11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/08/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO), pneumonia pada anak merupakan penyebab 16 persen kematian anak-anak balita pada tahun 2015. Pneumonia pada anak bahkan diklaim merupakan penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Apa itu pneumonia?

Pneumonia adalah kondisi di mana salah satu paru-paru Anda mengalami peradangan. Penyebabnya dapat disebabkan oleh banyak hal seperti jamur, bakteri, dan virus. Namun sebagian besar kasus pneumonia umumnya disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada paru-paru Anda. Umumnya gejala pneumonia berkembang dalam waktu satu hingga dua hari, lalu mengalami perlambatan setelah beberapa hari.

Infeksi ini diawali dengan mengganggu sistem pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) Anda. Lalu infeksi tersebut akan berpindah menuju paru-paru, yang kemudian menghambat pergerakan udara dalam paru-paru, sehingga Anda akan semakin mengalami kesulitan dalam bernapas. Sebagian besar pneumonia dapat ditangani hingga sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu (pneumonia karena virus umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama). Namun kondisi Anda tentu akan lebih buruk bila pneumonia yang Anda alami dibarengi dengan keberadaan penyakit lain dalam tubuh Anda.

Gejala pneumonia pada anak

Agak berbeda dengan pneumonia secara umum, pneumonia pada anak justru pada beberapa kasus tidak ditandai dengan peningkatan tempo pernapasan, terutama bila pneumonia tersebut menyerang paru-paru bagian bawah. Gejala yang terjadi umumnya justru demam, muntah-muntah serta nyeri pada perut bagian bawah.

Beberapa gejala lain yang menandakan anak Anda diserang pneumonia antara lain:

  • Demam,
  • Batuk, yang mungkin kering dan mungkin juga berdahak diikuti dengan lendir atau mukus berwarna hijau atau kuning.
  • Bernapas dengan nada yang tinggi,
  • Kesulitan bernapas. Umumnya anak Anda tetap akan merasakan kesulitan bernapas bahkan saat ia tengah beristirahat.
  • Muntah-muntah,
  • Rasa nyeri pada bagian dada.
  • Nyeri pada perut yang bisa terjadi karena usaha anak Anda yang terlalu keras untuk bernapas dengan normal.
  • Penurunan aktivitas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pada kondisi yang lebih parah warna bibir dan kuku anak Anda akan membiru.
  • Berkeringat

Bagaimana mencegah pneumonia pada anak?

Pada usia anak-anak, pneumonia dapat dicegah dengan rutin mendapatkan vaksin yang biasanya akan diberikan sejak usianya kira-kira berusia dua bulan. Tapi seperti yang telah disebutkan di atas, pneumonia akan berdampak lebih buruk saat serangannya datang berbarengan dengan penyakit lain. Terlebih bila penyakit penyerta merupakan penyakit kronis yang datangnya kambuhan seperti jantung atau asma.

Meskipun pneumonia bukan merupakan penyakit menular, namun mikroorganisme yang menyebabkan penyakit ini mampu menyebar melalui tetesan air saat bersin maupun batuk. Sehingga sebaiknya anak Anda:

  • Menutup mulut setiap kali seseorang dengan pneumonia batuk maupun bersin didekatnya
  • Mencuci tangan dengan sabun, untuk mencegah penyebaran bakteri maupun virus apapun.

Beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan peluang anak Anda terserang pneumonia. Kondisi tersebut seperti tinggal pada wilayah dengan tingkat polusi yang tinggi dan padat serta memiliki orangtua seorang perokok aktif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit
bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit