Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Bagikan sekarang

Bayangan anak-anak bermain dengan hewan peliharaannya, entah itu anjing atau kucing, memang terlihat menggemaskan. Hewan peliharaan dapat menjadi sahabat bagi anak dan memberikan mereka kesempatan untuk bertanggung jawab. Namun, sebelum memilih hewan peliharaan untuk anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para orangtua. 

Tips memilih hewan peliharaan untuk anak

manfaat hewan peliharaan untuk anak

Banyak anak yang menginginkan untuk memelihara anjing, kucing, atau hewan lainnya. Akan tetapi, memilih hewan peliharaan, terutama yang jinak, untuk anak tidak semudah membelikan mereka baju setiap liburan. 

Dilansir dari American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, keterlibatan orangtua, berdiskusi terbuka dan perencanaan yang matang sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar semua anggota keluarga mendapatkan pengalaman positif ketika merawat binatang. 

Berikut ini ada beberapa tips yang mungkin membantu orangtua ketika memilihkan hewan peliharaan untuk anak mereka. 

1. Melihat dahulu tahapan perkembangan anak

perkembangan anak usia 6 tahun

Sebelum memilih hewan peliharaan untuk anak sebaiknya lihat dahulu tahapan perkembangan mereka. Begini, merawat hewan akan menyita waktu dan perhatian Anda dan anggota keluarga lainnya, sehingga lebih baik menunggu anak cukup dewasa hingga mereka mengerti. 

Normalnya, Anda bisa menunggu sampai anak berusia 5 atau 6 tahun. Pasalnya, anak yang berusia lebih muda mungkin lebih sulit membedakan hewan dengan mainan. Akibatnya, tidak jarang anak kecil bisa memprovokasi gigitan hewan lewat perlakuan buruk atau ledekan. 

Selanjutnya, ketika anak sudah siap secara usia dan perkembangan, mulai obrolan dengan mereka tentang kebutuhan hewan dan apa saja yang diperlukan ketika merawatnya. Anda mungkin bisa mulai dengan artikel tentang perawatan hewan yang membantu anak memahami tanggung jawab

Bila memungkinkan, ajak anak mengunjungi teman atau kerabat yang mempunyai hewan peliharaan. Lalu, biarkan mereka melihat secara langsung kebutuhan orang lain saat merawat anjing dan kucing. 

2. Bertanya apakah Anda dan lainnya siap

penularan hepatitis

Setelah memutuskan anak sudah siap secara usia dan perkembangan, memilih hewan untuk mereka juga perlu diskusi dengan anggota keluarga lainnya. Terlebih lagi ketika keputusan ini dilakukan pertama kali dalam keluarga Anda. 

Hal ini dikarenakan Anda dan orang dewasa di rumah tersebut tidak dapat menyerahkan anak merawat hewan peliharaannya sepenuhnya. Orangtua mempunyai tanggung jawab utama dalam merawat hewan, terlepas anak menyanggupi atau tidak. 

Sebagai contoh, ketika anak diberikan tugas untuk memberi makan atau mengajak jalan anjing mereka, Anda perlu memastikan tugas tersebut dilaksanakan. Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan kesehatan hewan yang dipelihara, terutama jadwal pemeriksaan rutin. 

Anak-anak dapat membantu orangtua dalam merawat hewan peliharaan dalam cara yang berbeda. Semuanya tergantung bagaimana perkembangan usia yang anak alami. Bahkan, seorang balita juga dapat mulai berperan dalam menyayangi binatang ketika diawasi dengan ketat. 

3. Mempertimbangkan penyakit yang bisa ditularkan binatang

Anak dan anggota keluarga lainnya sudah siap menerima dengan tangan terbuka, tetapi ada satu hal yang penting diperiksa saat memilih hewan peliharaan untuk anak.

Orangtua perlu mempertimbangkan alergi dan penyakit yang disebabkan oleh binatang dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan anak. 

Misalnya, bulu pada hewan tertentu, seperti anjing dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak yang memang memiliki riwayat alergi. Maka itu, ketika anak atau anggota keluarga lainnya mempunyai alergi, seperti eksim dan asma, sepertinya bukan ide baik untuk mengadopsi hewan. 

Sementara itu, hampir setiap jenis binatang bisa menjadi sumber penyakit dan anak bisa terinfeksi. Sebagai contoh, semua reptil dapat menularkan bakteri salmonella yang mengakibatkan diare. 

