backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Manfaat Permainan Tradisional untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 02/03/2023

10 Manfaat Permainan Tradisional untuk Tumbuh Kembang Anak

Istilah permainan tradisional merujuk pada permainan yang sudah ada sejak lama dan diturunkan dari generasi ke generasi, meski mungkin mengalami sedikit perubahan. Bukan hanya bisa mengibur anak sebagai mainan, permainan tradisional ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak, lho! Apa saja, ya?

Manfaat permainan tradisional 

jenis permainan tradisional untuk anak pemberani

Permainan tradisional ternyata memiliki manfaat tersendiri untuk anak yang memainkannya. Berikut di antaranya.

1. Mengembangkan kecerdasan sosial dan emosional

Permainan tradisional diketahui memiliki manfaat untuk bisa membantu meningkatkan kemampuan sosial dan kerja dalam tim bagi anak-anak, bukan hanya sebagai hiburan.

Dengan bersosialisasi, anak akan lebih bisa melatih kemampuan emosionalnya saat berinteraksi, baik dengan teman-teman sebayanya atau orang-orang di sekelilingnya, saat bermain permainan tradisional.

Permainan ini juga bisa membantu anak menyelesaikan konflik yang mungkin sedang dialami dengan temannya.

Oleh sebab itu, permainan tradisional juga bisa menjadi sarana yang baik untuk mengenalkan anak dengan situasi penting yang mungkin terjadi di dunia nyata.

Tidak seperti permainan modern yang banyak memanfaatkan dunia buatan, seperti animasi.

Melalui manfaat permainan tradisional ini, anak bisa memahami nilai dan hak orang lain, serta meningkatkan perilaku, nilai, dan norma di dalam dirinya yang juga bisa berpengaruh pada perkembangan sosialnya.

2. Meningkatkan kreativitas

Dibandingkan permainan modern yang umumnya hanya bisa dibeli, banyak permainan tradisional yang bisa dibuat sendiri oleh anak.

Hal ini tentu bisa membantu meningkatkan imajinasi anak dan kreativitas, bukan hanya saat belajar, tetapi juga saat bermain.

Sebagai contoh permainan tradisional, anak-anak bahkan hanya cukup membayangkan dirinya sebagai orang dewasa saat bermain peran dengan teman-temannya, misalnya masak-masakan.

3. Mengajarkan nilai-nilai budaya

Perkembangan teknologi telah terbukti membuat banyak warisan dan nilai-nilai budaya menjadi semakin pudar, termasuk salah satunya permainan tradisional.

Sementara manfaat permainan tradisional bisa mengandung unsur budaya tertentu yang umumnya cukup erat dengan nilai-nilai budaya daerah permainan tersebut berasal.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal The 4th Internatioanl Seminar on Social Studies and History Education, permainan tradisional adalah hasil dari kebudayaan yang dibuat oleh orang-orang menggunakan bahasa atau karakter dari suatu daerah tertentu.

4. Mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar

Banyak jenis permainan tradisional yang mengharuskan anak untuk bergerak secara aktif.

Ini bisa membantu meningkatkan perkembangan fisik anak yang nantinya juga bisa berpengaruh pada kemampuan motorik halus dan kasar si Kecil.

Dengan memiliki kemampuan motorik yang baik, artinya otot-otot anak terlatih untuk bisa melakukan banyak gerakan fisik dari yang ringan hingga rumit.

5. Meningkatkan kemampuan kognitif

Dilansir dari International Conference Early and Elementary Education, ada beberapa penelitian yang menunjukan bahwa permainan seperti anak tangga bisa meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak.

Bahkan, ada juga penelitian yang menyatakan manfaat permainan tradisional bisa meningkatkan kemampuan berhitung pada anak ADHD sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam belajar matematika.

6. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental

Seperti yang telah disebutkan di atas, permainan tradisional juga bisa melatih kemampuan fisik dan mental anak.

Anak cenderung bermain lebih aktif bersama teman-temannya saat bermain permainan tradisional, dibandingkan saat bermain permainan modern, seperti video game.

Ini tentu akan turut meningkatkan kesehatan secara fisik maupun mental. Anak umumnya akan lebih terhindar dari penyakit fisik (seperti, obesitas) ataupun penyakit mental (seperti, depresi).

7. Menciptakan suasana menyenangkan

Permainan tradisional memang tidak didukung dengan kecanggihan teknologi terbaru, seperti kebanyakan permaiann modern masa kini.

Namun, permainan tradisional juga tentu memiliki manfaat untuk bisa menciptakan suasana yang menyenangkan untuk anak.

Masih banyak anak-anak yang tertarik main permainan tradisional, seperti ular tangga, congklak, dan benteng-bentengan.

8. Mengenalkan anak pada alam

anak main hujan

Selain mengenalkan kebudayaan suatu daerah pada anak, manfaat permain tradisional lainnya yaitu juga bisa digunakan sebagai sarana mengenalkan anak pada alam.

Banyak jenis permainan tradisional yang hanya bisa anak bermain di luar ruangan.

Hal ini membuat anak menjadi lebih sering menghabiskan waktu di alam luar, dibandingkan hanya bermain di dalam rumah.

9. Tidak membutuhkan biaya yang banyak

Seperti namanya, permainan tradisional termasuk permainan sederhana yang biasanya dapat dibuat sendiri.

Inilah salah satu manfaat permainan tradisonal karena harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan permainan modern dan kekinian.

Sebagai contoh, anak-anak bisa dengan mudah membuat tali untuk bermain kompat tali dari karet gelang yang bisa mereka beli dengan harga murah.

Ada juga mainan tradisional yang bisa mereka buat dari bahan-bahan yang diperoleh secara gratis dari alam, misalnya batok kelapa dan tali bekas untuk dibuat menjadi permainan engrang.

10. Dapat dimainkan anak dari berbagai usia

Permainan tradisional memiliki banyak sekali jenis. Setiap jenis permainan juga memiliki tingkat kesulitan masing-masing.

Ini membuat permainan tradisional cocok untuk dimainkan oleh anak dari segala usia. Anak bisa menyesuaikan permainan tradisional apa saja yang cocok untuk seusianya.

Jenis permainan tradisional

Selain manfaat di atas, menurut Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran, ada 3 jenis permainan tradisional, yaitu sebagai berikut.

1. Permainan kecerdasan

Permainan ini bisa membantu mengembangkan kemampuan logika dan fisik anak, serta cara mereka bersosialisasi. Sebagai contoh engklek, lompat tali, congklak, dan tebak-tebakan.

2. Permainan olahraga

Ini disebut permainan olahraga karena memerlukan aktivitas fisik yang cukup banyak. Ambil contohnya, petak umpet, benteng-bentengan, dan gobak sodor.

3. Permainan sosial dan lingkungan

Jenis permainan ini bisa membantu anak mengembangkan kecerdasan naturalnya karena, saat bermain, anak umumnya diajak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Sebagai contoh engrang, mobil-mobilan, dan bola sodok sepak.

Kesimpulan

Dengan membiasakan anak bermain permainan tradisional, selain dari permainan modern, ia bisa mendapat manfaat yang baik bagi tumbuh kembangnya. Anda bisa memilih contoh dan jenis permainan tradisional yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 02/03/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan