Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Ciri Perut Kembung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perut biasanya akan terasa kembung ketika Anda terlalu banyak minum air, saat sedang haid, atau ada masalah di pencernaan Anda. Umumnya, Anda akan merasakan perut yang terasa penuh seperti bergas atau adanya tumpukan cairan di dalamnya. Biasanya, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Namun, ternyata ada ciri perut kembung yang tak biasa dan bisa jadi tanda dari masalah kesehatan lain. Apa saja ciri perut kembung yang tak normal?

Ciri perut kembung yang tidak normal

1. Berat badan turun drastis

berat badan naik saat puber

Ciri perut kembung pertama yang tak biasa dan perlu diperiksakan ialah jika disertai penurunan berat badan. Jika Anda mengalami perut kembung dan penurunan berat badan yang cukup drastis maka hal ini bisa menandai penyakit celiac.

Celiac adalah kondisi saat tubuh bereaksi negatif pada gluten hingga merusak lapisan usus. Biasanya kondisi ini ditandai dengan diare dan penurunan berat badan setelah Anda mengonsumsinya. Selain itu, gejala lain yang biasanya menyertainya ialah anemia, kemerahan pada kulit, dan sakit kepala.

Jika Anda mengalami hal ini dalam jangka waktu yang cukup lama, maka segera konsultasikan ke dokter gastroenterologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes darah untuk memastikan apakah positif atau tidak.

2. Keputihan yang berbau tidak sedap

keputihan saat hamil

Perut kembung disertai keputihan yang berbau tidak sedap biasanya menjadi penanda penyakit radang panggul. Penyakit yang satu ini umumnya menyerang sekitar lima persen wanita di usia produktif (18 hingga 24 tahun).

Radang panggul muncul akibat infeksi menular seksual yang tidak diobati seperti klamidia dan gonore yang berpindah dari vagina ke tuba falopi serta rahim.

Akibatnya, Anda akan mengalami demam, panas dingin, hingga gangguan kesuburan. Namun, gejala awal yang terjadi biasanya cukup ringan seperti nyeri panggul, periode haid yang tidak teratur, dan keputihan yang berbau.

Jika hal ini Anda alami, segera konsultasikan ke dokter ginekologi. Dokter biasanya akan melakukan beberapa tes seperti tes urine dan darah. Bila positif, dokter akan melakukan ultrasound atau laparoskopi untuk melihat seberapa jauh infeksi telah menyebar di dalam tubuh.

3. Kram perut yang parah

mengatasi nyeri haid

Jika Anda mengalami perut kembung disertai kram yang parah di sisi kiri bawah perut, kemungkinan Anda mengalami diverkulitis. Diverkulitis adalah munculnya kantong kecil di bagian bawah lapisan usus besar yang kemudian meradang.

Umumnya, kondisi ini muncul pada orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun. Jika kram perut tidak lagi tertahankan maka segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes seperti tes darah, urine, dan feses untuk melihat sumber infeksi berasal.

4. BAB berdarah

BAB berdarah

Perut kembung sering kali disertai dengan BAB berdarah umumnya menjadi penanda adanya peradangan pada usus seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

Selain itu, gejala lain yang menyertainya biasanya ruam kemerahan pada kulit, kelelahan, dan pandangan menjadi buram. Jika Anda merasakan berbagai gejala ini maka konsultasikan segera ke dokter.

Untuk mengetahui kondisi Anda lebih jauh, biasanya pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan seperti tes darah, tes feses, endoskopi, bahkan biopsi jika diperlukan.

5. Nyeri panggul

penyebab nyeri panggul

Dalam kasus yang terbilang jarang, perut kembung yang disertai rasa nyeri pada panggul biasanya mengarah pada kanker ovarium. Kondisi ini mengakibatkan perasaan kenyang pada perut padahal Anda baru saja memulai makan.

Selain itu, kondisi ini juga dilanjutkan dengan rasa ingin buang air besar segera setelah makan. Biasanya hal ini disebabkan karena adanya cairan yang terkumpul di perut yang disebut asites dan tekanan dari ovarium yang membesar ke perut atau panggul.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami hal ini. Untuk mengeceknya, dokter akan melakukan berbagai tes seperti ultrasound transvaginal untuk melihat apakah ada kelebihan massa di ovarium dan tes darah CA-125.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Duodenitis

Gejala duodenitis bisa ditandai dengan nyeri perut, mual, dan feses berdarah. Ini penyebab dan cara mengobati penyakit ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 12 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Bila Anda telah melewati waktu makan, sehingga perut kosong dan keroncongan, sebaiknya hindari makan makanan pedas maupun asam. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi. Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Apa yang biasanya Anda lakukan segera setelah makan? Rebahan karena ngantuk kekenyangan? Kebiasaan buruk ini bisa bikin perut panas dan perih, lho

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dismenore

Dismenore

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
ilustrasi mengatasi perut kembung

Ragam Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung yang Cepat dan Ampuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
perut kembung setiap pagi

Perut Kembung Setiap Pagi? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
perut kembung pada anak

Mengapa Perut Kembung Sering Terjadi pada Anak? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit