Posisi Tidur Seperti Apa yang Paling Baik untuk Bayi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Agustus 16, 2017
Bagikan sekarang

Sebagian besar waktu bayi memang dihabiskan untuk tidur. Bayi yang berusia 0-3 bulan biasanya tidur selama 16-20 jam per hari. Meski begitu, tidak hanya sekedar kuantitas saja, tapi tidur bayi pun juga harus berkualitas. Layaknya orang dewasa, sebelum pulas tertidur biasanya bayi akan membolak-balikkan tubuhnya untuk mencari posisi tidur  yang menurutnya paling nyaman. Mengingat si kecil sedang dalam masa yang rentan, sangat penting untuk memperhatikan posisi tidur bayi Anda.

Posisi tidur bayi yang salah bisa berisiko fatal

Posisi tidur bayi di bawah usia 6 bulan harus menjadi perhatian utama setiap orangtua. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan risiko si kecil mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom bayi meninggal mendadak.

Ini pun sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics. Mereka menemukan bahwa lingkungan tidur yang aman dan posisi tidur yang tepat akan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak, sesak napas, dan kesulitan bergerak. Jadi, itu sebabnya sebagai orang tua Anda harus selalu memperhatikan posisi tidur si kecil untuk meminimalisir berbagai macam risiko yang sudah disebutkan tadi.

Posisi tidur telentang

Posisi tidur bayi telentang adalah posisi yang sangat umum. Biasanya posisi ini akan dialami oleh bayi yang berusia sekitar 0 hingga 3 bulan. Pasalnya, pada usia tersebut bayi belum mampu untuk berguling. The US National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) melabeli posisi terlentang sebagai posisi tidur terbaik untuk bayi. Bahkan sangat direkomendasi bagi bayi untuk tidur dengan posisi terletang sampai 6 bulan pertama.

Posisi tidur telentang untuk bayi terbukti dapat meminimalisir sindrom kematian bayi mendadak sebanyak 50 persen. Namun, jika terlalu lama berada pada posisi tidur telentang bisa menyebabkan plagiocephaly, atau dalam bahasa kesehariannya disebut “kepala peyang”.

Untuk menjaga bentuk kepala bayi agar terhindar dari kepala peyang, maka ubah posisi tidur secara bergantian menghadap kiri dan kanan serta bayi diposisikan tengkurap pada saat bermain. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bantal kepala khusus yang sering disebut “bantal peyang”. Fungsi bantal ini yakni untuk menjaga bentuk kepala bayi.

Posisi tidur miring

Beberapa ibu mungkin sering membiarkan bayinya tidur dengan posisi yang miring. Padahal, posisi tidur miring bisa membahayakan kesehatan buah hati Anda, lho! Bayi yang tidur dengan posisi miring memungkinkan untuk bergerak dan seringnya akan berakhir dengan posisi tidur tengkurap, yang membuat perut bayi Anda berada di bawah tubuhnya. Nah, hal yang akan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) secara signifikan.

Posisi tidur tengkurap

Posisi tidur yang satu ini sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Pasalnya menurut data secara statistik menyebutkan sindrom bayi meninggal secara mendadak banyak sekali terjadi pada bayi yang tidur dengan posisi tengkurap. Penyebab sindrom bayi meninggal secara mendadak ini secara signifikan disebabkan karena wajah bayi yang terlalu dekat dengan kasur yang secara tidak langsung membuat si bayi mengalami masalah pernapasan karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Hal yang yang harus diperhatikan selain posisi tidur bayi

Selain posisi tidur, ada hal lain yang juga harus perhatikan, di antaranya:

  • Menjaga suhu kamar agar si kecil bisa tidur dengan nyaman.
  • Menempatkan bayi di dalam ruangan yang memiliki ventilasi yang baik.
  • Menjauhkan semua mainan dan boneka dari tempat tidur bayi Anda.
  • Gunakan pakaian tidur dan penutup lainnya sebagai pengganti selimut.
  • Menjaga kebersihan tempat tidur dengan rutin mengganti sprei dan sarung bantal gulingnya. Bahkan, jika perlu Anda juga rutin menjemur bantal guling si kecil di bawah matahari. 

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara Maret 14, 2020

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting Februari 27, 2020

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting Februari 22, 2020

5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Saat anak sakit perut, banyak orangtua menganggap sepele. Padahal, tak seperti pada orang dewasa, sakit perut si kecil bisa berarti banyak hal.

Ditulis oleh Priscila Stevanni
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak Desember 11, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 10, 2020
Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang April 11, 2020
Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 27, 2020
5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Maret 16, 2020