11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO), pneumonia pada anak merupakan penyebab 16 persen kematian anak-anak balita pada tahun 2015. Pneumonia pada anak bahkan diklaim merupakan penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Apa itu pneumonia?

Pneumonia adalah kondisi di mana salah satu paru-paru Anda mengalami peradangan. Penyebabnya dapat disebabkan oleh banyak hal seperti jamur, bakteri, dan virus. Namun sebagian besar kasus pneumonia umumnya disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada paru-paru Anda. Umumnya gejala pneumonia berkembang dalam waktu satu hingga dua hari, lalu mengalami perlambatan setelah beberapa hari.

Infeksi ini diawali dengan mengganggu sistem pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) Anda. Lalu infeksi tersebut akan berpindah menuju paru-paru yang kemudian menghambat pergerakan udara dalam paru-paru. Kondisi ini akan membuat Anda makin mengalami kesulitan dalam bernapas.

Sebagian besar pneumonia dapat ditangani hingga sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu (pneumonia karena virus umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama). Namun kondisi Anda tentu akan lebih buruk bila pneumonia yang Anda alami dibarengi dengan keberadaan penyakit lain dalam tubuh Anda.

Gejala pneumonia pada anak

Agak berbeda dengan pneumonia secara umum, pneumonia pada anak justru pada beberapa kasus tidak ditandai dengan peningkatan tempo pernapasan, terutama bila pneumonia tersebut menyerang paru-paru bagian bawah. Gejala yang terjadi umumnya justru demam, muntah-muntah, serta nyeri pada perut bagian bawah.

Beberapa gejala lain yang menandakan anak Anda diserang pneumonia antara lain:

  • Demam
  • Batuk, yang mungkin kering dan mungkin juga berdahak diikuti dengan lendir atau mukus berwarna hijau atau kuning
  • Bernapas dengan nada yang tinggi
  • Kesulitan bernapas, umumnya anak Anda tetap akan merasakan kesulitan bernapas bahkan saat ia tengah beristirahat
  • Muntah-muntah
  • Rasa nyeri pada bagian dada
  • Nyeri pada perut yang bisa terjadi karena usaha anak Anda yang terlalu keras untuk bernapas dengan normal
  • Penurunan aktivitas
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pada kondisi yang lebih parah warna bibir dan kuku anak Anda akan membiru
  • Berkeringat

Bagaimana mencegah pneumonia pada anak?

Pada usia anak-anak, pneumonia dapat dicegah dengan rutin mendapatkan vaksin yang biasanya akan diberikan sejak usianya kira-kira berusia dua bulan. Tapi seperti yang telah disebutkan di atas, pneumonia akan berdampak lebih buruk saat serangannya datang berbarengan dengan penyakit lain. Terlebih bila penyakit penyerta merupakan penyakit kronis yang datangnya kambuhan seperti jantung atau asma.

Meskipun pneumonia bukan merupakan penyakit menular, namun mikroorganisme yang menyebabkan penyakit ini mampu menyebar melalui tetesan air saat bersin maupun batuk. Sehingga sebaiknya anak Anda:

  • Menutup mulut setiap kali seseorang dengan pneumonia batuk maupun bersin didekatnya
  • Mencuci tangan dengan sabun, untuk mencegah penyebaran bakteri maupun virus apapun.

Beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan peluang anak Anda terserang pneumonia. Kondisi tersebut seperti tinggal pada wilayah dengan tingkat polusi yang tinggi dan padat serta memiliki orang tua seorang perokok aktif.

Anda punya anak atau kerabat yang pernah sembuh dari pneumonia? Silakan ikuti lomba anak sehat dalam rangka hari pnemumonia sedunia 2020. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Salah membedong bayi bisa menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome alias kematian bayi mendadak saat tidur. Bagaimana cara bedong bayi yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit