Awas! Mengguncang Bayi Terlalu Keras Bisa Merusak Otaknya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Sering kali bayi menangis dan rewel tanpa henti, kemudian Anda mencoba berbagai cara untuk menenangkannya, seperti menggendong, mengayun-ayun, atau mengguncang bayi. Namun tahukah Anda upaya menenangkan bayi menangis tersebut ternyata dapat membuat si bayi mengalami shake baby syndrome

Apa itu shaken baby syndrome?

Shaken baby syndrome adalah cedera kepala yang terjadi akibat kekerasan pada bayi dan balita (baik sengaja maupun tidak sengaja) dan menyebabkan bayi mengalami cedera otak serius. Sindrom ini dapat terjadi karena para orangtua atau pengasuh mengayun atau mengguncang bayi terlalu kuat, sehingga menyebabkan bayi mengalami cedera pada otak. 

Bayi masih memiliki jaringan otak yang lunak dan otot leher yang lemah. Selain itu, pembuluh darah mereka juga masih sangat halus. Mengguncang bayi dengan keras, walaupun tanpa sengaja, akan mengakibatkan guncangan pada otak dan memicu memar, perdarahan, serta bengkak di otak. Bahkan guncangan yang terlalu keras dapat mengakibatkan bayi mengalami patah tulang, kerusakan mata, patah tulang belakang serta leher.

Shaken baby syndrome atau cedera kepala bayi akibat guncangan yang terlalu keras dapat terjadi pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, tetapi bukan tidak mungkin hal ini bisa terjadi pada anak hingga ia berusia 5 tahun. Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi, sindrom ini dialami oleh bayi yang berusia 6 sampai 8 minggu, ketika bayi menangis dan rewel sangat sering.

Apa saja gejala dan tanda bayi mengalami shaken baby syndrome?

Jika anak Anda mengalami shaken baby syndrome maka gejala yang biasanya terjadi adalah:

  • Susah untuk bangun
  • Mengalami tremor di seluruh badan
  • Kesusahan untuk bernapas
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Kejang-kejang
  • Koma

Tindakan seperti apa yang bisa menyebabkan bayi mengalami shaken baby syndrome?

Shake baby syndrome terjadi akibat orangtua atau pengasuh mengguncang, menggendong, sambil mengayun bayi terlalu keras. Tanpa orangtua sadari, mereka sering kali melakukan berbagai hal yang dapat membahayakan kesehatan si bayi, seperti mengayun bayi terlalu keras untuk menenangkan bayi yang menangis. Atau terlalu gemas melihat bayi mereka sehingga mereka tidak sadar telah membuat kepala bayi terguncang sangat keras.

Bukan berarti Anda tidak bisa bermain dan menggendong anak Anda. Interaksi normal yang Anda lakukan pada bayi, seperti mengayun-ayunkan bayi saat menggendongnya atau memposisikan anak pada kaki kemudian mengayunkan kaki Anda dengan lembut, tidak membuat shaken baby syndrome ini terjadi. Sebagian besar kasus shake baby syndrome terjadi karena orangtua atau pengasuh merasa stres, tertekan, dan depresi karena si bayi menangis terus-menerus dan tidak berhenti, karena itu mereka berusaha keras menenangkan bayi dengan cara mengguncangkan dan mengayunkan bayi terlalu keras.

Apa saja faktor yang membuat bayi Anda lebih berisiko mengalami shaken baby syndrome?

Bagi orangtua dan pengasuh, perlu diperhatikan terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan shaken baby syndrome terjadi pada si bayi, yaitu:

  • Orangtua atau pengasuh stress
  • Orangtua muda atau tunggal
  • Terjadi kekerasan di dalam rumah tangga
  • Orangtua atau pengasuh terbiasa mengonsumsi alkohol dan menyalahgunakan obat-obatan
  • Depresi berat yang dialami oleh orangtua dan pengasuh
  • Situasi keluarga yang tidak stabil

Selain itu, dari beberapa kasus diketahui bahwa pria dewasa – entah itu ayah atau pengasuh bayi – cenderung mengakibatkan shaken baby syndrome dibandingkan dengan ibu atau pengasuh wanita.

Apa dampak dari shaken baby syndrome?

Guncangan yang keras, walaupun terjadi hanya beberapa detik saja, dapat mengakibatkan kerusakan otak bayi. Bahkan banyak bayi yang meninggal akibat mengalami sindrom ini. Bayi yang selamat dari sindrom ini, kemungkinan besar mengalami beberapa kondisi yang mengganggu kesehatan mereka selama hidupnya seperti:

  • Mengalami kebutaan
  • Kehilangan kemampuan mendengar
  • Perkembangan otak menjadi lambat, mengalami gangguan belajar dan perilaku
  • Keterbelakangan mental
  • Kejang-kejang
  • Cerebral palsy atau kelumpuhan otak

Apakah shaken baby syndrome dapat dicegah?

Ya, tentu saja sindrom ini bisa dicegah dengan memperhatikan pola asuh orangtua atau pengasuh. Ketika si bayi menangis dan tidak bisa diam, mungkin Anda dan pengasuh akan berusaha dengan keras untuk menenangkannya. Namun yang perlu diingat adalah tetap memperlakukan bayi dengan lembut. Tidak masalah menggendong, mengayun, dan bermain dengan si bayi dengan lembut, hal tersebut tidak akan menimbulkan shaken baby syndrome

Jika memang Anda atau pengasuh sedang dalam keadaan yang tidak stabil, seperti emosi tinggi, stress, tertekan, dan depresi, mintalah bantuan pada saudara atau pengasuh lainnya untuk menggantikan Anda untuk menenangkan bayi untuk sementara hingga keadaan kembali stabil.

BACA JUGA: 

Sumber
Yang juga perlu Anda baca