Supaya Makin Klop, Biarkan Si Kecil Berinteraksi Dengan Sang Ayah Pada 4 Momen Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/03/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Dibanding ayah, si kecil memang lebih dekat dengan ibunya. Ya, hampir setiap hari ibu selalu ada di dekat si kecil. Jadi, wajar saja jika hal ini terjadi pada keluarga. Namun, peran ayah tetap dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Meski sibuk bekerja, ada beberapa momen yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan hubungan antara ayah dan anak. Apa saja? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Sepenting apa peran ayah untuk anak?

Ayah adalah sosok penting yang dibutuhkan oleh anak-anak, bahkan sebelum ia dilahirkan. Kehadiran sang ayah dapat memperbaiki suasana hati sekaligus menjadi dukungan bagi kesehatan jiwa sang calon ibu. Penelitian juga menunjukkan bahwa kadar prolaktin yang dikenal merangsang produksi ASI, juga berperan dalam produksi sperma akan meningkat saat sang ayah memeluk atau mengendong bayi.

Keberadaan ayah dapat menyejahterakan setiap aspek kehidupan anak. Pasalnya, anak menganggap ayah sebagai panutan sehingga mereka akan mendengarkan perkataannya, ingin dibanggakan, serta merasakan keamanan. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan sosial anak di masa depan.

Momen tepat membiarkan ayah dan anak saling berinteraksi

Meski perannya sangat penting, banyak ayah yang merasa kesulitan untuk membentuk ikatan dengan anak. Terutama saat anak-anak masih bayi. Supaya ikatan dapat dibentuk dan dipererat, Anda perlu memanfaatkan setiap kesempatan yang Anda. Nah, beberapa kesempatan yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan hubungan ayah dan anak, antara lain:

1. Waktu menyusui atau makan

Saat si kecil menyusui, tidak ada salahnya jika Anda ikut menemani. Apalagi jika bayi sudah dapat minum dari botol susu. Anda bisa menggantikan istri Anda untuk menggendong, memeluk, mencium, dan memegangi botol susunya. Saat itulah mata anak akan tertuju pada Anda. Ia akan mengingat bagaimana lekuk wajah Anda lebih baik.

Selain membuat pekerjaan istri Anda jadi lebih ringan, kontak fisik yang Anda ciptakan di waktu menyusui ini dapat meningkatkan ikatan ayah dan anak. Anda bisa melakukan ini di pagi hari sebelum berangkat ke kantor atau di malam hari setelah pulang kerja.

2. Mengganti popok dan tidur bersama

Sebelum tidur, pasti Anda akan memastikan popok si kecil tetap bersih. Jika popok anak perlu diganti, Anda boleh membantu istri utuk menggantikan popok bayi. Setelahnya, Anda bisa meninabobokan si kecil hingga tertidur. Meski waktu Anda sangat terbatas, memanfaatkan kegiatan sederhana untuk dekat lebih anak adalah cara yang ampuh untuk dilakukan.

3. Mengajaknya mandi bersama

Di hari libur, anda bisa memanfaatkan waktu bersama anak dengan bebas, misalnya memandikannya atau mengajaknya mandi bersama. Sebagian besar anak menganggap mandi adalah kegiatan yang menyenagkan. Apalagi jika ditemani oleh Anda yang sibuk bekerja. Momen ini pasti sangat melekat di hati anak.

Sementara, untuk si kecil susah mandi, menemaninya mandi bisa jadi salah satu cara mengatasinya. Anda bisa menjadi partner in crime-nya melakukan beberapa hal yang biasanya dilarang, seperti memainkan busa sabun, mandi lebih lama, dan permainan lainnya. Anak yang awalnya susah mandi tentu tidak akan menolak jika Anda bisa membuatnya senang saat mandi.

4. Membacakan dongeng sebelum tidur

Mengenalkan anak dengan dunia bacaan lebih dini memang penting. Selain menambah wawasan anak dengan dunia sekitarnya, membaca juga menumbuhkan minat anak untuk membaca. Nah, Anda bisa mengenalkan kegiatan bermanfaat ini dengan membacakan dongeng sebelum tidur.

Membacakan dongeng sebelum tidur dapat mempererat hubungan ayah karena ada proses komunikasi interaktif yang dibangun. Selain itu, membuatnya merasa nyaman untuk tidur karena ditemani oleh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Siapa sangka bahwa ratusan pesan yang dikirimkan setiap hari di grup keluarga, terutama platform WhatsApp bisa pengaruhi kesehatan mental Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 29/02/2020 . 5 menit baca

3 Cara Menjadi Sosok Ayah yang Baik untuk Anak

Menjadi sosok ayah yang baik namun tangguh memang tidak mudah. Oleh karena itu, untuk memudahkan Anda, cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 05/11/2019 . 5 menit baca

Tips Mendekatkan Diri Dengan Ayah, Saat Usia Sudah Sama-Sama Tua

Mendekatkan diri pada ayah saat Anda sudah dewasa tentu penting agar tetap terjalin hubungan yang baik. Contek caranya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 18/10/2019 . 4 menit baca

5 Cara Menyikapi Perbedaan Pendapat dalam Keluarga

Perbedaan pendapat bisa ditemui di mana pun, bahkan di dalam keluarga. Lalu, bagaimana cara mengatasi perbedaan sudut pandang antara tiap anggota keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 31/07/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
mengukur tekanan darah anak

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020 . 7 menit baca
menghukum anak berbohong

Segudang Ide Aktivitas Seru Antara Ayah dan Anak Perempuannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/03/2020 . 4 menit baca