Tips Merawat Si Kecil yang Sakit Pilek dan Flu Supaya Cepat Sembuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak kecil “langganan” sakit karena memang sistem kekebalan tubuh mereka belum matang sempurna. Ditambah lagi, penyakit seperti pilek dan flu menyebar sangat mudah ketika musim pancaroba tiba. Lantas kalau anak sakit pilek dan flu, bagaimana cara terbaik untuk merawatnya agar si kecil kesayangan kembali ceria lagi?

Tips jitu merawat anak sakit pilek atau flu

Merawat anak yang sakit bukanlah pekerjaan yang mudah. Saat sakit flu atau pilek, orang dewasa dapat mengandalkan dirinya sendiri untuk memulihkan kesehatan tubuh. Mereka tahu kapan waktu makan, istirahat, dan minum obat.

Berbeda dengan anak-anak yang cenderung rewel dan susah makan sehingga mengharuskan Anda siap siaga setiap kali ia membutuhkan pertolongan.

Agar anak cepat pulih dari pilek atau batuk, cara Anda dalam merawat anak harus benar dan tepat. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika merawat anak sakit pilek atau flu. antara lain:

1. Bedakan antara pilek dengan flu

batuk pada anak

Pilek atau flu adalah penyakit yang berbeda, namun menyerang bagian tubuh yang sama, yaitu saluran pernapasan. Untuk mengetahui perbedaan antara pilek dan flu, Anda perlu memerhatikan apa saja gejalanya.

Gejala pilek dianggap lebih ringan dibanding dengan flu; meliputi sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan kadang berair, batuk, dan juga demam. Sementara flu cenderung disertai nyeri otot (pegal linu), sakit kepala, diare, atau mual dan muntah.

2. Selalu cek suhu tubuhnya saat demam

sakit kepala pada anak

 Dibanding orang dewasa, anak-anak lebih sering demam jika sedang sakit pilek atau flu. Demam ini menunjukkan bahwa tubuh sedang bereaksi dengan adanya infeksi virus flu atau pilek.

Jika demam anak terjadi lebih dari 3 hari dengan suhu tubuh mencapai lebih dari 38º celcius, jangan tunda untuk membawa si kecil ke dokter. Dokter akan membantu Anda memastikan apakah penyakit flu atau pilek sudah menyebabkan kondisi yang lebih serius atau tidak.

3. Beri obat yang sesuai gejala

Perlukah Minum Antibiotik Untuk Batuk dan Pilek?

Gejala flu dan pilek tidak jauh berbeda sehingga obat yang diberikan umumnya sama, seperti paracetamol atau dekongestan untuk meredakan demam dan hidung tersumbat. Obat-obatan tersebut dapat Anda dapatkan dengan mudah di apotek. Sayangnya, banyak produk yang memilki khasiat multiguna, misalnya meredakan pilek dan batuk.

Jika hidung anak tersumbat, lebih baik memilih obat yang khusus meredakan hidung tersumbat. Tidak perlu obat yang diformulasikan untuk batuk atau gejala lainnya. Dengarkan anjuran dokter atau baca aturan pakai obat pada kemasan dengan cermat sebelum obat diberikan pada anak.

4. Pastikan asupan cairan tercukupi

tidak suka air putih

Pilek dan  flu membuat lendir jadi lebih kental dan menyumbat saluran pernapasan. Untuk mengatasinya, banyak minum air putih bisa membantu mengencerkan ekstra lendir yang mengental. Anda juga bisa menyajikan minuman hangat, seperti teh hangat dengan campuran lemon untuk melegakan pernapasan anak.

Minuman elektrolit juga bisa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang karena ia tidak nafsu makan. Namun, berikan minuman ini sesekali saja jangan terlalu banyak.

5. Pastikan ia cukup istirahat

Istirahat membantu anak cepat pulih dari penyakit. Meski tubuhnya sudah mulai membaik, jangan biarkan anak kelelahan beraktivitas. Jadi, selalu sempatkan waktu tidur siang setelah sekolah. Selain itu, selama masa pemulihan jauhkan saudaranya yang lain agar tidak tertular.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Dahak yang menumpuk di tenggorokan bisa membuat anak Anda tidak nyaman. Berikut cara alami yang dapat membantu menghilangkan dahak pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Parenting, Tips Parenting 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Bayi Menangis Terus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena belum bisa berbicara, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Apa saja penyebab bayi menangis dan bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengulik Tahapan Perkembangan Emosi Anak Usia 6-9 Tahun

Kemampuan dalam mengelola emosi perlu ditumbuhkan dalam diri anak sejak kecil. Sudah tahukah Anda tahapan perkembangan emosi anak usia 6-9 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
pendidikan montessori

Mengenal Metode Pendidikan Montessori: Membebaskan Anak untuk Bereksplorasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mengajari anak gosok gigi

6 Cara Efektif Mengajarkan Anak Gosok Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
bakat anak

Tips Mencari Tahu dan Mengembangkan Bakat Anak

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit