Tips Merawat Si Kecil yang Sakit Pilek dan Flu Supaya Cepat Sembuh

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/04/2020
Bagikan sekarang

Anak kecil “langganan” sakit karena memang sistem kekebalan tubuh mereka belum matang sempurna. Ditambah lagi, penyakit seperti pilek dan flu menyebar sangat mudah ketika musim pancaroba tiba. Lantas kalau anak sakit pilek dan flu, bagaimana cara terbaik untuk merawatnya agar si kecil kesayangan kembali ceria lagi?

Tips jitu merawat anak sakit pilek atau flu

Merawat anak yang sakit bukanlah pekerjaan yang mudah. Saat sakit flu atau pilek, orang dewasa dapat mengandalkan dirinya sendiri untuk memulihkan kesehatan tubuh. Mereka tahu kapan waktu makan, istirahat, dan minum obat.

Berbeda dengan anak-anak yang cenderung rewel dan susah makan sehingga mengharuskan Anda siap siaga setiap kali ia membutuhkan pertolongan.

Agar anak cepat pulih dari pilek atau batuk, cara Anda dalam merawat anak harus benar dan tepat. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika merawat anak sakit pilek atau flu. antara lain:

1. Bedakan antara pilek dengan flu

batuk pada anak

Pilek atau flu adalah penyakit yang berbeda, namun menyerang bagian tubuh yang sama, yaitu saluran pernapasan. Untuk mengetahui perbedaan antara pilek dan flu, Anda perlu memerhatikan apa saja gejalanya.

Gejala pilek dianggap lebih ringan dibanding dengan flu; meliputi sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan kadang berair, batuk, dan juga demam. Sementara flu cenderung disertai nyeri otot (pegal linu), sakit kepala, diare, atau mual dan muntah.

2. Selalu cek suhu tubuhnya saat demam

sakit kepala pada anak

 Dibanding orang dewasa, anak-anak lebih sering demam jika sedang sakit pilek atau flu. Demam ini menunjukkan bahwa tubuh sedang bereaksi dengan adanya infeksi virus flu atau pilek.

Jika demam anak terjadi lebih dari 3 hari dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 38º celcius, jangan tunda untuk membawa si kecil ke dokter. Dokter akan membantu Anda memastikan apakah penyakit flu atau pilek sudah menyebabkan kondisi yang lebih serius atau tidak.

3. Beri obat yang sesuai gejala

Perlukah Minum Antibiotik Untuk Batuk dan Pilek?

Gejala flu dan pilek tidak jauh berbeda sehingga obat yang diberikan umumnya sama, seperti paracetamol atau dekongestan untuk meredakan demam dan hidung tersumbat. Obat-obatan tersebut dapat Anda dapatkan dengan mudah di apotek. Sayangnya, banyak produk yang memilki khasiat multiguna, misalnya meredakan pilek dan batuk.

Jika hidung anak tersumbat, lebih baik memilih obat yang khusus meredakan hidung tersumbat. Tidak perlu obat yang diformulasikan untuk batuk atau gejala lainnya. Dengarkan anjuran dokter atau baca aturan pakai obat pada kemasan dengan cermat sebelum obat diberikan pada anak.

4. Pastikan asupan cairan tercukupi

tidak suka air putih

Pilek dan  flu membuat lendir jadi lebih kental dan menyumbat saluran pernapasan. Untuk mengatasinya, banyak minum air putih bisa membantu mengencerkan ekstra lendir yang mengental. Anda juga bisa menyajikan minuman hangat, seperti teh hangat dengan campuran lemon untuk melegakan pernapasan anak.

Minuman elektrolit juga bisa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang karena ia tidak nafsu makan. Namun, berikan minuman ini sesekali saja jangan terlalu banyak.

5. Pastikan ia cukup istirahat

Istirahat membantu anak cepat pulih dari penyakit. Meski tubuhnya sudah mulai membaik, jangan biarkan anak kelelahan beraktivitas. Jadi, selalu sempatkan waktu tidur siang setelah sekolah. Selain itu, selama masa pemulihan jauhkan saudaranya yang lain agar tidak tertular.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO meningkatkan kewaspadaan masyarakat, termasuk orangtua. Bagaimana menjelaskan COVID-19 ke anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 16/03/2020

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Apa Efek Coronavirus pada Anak?

Coronavirus memang menjadi pusat perhatian saat ini. Akan tetapi, apakah risiko coronavirus pada anak sama dengan orang dewasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 26/01/2020

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
flu pada anak

Kapan Harus Menemui Dokter Spesialis Saat Flu Anak Tak Kunjung Sembuh

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
mencegah anak shopaholic

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020