Tips Memotivasi Anak agar Semangat Belajar dan Berprestasi di Sekolah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Bila prestasi anak sedang menurun, maka tugas orangtua untuk memotivasi anak agar semangat belajar kembali. Pasalnya belajar merupakan proses penting untuk bekalnya di masa depan. Lalu, bagaimana cara yang bisa dilakukan memotivasi anak agar kembali bersemangat saat belajar dan prestasinya meningkat?

Penyebab menurunnya semangat belajar anak di sekolah

Banyak hal yang menyebabkan semangat belajar anak bisa menurun di sekolah. Penyebab tersebut bisa datang dari faktor internal maupun eksternal seorang anak. Setiap orang tua perlu mengetahui apa penyebab penurunan tersebut, sehingga dapat memotivasi anak agar semangat belajar dan kembali berprestasi.

Faktor eksternal bisa berasal dari lingkungan sekolah, interaksi sosial, guru, serta teknik belajar di sekolahnya. Adapun faktor internal biasanya terjadi karena adanya masalah anak di rumah yang terkait dengan proses emosional dan pendewasaan anak.

Hal yang paling perlu diperhatikan bila semangat dan prestasi anak menurun yaitu terkait dengan bagaimana orang tua bersikap terhadap anak. Beberapa orang tua terlihat cuek dengan aktivitas anak. Mereka tidak bersikap tegas terhadap anak bahwa proses belajarnya di sekolah sangat penting.

Salah satu ketidaktegasan orang tua, yaitu melalui penggunaan telepon genggam. Beberapa orang tua tidak memberikan batasan kepada anak dalam menggunakan telepon genggamnya, sehingga anak sudah terlalu asyik tidak belajar.

Faktor dalam keluarga lainnya yang mempengaruhi prestasi anak seperti, menjadi korban pelecehan, pelecehan seksual, keluarga memiliki masalah finansial, adanya anggota keluarga yang menjadi pengguna narkoba, peminum alkohol, atau memiliki penyakit kronis.

Faktor-faktor lain dalam diri anak juga bisa menjadi pemicu menurunnya prestasi di sekolah, seperti stres, anak mengalami kesulitan belajar, atau bahkan kebiasaan makan atau diet yang sedang dilakukan. Bila sudah seperti ini, orang tua perlu mencari cara untuk memotivasi anak agar semangat belajar kembali.

Bagaimana memotivasi anak agar semangat belajar dan kembali berprestasi?

Beberapa tips di bawah ini bisa Anda gunakan untuk memotivasi anak agar semangat belajar dan berprestasi.

  • Orang tua harus terlibat

Faktor paling penting dalam kehidupan seorang anak adalah orang tua. Orang tua sebisa mungkin lebih menunjukkan rasa perhatian dan terbuka dalam proses belajar anak.

Tanyakan kepada anak Anda apa yang sedang dipelajarinya di sekolah dan apakah menemukan kesulitan selama belajar. Namun perlu diingat, jangan terus menerus menanyakan hal tersebut kepada anak. Anak mungkin akan merasa terganggu dan justru malah akan melawan dan tidak termotivasi belajar.

  • Beri sesuatu yang membuat anak bersemangat

Hal paling ampuh yang bisa Anda gunakan adalah hadiah. Bila anak Anda tampak kembali semangat belajar danbisa meningkatkan prestasinya, beri sesuatu yang disukainya sebagai bentuk penghargaan. Ken Schuster, neuropsychologist dari the Child Mind Institute menyarankan berilah sesuatu hal yang sederhana, tetapi disukai oleh anak, seperti mengajaknya makan es krim, permen, atau sebagainya.

Namun jangan lupa, penghargaan sebagai bentuk memotivasi anak tidak mesti berbentuk hadiah. Ketika anak Anda sudah mencapai hasil yang baik dalam belajar berikan pujian, pelukan, atau hal sederhana lainnya.

  • Biarkan anak belajar dari kesalahan

Setiap orangtua perlu menyadari bahwa tidak ada hal yang sempurna. Anda harus memberi pengertian bahwa tidak selamanya apa yang dilakukan harus mendapat skor terbaik, termasuk di sekolah. Katakan pada anak bahwa ini adalah hal yang normal dan tetap berikan puji anak atas usahanya. Diharapkan hal ini dapat memotivasi anak agar semangat belajar kembali.

  • Minta bantuan anak yang lebih besar

Tidak ada salahnya meminta bantuan kepada anak yang lebih besar, yang ada di sekolah atau sekitar rumah Anda. Biasanya, anak yang usianya tidak jauh dari anak Anda bisa lebih memotivasi untuk belajar.

  • Bicarakan dengan guru

Salah satu hal yang bisa dilakukan orang tua adalah meminta bantuan gurunya di sekolah. Guru di sekolahnya tentu mengetahui apa yang menyebabkan prestasi anak menurun di sekolah. Guru bisa memberikan pandangan lain tentang cara memotivasi anak agar semangat belajar, sehingga anak meraih prestasi kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . 9 menit baca

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . 8 menit baca

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 21/04/2020 . 8 menit baca

Perkembangan Anak Usia 6 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 6 tahun, anak masih mengalami berbagai perkembangan. Apa saja perkembangannya? Sudahkah sesuai dengan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 20/04/2020 . 9 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 18 menit baca
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 8 menit baca
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 10 menit baca
cara mengajari anak menulis

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 8 menit baca