5 Cara Mudah Melatih Si Kecil Belajar Tengkurap

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tengkurap sebenarnya bisa mulai dilatih sejak bayi berusia sebulan. Tapi Anda tetap harus bijak dalam melatih anak belajar tengkurap sedini itu. Pasalnya, meski posisi ini sangat baik untuk merangsang perkembangan motorik si kecil dan melatih kekuatan lehernya, posisi tengkurap rentan berisiko meningkatkan sindrom bayi meninggal mendadak jika dilakukan sembarangan. Lantas, kapan waktu terbaik untuk melatih anak belajar tengkurap, dan bagaimana caranya yang benar?

Bayi sudah bisa tengkurap sendiri di usia 3-5 bulan

Pada umumnya bayi bisa sudah bisa tengkurap dan membalikkan badannya sendiri pada saat usianya 3 – 5 bulan. Meski begitu, ada juga bayi yang baru bisa tengkurap dan berguling saat berusia sekitar 6 – 7 bulan, saat otot leher dan lengannya dirasa sudah cukup kuat. Itu sebabnya, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia 3 bulan mungkin si kecil belum bisa miring ataupun tengkurap, karena selain perkembangan setiap bayi tidak lah sama, hal tersebut juga masih dalam batas normal.

Bagaimana cara orangtua melatih anak belajar tengkurap?

Kebanyakan bayi mungkin tidak suka berlama-lama dalam posisi tengkurap. Rasa bosan menjadi penyebab bayi sering rewel bila berada pada posisi tengkurap cukup lama. Itu sebabnya, apabila Anda ingin melatih anak belajar tengkurap, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya sehingga ia tidak mudah bosan atau bahkan rewel.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melatih anak belajar tengkurap.

1. Rutin lakukan tummy time

Agar merangsang bayi untuk bisa belajar tengkurap, Anda bisa melakukan tummy time. Idealnya berikan waktu sekitar 5 menit untuknya berada pada posisi tersebut. Lakukan cara ini secara berulang selama si kecil dalam keadaan terjaga. Jangan lupa, letakan si kecil pada tempat yang nyaman dan bersih. Bila bayi mulai merasa tidak nyaman bahkan menangis, jangan memaksakannya. Tunggu sampai si kecil kembali rileks. Anda bisa membuat suasana hati si kecil lebih baik dengan cara mengubah posisinya menjadi telentang atau menggendongnya.

2. Berganti posisi saat menyusui

Saat menyusui, bayi akan secara otomatis mengikuti di mana lokasi puting susu ibu. Anda bisa tengkurapkan bayi tepat di atas perut Anda saat menyusui. Posisi ini umumnya akan membuat bayi merasa nyaman. Biarkan bayi melatih dirinya sendiri untuk menjaga keseimbangan. Selain Anda dan si kecil bisa saling menatap secara langsung, posisi ini juga secara tidak langsung akan menciptakan ikatan yang kuat antara Anda dan si kecil karena bisa saling interaksi dengan saling menatap satu sama lain.

3. Gunakan mainan yang menarik hati

Suasana hati si kecil memang sulit untuk diprediksi. Nah, untuk mengatasi ini Anda bisa menggunakan mainan-mainan lucu yang menarik hatinya agar tidak cepat bosan dan mampu memperbaiki suasana hatinya. Taruhlah mainan berwarna cerah dan memiliki bunyi-bunyian di depan bayi dan biarkan ia berusaha meraihnya. Anda bisa menggunakan bola kecil untuk menarik perhatian bayi agar nyaman ketika dalam posisi tengkurap. Posisi tengkurap sangat membantu bayi untuk merangsang kemampuan mengangkat badannya dan bergerak mengambil mainan yang ada di hadapannya.

4. Gunakan ekspresi yang lucu

Untuk membuat bayi tertarik akan satu aktivitas,  Anda memang harus memiliki banyak akal. Salah satunya Anda dengan memperagakan ekspresi wajah yang lucu dihadapannya. Meniru suara binatang merupakan ide yang tepat untuk menarik perhatian si kecil. Bahkan hampir sebagian nak-anak selalu suka dengan permainan ini. Jangan kaget kalau si kecil bisa tertawa karena ekspresi wajah yang Anda tampilkan.

5. Jangan cepat patah semangat

Melatih si kecil untuk belajar tengkurap memang membutuhkan strategi khusus agar ia tidak cepat bosan. Itu sebabnya, jangan patah semangat untuk terus mencoba dan mencari ide menarik agar bayi nyaman saat Anda posisikan dalam keadaan tengkurap, ya! Ingat, kesabaran dan kegigihan Anda pasti akan membuahkan hasil yang manis kok!  Sampai nanti pada saatnya si kecil akan memberikan Anda sebuah kejutan bisa tengkurap dan berguling sendiri untuk pertama kalinya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Usia 18 tahun merupakan fase akhir remaja. Berikut berbagai perkembangan yang umumnya dialami oleh anak usia 18 tahun yang penting diketahui orangtua.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Perkembangan Anak Usia 15 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    DI usia ini, anak sudah masuk masa pertengahan remaja. Lantas, apa saja perkembangan yang terjadi pada anak usia 15 tahun? Berikut ulasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Perkembangan Anak di Usia 14 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

    Tak hanya fisik, kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak usia 14 tahun banyak mengalami perkembangan. Berikut penjelasan lengkapnya!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 23 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    menghadapi anak masturbasi

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    perkembangan bayi

    Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
    anak stunting

    Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    perkembangan anak 17 tahun

    Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit