Katanya, Anak Lebih Baik Main Permainan Tradisional Ketimbang Gadget?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 09/03/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda membayangkan masa kecil dulu, permainan apa yang sering Anda mainkan? Mulai dari layang-layang, congklak, bola bekel, kelereng, hingga pletokan, yaitu tembakan dari bilah bambu, pasti salah satunya pernah Anda mainkan. Beda dengan sekarang, si kecil cenderung lebih suka bermain gadget dibanding mainan anak tradisional. Sebenarnya, di antara permainan beda generasi tersebut manakah yang manfaatnya lebih baik untuk anak? Yuk, cari jawabannya berikut ini.

Apa itu permainan tradisional dan permainan modern?

Anak-anak memang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain. Namun jangan salah, melalui aktivitas inilah mereka mempelajari banyak hal dan mengembangkan diri. Permainan anak cukup beragam, mulai dari permainan tradisional hingga modern.

Menurut Bishop dan Curtis (2001) permainan tradisional merupakan permainan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang mengandung nilai positif dan kebaikan. Pada permainan ini terdapat aturan-aturan yang fleksibel, yaitu dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.

Sayangnya, permainan ini mulai tergeser dengan permainan pada teknologi-teknologi canggih yang memungkinkan anak-anak tidak perlu keluar rumah. Ya, permainan modern biasanya dimainkan melalui gadget, seperti ponsel pintar, komputer, atau pun tablet.

anak kecanduan game online

Plus minus permainan tradisional dan modern

Setiap jenis permainan pasti memiliki keunggulan dan manfaat masing-masing. Namun, Anda perlu mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan antara mainan anak tradisional dengan gadget.

Menurut Eichberg (2005) permainan tradisonal hampir sama dengan olahraga. Bila Anda perhatikan, sebagian besar permainan anak di luar rumah memang mengharuskan tubuh anak bergerak dan berkeringat. Efeknya tidak berbeda jauh dengan olahraga.

Selain meningkatkan aktivitas anak, permainan tradisional juga memungkin terjalinnya komunikasi antara anak dengan teman-teman sebayanya. Ini meningkatkan perbendaharaan kata yang dimiliki anak dan memperluas lingkaran pertemanan anak. Manfaat lain dari mainan anak tradisional, antara lain:

1. Mengasah kreativitas anak

Beberapa permainan tradisional membutuhkan media, misalnya memakai batu sebagai penanda. Jika tidak ada batu, anak bisa menggunakan benda lainnya, seperti pecahan genting. Biasanya garis pembatas untuk permainan dampu yang ada di taman diwarnai dengan cat. Namun, jika tidak tersedia, anak dapat menggunakan kapur untuk membuat garis pembatas.

2. Membangun karakter dan perkembangan kognitif anak

Permainan tradisional mengharuskan anak mengikuti aturan, bekerja sama dengan temannya, menerima kekalahan, dan membuat strategi untuk mengalahkan lawan.

3. Meningkatkan kemampuan motorik

Permainan dampu mengasah keseimbangan tubuh anak, sementara permainan bola bekel dapat meningkatkan kemampuan motorik anak dalam menangkap bola dan mengambil biji bekel.

Meski manfaatnya sangat banyak, jenis permainan ini juga tetap berisiko. Anak mungkin saja terjatuh dan terluka memainkan permainan ini. Bahkan, anak yang terlalu antusias bermain kadang lupa dengan rasa lelah. Akibatnya, tubuhnya bisa akan kelelahan dan terasa pegal-pegal.

Lantas, bagaimana dengan permainan modern yang ada di gadget? Ada banyak pilihan permainan yang ada di gadget, misalnya mengasah kemampuan otak, kejelian mata, meningkatkan kemampuan pada bidang tertentu. Permainan tersebut bisa meningkatkan kognitif anak.

Sayangnya, jenis permainan ini bisa membuat anak kecanduan. Akibatnya, ia akan malas bermain di luar. Tidak ada interaksi dan komunikasi yang terjalin antara anak dengan teman di lingkungan rumahnya. Selain itu, kesehatan fisik juga mengancam anak yang sudah kecanduan game, seperti nyeri tubuh, obesitas, masalah penglihatan, dan lambatnya kemampuan anak untuk berbicara.

Apakah mainan anak tradisional jauh lebih bermanfaat?

Jika dibandingkan manfaatnya, mainan anak tradisional memang lebih sedikit menimbulkan dampak negatif. Namun, tidak menutup kemungkinan jika permainan ini juga bisa membuat si kecil tidak betah berada di rumah.

Jadi, baik permaianan tradisional maupun modern, Anda dan pasangan perlu mengawasinya. Seperti, membuat batasan waktu anak bermain dan keamanannya saat bermain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Permainan Bersama Anak untuk Mengisi Waktu Ngabuburit

Si kecil lagi belajar puasa? Agar anak tidak rewel, Anda bisa melakukan permainan untuk ngabuburit sambil menunggu waktu buka puasa.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Tips Parenting 06/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Rekomendasi Pilihan Mainan Anak Laki-laki dan Manfaatnya

Pilihan mainan untuk anak laki-laki tidak hanya sebatas mobil-mobilan. Apa saja mainan atau permainan yang bermanfaat untuk anak laki-laki?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 30/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi tidak hanya tugas orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 14/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit