ingat sehingga dokter perlu menunggu sampai efek sedatifnya benar-benar habis.

Hasil lainnya mungkin akan diterima setelah 2 – 4 hari pascaprosedur. Pemeriksaan untuk jenis infeksi tertentu mungkin memakan waktu hingga beberapa minggu.

Endoskopi gastrointestinal bagian atas
Normal:Kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum) terlihat normal
Abnormal:Ditemukan iritasi atau luka lecet pada kerongkongan (esofagitis), perut (gastritis), atau usus kecil
Ditemukan perdarahan, tukak, tumor, luka sobek, atau pembuluh darah yang melebar (esophageal varices) pada kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum)
Ditemukan hiatal hernia
Terdapat penyempitan pada kerongkongan
Ditemukan benda asing dalam kerongkongan, perut, dan usus dua belas jari (duodenum)

Sampel biopsi dapat diambil untuk:

  • mengetahui apakah tumor atau luka tukak yang terdeteksi mengandung sel kanker, atau
  • mengidentifikasi tipe bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).

Beberapa kondisi dapat mengubah hasil dari endoskopi gastrointestinal atas. Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai hasil-hasil abnormal yang mungkin terkait pada gejala atau tanda-tanda kondisi kesehatan Anda di masa lalu.

Apa saja yang dapat memengaruhi hasil tes?

Anda mungkin tidak dapat menjalankan endoskopi atau hasilnya mungkin tidak akan membantu banyak jika baru saja menjalankan prosedur yang menggunakan barium contrast material.

Endoskopi saluran pencernaan atas juga tidak boleh dilakukan kurang dari dua hari setelah menjalankan seri pemeriksaan yang sama (UGI) agar dokter dapat memeriksa perut dan usus kecil Anda.

Endoskopi adalah prosedur penting untuk memeriksa kesehatan organ, mendiagnosis penyakit, dan mengobati sejumlah masalah kesehatan. Sebelum menjalani endoskopi, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan manfaat terbaik dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Batuk yang tidak kunjung sembuh pasti menyiksa. Agar kondisi cepat membaik, hindari beberapa makanan dan minuman pantangan yang dilarang saat batuk ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertolongan Pertama Saat Penis Terjepit Ritsleting

Saat penis terjepit ritsleting Anda sudah pasti merasakan sakit yang teramat sangat. Namun jangan panik, berikut pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat Gusi Bengkak yang Aman dan Efektif untuk Anak-Anak

Masalah gusi bengkak pada anak tentu bikin mereka rewel hingga tak nafsu makan. Penting untuk memberikan obat gusi bengkak anak yang aman. Apa sajakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Aji Purwoko
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efek samping IUD

8 Efek Samping dari KB IUD yang Harus Dipertimbangkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tenggorokan sakit

Yakin Tenggorokan Anda Sehat? Coba Cari Tahu di Sini!

Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 1 menit