Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda panik, kaget, bingung dan malu, ketika Anda mengetahui anak Anda melakukan mastubrasi. Kondisi ini cukup banyak dialami para orang tua, sehingga wajar jika Anda bingung harus berbuat apa terlepas dari pendidikan seks dini yang memang harus diajarkan kepada anak.

Bermain dengan kelaminnya, atau masturbasi, dilakukan anak sebagai sarana untuk mengenal tubuh dan memang sifatnya alamiah. ”Jika menemukan anak Anda sedang masturbasi, jangan marah malu atau bingung. Masturbasi adalah perilaku yang normal,” ucap dokter anak dr. Dina Kulik, dikutip dari Huffington Post.

Anak usia sekolah dasar hingga praremaja memang sedang banyak belajar, banyak yang belum diketahui tentang dirinya sendiri, termasuk organ tubuh yang dimiliki. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti di dunia memang menemukan, bahwa usia masturbasi pada anak semakin lama semakin dimulai dari usia sangat muda. Sayangnya, hasil penelitian ini sulit sekali untuk dipublikasikan karena berbagai macam alasan politis.

Apa yang harus orangtua lakukan saat melihat anak masturbasi?

1. Jangan panik

Panik bukanlah tindakan yang tepat, mengingat masturbasi adalah hal yang normal dilakukan. Pada dasarnya, masturbasi tidak menyebabkan kerusakan fisik, tidak menimbulkan risiko kesehatan, dan tidak berarti anak Anda akan berubah menjadi maniak seks. Anak akan bereaksi lebih jauh jika Anda panik. Coba pahami, bahwa anak Anda juga manusia dan punya nafsu birahi yang baru tumbuh.

Jika anak Anda masturbasi terus-menerus atau berlebihan, mungkin ada penyebab lain seperti merasa cemas, emosional terganggu, atau tidak mendapatkan perhatian yang cukup di rumah. Lebih baik Anda berkonsultasi pada dokter.

2. Abaikan namun tetap perhatikan

Anda mungkin mengatakan kepada anak, bahwa alat kelaminnya hanya untuk dia dan hanya dia yang boleh menyentuhnya. Banyak orang tua berusaha menjelaskan hal ini untuk mencegah anak dari pelecehan seksual. Jika ini terjadi pada saat hanya ada Anda dan anak saja, coba abaikan sejenak. Namun tetap pantau diam-diam. Dari perilaku ini, Anda dapat menyimpulkan faktor dan kondisi dari mana dan mengapa anak Anda masturbasi.

Coba bicarakan sebaik mungkin dengan anggota keluarga terdekat lain untuk memberikan reaksi serupa jika mengetahui anak memainkan alat kelaminnya. Agar anak Anda dapat lebih memahami tentang bagaimana dan kapan ia berurusan dengan alat kelaminnya.

3. Alihkan perhatiannya

Bagi si kecil, waktu terbaik untuk masturbasi tidak bisa dijadwalkan seperti orang dewasa pada umumnya. Perilaku ini mungkin dilakukannya saat ada banyak orang di sekeliling Anda dan anak. Cara untuk mengantisipasinya bisa dilakukan dengan mengalihkan perhatian anak Anda. Mengajaknya bermain, memberi kue atau camilan kering, atau jika Anda tidak tahan, Anda bisa membawanya ke tempat yang lebih sepi dan bicarakan bahwa waktu dan tempatnya, bukan saat yang tepat untuk anak memainkan alat kelaminnya.

Bicarakan dengan halus dan lembut, katakan bahwa ini hal yang bisa dilakukan dan dilihat oleh dirinya sendiri. Tujuan dari hal ini adalah bagaimana Anda mampu membuat perhatian si anak teralihkan dari kelaminnya.

4. Buat anak Anda beraktivitas lebih

Saat anak memasuki usia sekolah, di sekolah, anak akan lebih banyak melakukan aktivitas fisik seperti bermain lari-larian, memanjat, dan lain-lain. Dengan demikian, bukan berarti boleh dibiarkan saja ketika si prasekolah sedang memainkan alat kelaminnya. Sama, dengan metode mengalihkan. Metode ini, berpotensi membuat anak sibuk dengan hal lebih manfaat, jadi Anak bisa teralihkan dari kelaminnya.

Mengingat kecenderungan manusia untuk mengulang-ulang suatu perilaku atau perbuatan yang menyenangkan, bukan tak mungkin akhirnya menjadi kebiasaan.

Kesimpulan

Anda tak perlu khawatir jika mendapati putra atau putri sedang memegang atau memainkan alat kelaminnya karena perilaku ini merupakan bagian dari konsekuensi proses perkembangan yang dialaminya. Yang penting, bagaimana kita menyikapinya secara bijaksana sehingga dapat memenuhi rasa keingintahuannya. Orangtua hendaknya mempersiapkan diri dengan menambah pengetahuan untuk menghadapi pertanyaan dan sikap mengenai perilaku seksual yang mungkin akan dilakukan anak, sehingga anak dapat memperoleh jawaban yang memuaskan dan benar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ada banyak manfaat masturbasi untuk perempuan, salah satunya meredakan nyeri perut saat PMS. Tapi masturbasi tak boleh sembarangan, bagaimana caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Sekecil apapun bahaya cyber bullying tidak bisa dianggap remeh. Lambat laun, penindasan di dunia maya ini bisa berisiko pada tindakan bunuh diri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Psikologi 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pria sulit menangis

Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit