Berbagai Penyebab Anak Mengalami Pubertas Dini

Oleh

Peralihan masa anak-anak ke remaja atau dikenal dengan istilah pubertas ditandai dengan perubahan fisik dan mental anak. Meskipun pertumbuhan merupakan hal yang baik bagi anak-anak, namun pubertas yang terlalu cepat atau dini merupakan suatu hal yang tidak wajar. Pubertas dini kemungkinan merupakan suatu pertanda dari masalah kesehatan yang dialami anak dan dapat berdampak pada kesehatan anak.

Apa itu pubertas dini?

Pubertas terjadi pada usia yang bervariasi. Pada anak perempuan proses pubertas dimulai sekitar umur 8-13 tahun, sedangkan pada laki-laki pada umur 9-14 tahun. Pubertas  diawali dengan aktivitas otak yang memicu kelenjar reproduksi untuk menghasilkan hormon seks dan menyebabkan perubahan fisik. Anak dikatakan mengalami pubertas dini atau pubertas prekoks apabila ia mengalami ciri-ciri masa pubertas lebih awal sebelum memasuki usia pubertas. Hal ini merupakan pertumbuhan abnormal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak pada masa mendatang.

Pubertas dini dikenal memiliki dua jenis perkembangan yang berbeda, yaitu:

  1. Pubertas dini sentral – merupakan jenis pubertas dini yang umum terjadi dan ditandai dengan sekresi hormon gonad oleh kelenjar pituitari di otak yang terlalu cepat, sehingga memicu aktivitas testis dan ovarium untuk memproduksi hormon seks dan menyebabkan proses pubertas terjadi lebih awal.
  2. Pubertas dini perifer – merupakan jenis pubertas dini yang jarang terjadi. Hal ini ditandai dengan produksi hormon seks oleh organ reproduksi namun tanpa aktivitas kelenjar otak. Hal ini merupakan pertanda adanya masalah pada organ reproduksi, kelenjar adrenal, atau kelenjar tiroid yang tidak aktif.

Apa tanda-tanda anak mengalami pubertas dini?

Hal terpenting dalam proses pubertas dini adalah perkembangan organ reproduksi anak yang terjadi sebelum usia pubertas. Namun hal ini tetap sulit untuk didiagnosis dengan tepat karena terdapat tanda perubahan fisik lainnya yang menyerupai pubertas dini. Perubahan fisik seperti perkembangan payudara lebih awal (premature thelarche) dan pertumbuhan rambut di permukaan ketiak atau pubis (premature pubarche) bukanlah tanda yang signifikan untuk menunjukan anak mengalami pubertas dini.

Ciri pubertas utama pada perempuan dapat dikenali dengan adanya siklus menstruasi pertama kali, sedangkan pada laki-laki kondisi fisik yang muncul biasanya berupa perubahan ukuran penis dan testis, serta munculnya rambut halus di sekitar wajah.

Apa yang menyebabkan anak mengalami pubertas dini?

Penyebab pubertas dini pada seorang akan sulit untuk diketahui, namun dapat dibedakan berdasarkan jenis perkembangan pada pubertas dini sentral atau perifer.

Penyebab pubertas dini sentral

Pubertas dini sentral melibatkan peran otak sebagai pemicu organ reproduksi untuk menghasilkan hormon seksual. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai gangguan pada sistem saraf pusat dan menjadi pemicu terjadinya pubertas dini. Beberapa gangguan tersebut antara lain:

  • Tumor pada otak atau saraf tulang belakang.
  • Cacat pada otak kongenital seperti kondisi hydrocephalus atau tumor non-kanker.
  • Efek paparan radiasi pada otak atau tulang belakang.
  • Luka pada pada otak atau tulang belakang.
  • Sindroma McCune-Albright – suatu kelainan genetik yang mempengaruhi warna tulang dan kulit serta memicu gangguan hormon.
  • Congenital adrenal hyperplasia – kelainan genetik yang menyebabkan ganggguan produksi hormon dari kelenjar adrenal.
  • Gangguan hipotiroid – kondisi yang disebabkan kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup.

Penyebab pubertas dini perifer

Pada pubertas dini perifer yang tidak melibatkan sistem saraf pusat, gangguan hormonal dan organ reproduksi merupakan penyebab utamanya. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan pubertas dini perifer adalah:

  • Tumor pada kelenjar adrenal.
  • Sindroma McCune-Albright.
  • Paparan hormon estrogen atau testosterone dari obat-obatan
  • Kista dan tumor pada ovarium anak perempuan
  • Adanya tumor pada sel dari organ penghasil sperma atau hormon testosterone pada laki-laki.
  • Mutasi genetik pada kelenjar gonad bayi laki-laki sehingga menyebabkan produksi testosterone sudah dimulai pada usia 1-4 tahun.

Faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami pubertas dini?

Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan anak mengalami pubertas dini:

  • Anak perempuan lebih berisiko mengalami pubertas dini.
  • Kondisi obesitas memicu anak perempuan memiliki sel lemak yang sudah cukup untuk pubertas meskipun usianya masih terlalu dini untuk mengalami pubertas.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon seks.
  • Komplikasi dari berbagai gangguan hormon adrenal dan tiroid yang disebabkan faktor genetik.
  • Kerusakan atau infeksi yang disebabkan oleh operasi atau terapi dengan radiasi.

Apa dampaknya pada anak jika mengalami pubertas dini ?

Ketidaksiapan tubuh untuk mengalami pubertas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan pada anak, akibatnya pertumbuhan fisik dan mentalnya menjadi tidak optimal. Dampak pubertas dini secara fisik adalah pertumbuhan badan yang cenderung pendek. Anak yang mengalami pubertas dini mungkin mengalami pertambahan tinggi badan yang cepat pada awalnya, namun saat dewasa ia memiliki tinggi badan di bawah normal untuk individu seusianya. Penanganan dini dibutuhkan untuk mengatasi perkembangan tinggi badan pada anak yang mengalami pubertas dini.

Pubertas dini juga akan menyebabkan anak sulit beradaptasi secara emosional dan sosial. Masalah kepercayaan diri atau merasa kebingungan paling sering dialami oleh anak perempuan yang mengalami pubertas dini karena perubahan fisiknya. Selain itu, perubahan perilaku dapat terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan akibat perubahan mood, dan cenderung lebih cepat marah. Anak laki-laki dapat cenderung menjadi agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya.

Berbagai kemungkinan penyakit serius merupakan penyebab anak Anda mengalami pubertas dini, dampak perkembangan pada anak juga masih dapat dirasakan saat anak beranjak dewasa. Oleh karena itu, penanganan sedini mungkin diperlukan untuk menangani efek dari pubertas dini pada anak. Jika Anda menemukan berbagai tanda pubertas dini pada anak Anda, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca