×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

3 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Pulang Bayi dari Rumah Sakit

Oleh Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Membawa pulang si kecil yang baru lahir, rasanya pasti seperti siap dan tidak siap, terutama untuk Anda yang baru menyandang status sebagai ibu baru. Meskipun sudah menyiapkan segala kebutuhan berupa pakaian, selimut, popok, peralatan makan-minum, dan menu MPASI. Namun, Anda pasti merasa masih ada saja yang kurang. Hal apalagi sebenarnya yang harus Anda perhatikan untuk bayi baru lahir?

Kondisi rumah yang ideal untuk bayi baru lahir

Mengingat kondisi bayi baru lahir masih sangat sensitif, tentu masalah kebersihan harus jadi prioritas. Untuk itulah mengapa rumah perlu dibersihkan secara menyeluruh. Tidak hanya disapu dan dipel saja, tapi semua perabotan di rumah harus dibersihkan dari debu dan kuman yang menempel. Jangan lupa untuk memilih produk pembersih yang aman.

Coba cek satu per satu. Debu yang bersarang di atas lemari, menempel di gorden, atau terselip di sela-sela teralis jendela kamar yang akan di tempati si kecil, pokoknya Anda harus sapu bersih semua. Jangan biarkan si bayi baru lahir bersin-bersin, karena hidungnya masih amat sensitif. Terutama bagi para bayi yang mewarisi gen alergi dari Anda atau suami Anda, debu adalah musuh utama, selain udara yang dingin.

Selain itu, masalah kesehatan ini juga tidak terlepas dari masalah asap rokok. Sudahkah rumah Anda jauh dari asap rokok? Jika di rumah ada salah satu anggota keluarga yang masih merokok, coba minta kerjasama mereka agar menjauhkan rumah dari asap rokok. Meskipun, suami atau anggota keluarga Anda hanya social smoker, tetap saja Anda harus selalu beritahu mereka agar tidak merokok di dalam rumah.

Bahkan, saat pulang kerja atau pergi keluar rumah, suami Anda atau anggota keluarga Anda yang lain wajib membersihkan diri dan mengganti baju lebih dulu. Siapa tahu dimulai dari kebiasaan ini akhirnya suami atau anggota keluarga yang merokok bisa sadar dan menghentikan kebiasaan tersebut.

Siapkan perasaan dan mental si kakak

Karena perhatian Anda selama sembilan bulan dan sampai saat ini terus fokus pada si kecil yang baru lahir, jangan melupakan si kakak. Jangan sampai si kakak ini merasa bahwa kasih sayang Anda berdua terbagi dua atau berkurang.

Biasanya akan timbul rasa cemburu pada anak Anda, karena terus melihat Anda dan suami atau anggota keluarga yang lain terus-menerus menimang-nimang si kecil, dan tidak ada waktu untuk si kakak. Anda harus persiapkan hal ini dari jauh-jauh hari, ketika sudah mengetahui si kakak akan punya adik, Anda sebagai orangtua perlu menyiapkan mental Anak Anda terlebih dulu.

Jangan sampai si kakak menganggap kehadiran si adik dianggap sebagai ‘musibah’ buatnya. Perhatian dan kasih sayang yang selama ini dia dapatkan akhirnya jadi terenggut. Sebaiknya Anda tetap punya waktu khusus bersama si kakak, sehingga bisa mengurangi rasa cemburu yang berlebihan.

Perhatikan keamanan si kecil

Banyak pasangan yang langsung membuatkan kamar khusus bagi bayi baru lahir yang sudah dipersiapkan dengan dekorasi begitu menarik. Jika Anda salah satu orang tua yang langsung menerapkan metode sleep training secara dini pada bayi, Anda pasti akan tidur terpisah setiap malam. Nah, penting bagi Anda untuk memasang kamera pengawas atau CCTV untuk mengawasi gerak-gerik si kecil setiap saat, hal ini demi keamanan si bayi baru lahir.

Jika Anda tidak tidur terpisah dengan anak Anda yang baru lahir, ada baiknya Anda tetap memasang audio monitor untuk tetap bisa mendengarkan suara si kecil. Karena Anda tentu tidak bisa mengawasi bayi baru lahir selama 24 jam, kalau-kalau Anda pergi ke toilet, mengambil makanan, atau menenangkan si kakak yang sedang menangis.

Nah, jadi sudah seberapa jauhkah persiapan menyambut si bayi baru lahir pulang? Semoga sekarang sudah benar-benar siap membawa pulang si kecil  ya? Yang penting, nikmati setiap detik bersamanya, dan jangan lupa, mintalah bantuan jika Anda mengalami kesulitan atau kerepotan.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca