5 Trik Menenangkan Anak Hiperaktif Agar Lebih Fokus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/02/2018 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anak hiperaktif erat sekali kaitannya dengan “anak yang ngga bisa diam” dan “si tak kenal lelah”. Bagi orang tua, membesarkan dan merawat anak hiperaktif memang akan menguras tenaga dan pikiran. Jika Anda lengah sedikit, si kecil mungkin sudah asik bermain ke sana ke mari tanpa melihat adanya bahaya di sekitarnya.

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menenangkan perilaku si kecil sebelum ia jadi benar-benar tidak terkendali.

Sebenarnya, apa itu hiperaktif?

Hiperaktif pada anak adalah suatu kondisi yang menunjukkan pada ketidakmampuan anak untuk mengontrol perilakunya, sehingga aktivitasnya melebihi rata-rata anak pada umumnya. Anak yang hiperaktif biasanya susah untuk memusatkan perhatian, beraktifitas fisik yang berlebihan, dan bereaksi cepat tanpa pikir panjang.

Jika tidak terkontrol dengan baik, perilaku ini tentu dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebab, kadang kala anak tidak bisa memperkirakan dampak akibat dari perilakunya.

Hiperaktif merupakan salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak dengan gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan aktivitas anak-anak menjadi berlebihan dan lebih agresif. Kondisi ini ditandai dengan perasaan yang mudah gelisah, emosi meletup-letup, tidak bisa duduk dengan tenang, cenderung banyak berbicara, dan sulit untuk fokus.

Itu sebabnya, jika Anda memiliki anak yang kelewat hiperaktif – sampai Anda kewalahan, ada baiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan kalau hiperaktif yang dialami si kecil bukan indikasi ADHD.

Apabila anak Anda terdiagnosis ADHD, dokter umumnya akan memberikan resep obat-obatan dan terapi perilaku untuk membantu mengontrol kondisi si kecil. Sementara itu, jika anak Anda tidak memiliki ADHD, namun hanya memiliki kepribadian yang lebih aktif  dari anak lainnya, ada banyak cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol perilakunya.

Beragam cara menenangkan anak hiperaktif

Anda sudah bingung menghadapi si kecil yang aktif ke sana ke mari? Berikut ini ada beberapa hal yang bisa membantu Anda menghadapi anak hiperaktif agar lebih tenang dan fokus.

1. Jauhkan dari gangguan

Hal-hal kecil yang mungkin tidak Anda sadari dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak hiperaktif. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengatur suasana nyaman di sekitarnya, terutama saat anak Anda sedang mengerjakan PR atau bahkan belajar untuk persiapan ujian.

Jangan memaksanya untuk duduk tenang, karena hal ini justru akan membuat ia semakin gelisah. Tapi, mengurangi gangguan di sekitarnya akan membantunya lebih fokus. Misalnya, dengan menempatkan si kecil jauh dari area pintu, jendela, dan segala hal yang jadi sumber kebisingan.

2. Atur pola hidup yang terstruktur

Anak hiperaktif membutuhkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur untuk diikuti. Pasalnya, anak hiperaktif cenderung lebih cepat cemas saat mereka tidak tahu apa yang harus melakukan selanjutnya.

Oleh karena itu, buatlah rutinitas yang sederhana dan terjadwal di lingkungan rumah Anda. Misalnya menentukan kapan waktunya untuk makan, sikat gigi, belajar, bermain, dan bahkan tidur. Dengan rutinitas yang terencana, otak si kecil akan belajar menerima sesuatu yang lebih terstruktur. Sehingga diharapkan ini akan membuatnya lebih tenang dan fokus untuk melakukan sesuatu.

3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

Beberapa orang tua memang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan, ada pula yang lebih santai. Namun sayangnya, anak hiperaktif tidak bisa dididik dengan cara yang santai. Mereka umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana di rumah.

Jangan lupa berlakukan sistem hukuman dan hadiah. Berikan pujian ketika si kecil memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang Anda berikan. Tunjukanlah bagaimana perilaku baiknya tersebut mengarah pada hasil yang positif. Namun, ketika anak melanggar aturan tersebut, jangan lupa berikan konsekuensi dengan alasan yang jelas.

4. Sabar

Anak hiperaktif memang sering kali membuat Anda kesal. Ia bisa menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan gamblang, entah itu kegembiraan atau ledakan kemarahan secara tiba-tiba saat suasana hatinya memburuk.

Meski begitu, Anda disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Hindari membentak, dan memberikan hukuman fisik pada anak. Ingat, Anda ingin mengajarkan mereka untuk lebih tenang dan tidak agresif, kedua hal tersebut justru akan membuat kemarahan si kecil semakin tidak terkendali.

Anda dapat mendinginkan kepalanya dengan mengajarkan teknik pernapasan sederhana: mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

5. Memperhatikan makanan yang dikonsumsi

Beberapa orang beranggapan jika konsumsi gula berlebih akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Padahal, tidak demikian. Pasalnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang terbukti secara ilmiah bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Meski begitu, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa mempengaruhi perilaku seseorang.

Gula merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh namun bisa membuat peningkatan dan penurunan kadar darah dalam tubuh dengan cepat. Pada anak, penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba ini dapat mengakibatkan ia menjadi rewel karena tubuh seolah-olah kekurangan energi dan sel-sel tubuh kelaparan. Hal inilah yang justru membuat perilaku dan suasana hati si kecil menjadi tidak stabil.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsinya sehari-sehari. Penuhi asupan nutrisinya dengan gizi yang seimbang dari buah dan sayuran. Selain itu, hindari pula makanan olahan pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Kiat Membantu Anak ADHD Mengikuti Pelajaran di Sekolah

Anak ADHD cenderung kesulitan untuk belajar berbagai hal di sekolah. Untuk membantunya menerima pelajaran, ikuti tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 05/01/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Kreasi Olahan Camilan Anak untuk Liburan yang Lebih Sehat dan Bertenaga

Liburan bukan berarti anak libur dari kebutuhan nutrisi dan vitaminnya. Supaya tetap terpenuhi, ada beberapa resep camilan untuk anak yang mudah dibuat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Nutrisi Anak 25/12/2019 . Waktu baca 6 menit

3 Manfaat Chia Seed untuk Anak Plus Cara Mengolahnya

Banyak sekali manfaat chia seed untuk kebutuhan nutrisi anak Anda, mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga vitamin. Bagaimana cara mengolahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Nutrisi Anak 17/12/2019 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Menjaga Kesehatan Anak Saat di Sekolah

Orangtua mana yang tidak ingin anak mereka tetap sehat saat berada di sekolah? Supaya impian itu terwujud, coba simak beberapa tips ini ya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 30/08/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit
hubungan asmara penderita adhd

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kebahagiaan anak

Sebetulnya, Apakah Anak Punya Ukuran Kebahagian Tersendiri?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . Waktu baca 6 menit
anak adhd bisa sembuh

Apakah Anak yang Mengalami ADHD Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 01/03/2020 . Waktu baca 4 menit