Namun, jika anak dan anggota keluarga lainnya menjaga kebersihan dan kesehatan, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain dengan hewan, tidak menjadi masalah. 

4. Memilih hewan yang kecil dan berasal dari penampungan

dijilat anjing kucing

Sebenarnya, ketika anak mulai memilih hewan peliharaan untuk pertama kali, usahakan agar mereka mulai dari yang kecil. Anak mungkin ingin memelihara anjing atau hewan berbulu yang menggemaskan lainnya, tetapi semakin besar ukuran binatang tentu semakin sulit perawatannya.

Apabila memungkinkan, ajak anak untuk mulai dari hewan yang kecil, seperti ikan mas. Akan tetapi, ketika anak tidak tertarik mungkin memilih anjing atau kucing pun tidak masalah.

Anda bisa mulai mencari dan mendapatkan saran dari orang lain perihal tempat adopsi atau penampungan hewan yang bagus. 

5. Mencocokkan kepribadian hewan dan anak

Setelah berhasil memilih tempat penampungan hewan peliharaan untuk diadopsi, usahakan untuk mengadopsi hewan yang cocok dengan kepribadian anak. 

Tantangan terbesar dalam pencarian hewan pertama untuk anak adalah apakah jenis binatang ini tepat dengan sifat anak Anda. Para ahli menyarankan agar orangtua realistis dalam memilih hewan agar tercipta hubungan yang baik dengan anak. 

Sebagai contoh, anak yang sangat aktif perlu selalu diawasi, terutama ketika mereka berada di dekat hewan peliharaan dibandingkan anak yang terlihat santai dan kalem.

Pasalnya, kombinasi yang paling sulit dan memperburuk suasana rumah adalah anak yang sangat aktif memiliki hewan bersifat penakut dan gugup.

Orangtua pun perlu meneliti jenis hewan yang akan mereka bawa pulang dan menghubungkannya dengan sifat anak dan anggota keluarga lainnya. Hewan peliharaan yang paling sering dipilih adalah kucing dan anjing karena mereka bisa dilatih dan lebih mudah ‘terkoneksi’ dengan manusia. 

Maka itu, banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih hewan peliharaan untuk anak mengingat Anda akan membawa pulang makhluk hidup untuk tinggal bersama. 

Manfaat memelihara hewan untuk anak

hewan peliharaan

Setelah berhasil memilih hewan yang cocok untuk anak, tentu Anda tidak ingin melewatkan manfaat apa saja yang diperoleh dari merawat hewan. 

Anak yang dibesarkan dengan hewan umumnya dapat mengembangkan perasaan positif terhadap binatang. Bahkan, hal tersebut juga berpengaruh terhadap harga diri dan rasa percaya diri anak

Memiliki hubungan positif antara anak dan hewan peliharaan juga membantu anak mengembangkan hubungan saling percaya dan komunikasi dengan orang lain. Hewan peliharaan juga membuat anak mengasihi makhluk hidup dan menumbuhkan empati non verbal. 

Maka dari itu, memilih hewan peliharaan untuk anak tidak boleh sembarangan mengingat banyak manfaat yang bisa diperoleh dari merawat binatang dengan kasih sayang.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

American Academy of Pediatrics. (2019). Tips for choosing the right pet for your family. Healthy Children. Retrieved 22 April 2020, from https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/Pages/Before-Choosing-a-Pet.aspx

American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. (2019). Pets and Children. AACAP. Retrieved 22 April 2020, from https://www.aacap.org/aacap/families_and_youth/facts_for_families/fff-guide/pets-and-children-075.aspx

Cara Barone, M.D. Kids and Pets: A Pediatrician's Tips. Sutter Health. Retrieved 22 April 2020, from https://www.sutterhealth.org/health/childrens-health/kids-and-pets-a-pediatricians-tips 

Madeline R. Vann, MPH. (2010). How to choose the right pet for your child. Everyday Health. Retrieved 22 April 2020, from https://www.everydayhealth.com/pet-health/choosing-the-right-pet-for-kids.aspx

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
Encephalocele

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
Punya Hewan Peliharaan ketika Karantina Selama Pandemi Atasi Rasa Sepi, Lho!

Punya Hewan Peliharaan ketika Karantina Selama Pandemi Atasi Rasa Sepi, Lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020