5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/08/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tengkurap sebenarnya bisa mulai dilatih sejak bayi berusia sebulan. Tapi Anda tetap harus bijak dalam melatih anak belajar tengkurap sedini itu. Pasalnya, meski posisi ini sangat baik untuk merangsang perkembangan motorik si kecil dan melatih kekuatan lehernya, posisi tengkurap rentan berisiko meningkatkan sindrom bayi meninggal mendadak jika dilakukan sembarangan. Lantas, kapan waktu terbaik untuk melatih anak belajar tengkurap, dan bagaimana caranya yang benar?

Bayi sudah bisa tengkurap sendiri di usia 3-5 bulan

Pada umumnya bayi bisa sudah bisa tengkurap dan membalikkan badannya sendiri pada saat usianya 3 – 5 bulan. Meski begitu, ada juga bayi yang baru bisa tengkurap dan berguling saat berusia sekitar 6 – 7 bulan, saat otot leher dan lengannya dirasa sudah cukup kuat. Itu sebabnya, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia 3 bulan mungkin si kecil belum bisa miring ataupun tengkurap, karena selain perkembangan setiap bayi tidak lah sama, hal tersebut juga masih dalam batas normal.

Bagaimana cara orangtua melatih anak belajar tengkurap?

Kebanyakan bayi mungkin tidak suka berlama-lama dalam posisi tengkurap. Rasa bosan menjadi penyebab bayi sering rewel bila berada pada posisi tengkurap cukup lama. Itu sebabnya, apabila Anda ingin melatih anak belajar tengkurap, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya sehingga ia tidak mudah bosan atau bahkan rewel.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melatih anak belajar tengkurap.

1. Rutin lakukan tummy time

Agar merangsang bayi untuk bisa belajar tengkurap, Anda bisa melakukan tummy time. Idealnya berikan waktu sekitar 5 menit untuknya berada pada posisi tersebut. Lakukan cara ini secara berulang selama si kecil dalam keadaan terjaga. Jangan lupa, letakan si kecil pada tempat yang nyaman dan bersih. Bila bayi mulai merasa tidak nyaman bahkan menangis, jangan memaksakannya. Tunggu sampai si kecil kembali rileks. Anda bisa membuat suasana hati si kecil lebih baik dengan cara mengubah posisinya menjadi telentang atau menggendongnya.

2. Berganti posisi saat menyusui

Saat menyusui, bayi akan secara otomatis mengikuti di mana lokasi puting susu ibu. Anda bisa tengkurapkan bayi tepat di atas perut Anda saat menyusui. Posisi ini umumnya akan membuat bayi merasa nyaman. Biarkan bayi melatih dirinya sendiri untuk menjaga keseimbangan. Selain Anda dan si kecil bisa saling menatap secara langsung, posisi ini juga secara tidak langsung akan menciptakan ikatan yang kuat antara Anda dan si kecil karena bisa saling interaksi dengan saling menatap satu sama lain.

3. Gunakan mainan yang menarik hati

Suasana hati si kecil memang sulit untuk diprediksi. Nah, untuk mengatasi ini Anda bisa menggunakan mainan-mainan lucu yang menarik hatinya agar tidak cepat bosan dan mampu memperbaiki suasana hatinya. Taruhlah mainan berwarna cerah dan memiliki bunyi-bunyian di depan bayi dan biarkan ia berusaha meraihnya. Anda bisa menggunakan bola kecil untuk menarik perhatian bayi agar nyaman ketika dalam posisi tengkurap. Posisi tengkurap sangat membantu bayi untuk merangsang kemampuan mengangkat badannya dan bergerak mengambil mainan yang ada di hadapannya.

4. Gunakan ekspresi yang lucu

Untuk membuat bayi tertarik akan satu aktivitas,  Anda memang harus memiliki banyak akal. Salah satunya Anda dengan memperagakan ekspresi wajah yang lucu dihadapannya. Meniru suara binatang merupakan ide yang tepat untuk menarik perhatian si kecil. Bahkan hampir sebagian nak-anak selalu suka dengan permainan ini. Jangan kaget kalau si kecil bisa tertawa karena ekspresi wajah yang Anda tampilkan.

5. Jangan cepat patah semangat

Melatih si kecil untuk belajar tengkurap memang membutuhkan strategi khusus agar ia tidak cepat bosan. Itu sebabnya, jangan patah semangat untuk terus mencoba dan mencari ide menarik agar bayi nyaman saat Anda posisikan dalam keadaan tengkurap, ya! Ingat, kesabaran dan kegigihan Anda pasti akan membuahkan hasil yang manis kok!  Sampai nanti pada saatnya si kecil akan memberikan Anda sebuah kejutan bisa tengkurap dan berguling sendiri untuk pertama kalinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Saat masuk sekolah dasar (SD), kadang anak belum mampu menulis dengan baik dan rapi. Berikut cara mengajari anak menulis yang dapat Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 27/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 21/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 5 menit
tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 18 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 10 menit