Tips Traveling Bersama Bayi, Agar Perjalanan Jadi Aman dan Nyaman

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/06/2018
Bagikan sekarang

Setiap orang berhak dan butuh liburan, termasuk ibu yang mungkin baru punya bayi. Perubahan suasana sekaligus kesempatan untuk enghirup udara segar dapat sangat bermanfaat bagi Anda dan bayi Anda, bahkan di bulan-bulan pertamanya. Namun, simak dulu tips traveling dengan bayi untuk membantu Anda mempersiapkan segala sesuatunya guna menjamin kenyamanan Anda di perjalanan serta keselamatan sang buah hati.

Waktu berangkat dan pulang ikuti dengan kemauan bayi

Saat sedang beli tiket akomodasi atau merencanakan itinerari perjalanan, carilah waktu bepergian yang bersahabat dengan bayi. Jangan berangkat terlalu malam atau terlalu dini hari. Selain bisa mengganggu rutinitas bayi, waktu perjalanan ini juga bisa membuat Anda kerepotan.

Selain waktu bepergian yang pas, carilah juga tempat menginap yang cocok dan nyaman untuk bayi.

Selama jalan-jalan di kota destinasi, Anda wajib menyiapkan satu tas kecil yang bisa Anda bawa ke mana pun dan bisa masuk semua barang-barang yang bayi Anda butuhkan saat perjalanan, seperti makanan bayi, mainan, botol susu, termos, baju ganti, popok cadangan, kain lap, dan lain sebagainya.

Apa saja yang perlu disiapkan sebelum pergi traveling dengan bayi?

Selama Anda mempersiapkannya dengan baik, traveling dengan bayi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Saat kemas-mengemas barang yang perlu dibawa, buat juga daftar barang dan perlengkapan yang kira-kira akan dibutuhkan bayi saat perjalanan nanti. Apa saja yang harus dibawa tentu tergantung dari usia bayi Anda.

Mulai dengan sesuaikan kebutuhan traveling bayi seperti yang biasanya Anda persiapkan di rumah. Misalnya, baju ganti dan popok serta perlengkapan mandi. Pastikan bahan dan jenis baju bayi yang Anda bawa sesuai dengan iklim dan cuaca di tempat tujuan. Pakaian bayi harus bisa menjaga panas di saat ia berada di lokasi yang dingin, dan mengeluarkan panas ketika dia di tempat yang bercuaca panas.

Kemudian, sesuaikan jumlah pakaian gantinya dengan kota tujuan perjalanan Anda dan berapa lama Anda akan berlibur di sana.Umumnya, bayi harus memakai satu lapisan tambahan pakaian lebih dari yang Anda kenakan. Misalnya Anda hanya pakai kaos oblong, pakaikan anak Anda kaos oblong dan jaket tipis. Tentukan juga apakah Anda bisa berlibur santai hanya dengan membawa gendongan atau perlu bawa stroller.

Saat berpergian, bawalah selendang yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan privasi saat harus menyusui di luar ruangan. Bagi ibu yang sudah menyiapkan ASI perah atau susu formula untuk selama bepergian, jangan lupa juga bawa cadangan yang diperlukan, misalnya pompa cadangan, susu bubuk ekstra, botol dan dot bersih, termos, asi beku, serta alat sterilisasi untuk menghangatkan ASI yang sudah diperah.

Camilan untuk si buah hati pun jangan sampai terlupa untuk dibawa. Anda bisa membawa bubuk bubur, roti, biskuit bayi ataupun buah-buahan untuk perut si bayi. Jangan lupa juga membawa celemek bayi (bib) dan kantong plastik untuk membungkus peralatan makan bayi yang kotor. Agar lebih ringkas dan tidak makan tempat, coba kemas makanan bayi dalam toples atau tempat makan kecil.

Buat bayi tetap merasakan suasana rumah meski sedang bepergian jauh sehingga ia bisa tetap tenang dan tidak rewel. Selain hal-hal pokok di atas Anda bisa bawa mainan anak atau menyetel lagu anak-anak yang ia suka sepanjang perjalanan agar bayi terhibur.

Untuk tahu lebih lengkapnya, Anda bisa melipir ke laman daftar perlengkapan bayi yang wajib dibawa saat berlibur.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Artikel dari ahli Arinda Veratamala, S.Gz

Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi, apa sih dampaknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
kebutuhan zat besi bayi

Makanan Padat Bayi Sebaiknya yang Seperti Apa?

Bayi yang tadinya biasa menerima makanan dalam bentuk cair (ASI), harus belajar menerima makanan padat. Nah, makanan padat bayi sebaiknya yang seperti apa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan padat untuk aanak

Bayi Baru Belajar Makan, Berapa Banyak Porsi yang Harus Diberikan?

Memberi makanan pertama bayi merupakan tantangan khusus bagi ibu. Salah-salah, asupan gizi bayi bisa kurang. Nah, berapa banyak sebaiknya bayi diberi makan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
makanan pertama bayi
READ MORE FROM Arinda Veratamala, S.Gz
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...

Direkomendasikan untuk Anda

MPASI bayi

4 Tips Mempersiapkan MPASI Bayi untuk Bepergian

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/08/2018