Panduan Memilih Kacamata Hitam untuk Anak Sebelum Liburan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Kacamata hitam tidak sekadar untuk bergaya, melainkan juga berfungsi untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari. Tidak hanya orang dewasa yang membutuhkannya, anak-anak pun memerlukan perlindungan tersebut. Supaya tidak salah, ada beberapa cara untuk memilih kacamata hitam untuk anak Anda saat liburan. 

Tips memilih kacamata hitam anak saat liburan

Menurut WHO, anak yang masih berusia di bawah 10 tahun lebih berisiko terhadap kerusakan kulit dan mata akibat paparan sinar UV. Hal ini dikarenakan kulit kelopak mata dan sekitar mata lebih halus daripada orang dewasa. 

Terlebih lagi, ketika retina mata terpapar sinar UV yang berlebihan, hal ini bisa berisiko terhadap katarak. Maka itu, memilih kacamata hitam anak dan menggunakannya saat cuaca sedang terik bisa mengurangi potensi tersebut. 

Ini dia beberapa cara memilih kacamata hitam untuk anak demi liburan yang lebih aman dan nyaman:

1. Pilihlah yang bisa menutupi mata dengan baik

Sumber: Allaboutvision

Saat memilih kacamata hitam untuk anak, pastikan bahwa kacamata tersebut bisa menutupi mata dengan baik. 

Maksudnya, usahakan kacamata tersebut dapat menutupi area kulit yang sensitif di sekitar mata Anda. Pilihlah lensa yang cukup besar sehingga dapat menutupi bagian tersebut.

Walaupun demikian, Anda tidak boleh lupa untuk menggunakan tabir surya sebagai perlindungan ekstra di area kulit dekat mata.

2. Dapat menghalau paparan sinar UV

Sumber: Izipizi

Selain memilih lensa yang bisa menutupi mata dengan baik, hal lain yang perlu diperhatikan saat memilih kacamata hitam untuk anak yaitu berapa persen kacamata ini bisa menghalau sinar UV. 

Seperti yang dilansir dari laman Opthalmic Edge, kacamata hitam dengan lensa polikarbonat ringan dan perlindungan 100% UVA UVB adalah pilihan yang cocok untuk anak. 

Bahkan, kacamata dengan perlindungan ini juga dianjurkan mulai dipakai ketika anak sudah menginjak usia tiga tahun.

Hal ini dikarenakan 80% paparan sinar matahari bisa merusak kulit dan area sekitar mata sebelum mereka berusia 18 tahun. 

Selain itu, kacamata hitam yang perlindungan UV nya sangat rendah hingga tidak ada sama sekali justru lebih berbahaya ketika anak tidak memakai kacamata sama sekali. 

Hal tersebut disebabkan ketika lensa gelap tanpa perlindungan UV bisa menyebabkan pupil membesar. Akibatnya, peluang sinar ultraviolet masuk ke retina semakin besar.

3. Memilih bingkai yang tahan lama

kacamata hitam

Menggunakan kacamata hitam yang berkualitas tinggi dan tahan banting setidaknya dapat memperpanjang usia kacamata tersebut ketika dipakai oleh anak. 

Hal ini dikarenakan anak cenderung lebih aktif dan lebih suka bergerak, sehingga membutuhkan kacamata yang dapat bertahan saat anak jatuh atau bergerak.

Anda bisa memilih kacamata hitam untuk anak dengan bingkai yang bundar dan fleksibel. Bahkan, bila perlu, kacamata dengan pita velcro pun baik untuk anak yang senang berolahraga. 

Dengan begitu, anak Anda pun tetap nyaman menggunakan kacamata hitam mereka sambil tetap aktif beraktivitas tanpa perlu khawatir.

4. Melibatkan anak dalam proses pemilihan

anak menerima kekalahan

Sebenarnya, kunci utama dari memilih kacamata hitam untuk anak adalah melibatkan mereka ketika memilih kacamata tersebut. 

Selain membuat proses tersebut lebih menyenangkan, setidaknya mereka lebih menyukai kacamata hitam yang mereka pilih, sehingga lebih senang ketika menggunakannya. 

Anda bisa menyempitkan pilihan kacamata yang akan dibeli berdasarkan warna kesukaan, kualitas, dan mungkin harga.

Dengan begitu, anak mungkin tidak terlalu bingung ketika dihadapkan pada jenis kacamata hitam dengan fungsi yang berbeda-beda. 

Membeli kacamata hitam dengan harga yang mahal bukan berarti anak Anda akan mendapatkan perlindungan ekstra.

Memilih kacamata hitam untuk anak Anda memiliki banyak pertimbangan, mulai dari segi kenyamanan dan daya tahannya, sehingga orangtua perlu berhati-hati.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 31, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 23, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca