Kenapa Tangan Bayi Selalu Mengepal Saat Baru Lahir?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh:

Pernahkah Anda menyadari bahwa saat Anda menggelitik telapak tangan bayi, atau mengulurkan jari Anda untuk ia pegang, telapak tangan bayi mengepal dengan begitu kuat layaknya kekuatan manusia super? Bahkan saking kuatnya, kepalan tangan bayi mampu menyangga seluruh berat badannya sendiri (tapi jangan dicoba di rumah, ya!).

Apa yang menyebabkan tangan bayi mengepal saat lahir?

Tangan bayi Anda akan tetap terkatup erat selama bulan pertama. Dan jika Anda mencoba melepas genggaman atau menaruh suatu obyek di tangan bayi, maka Anda akan menyadari betapa kuatnya kepalan tinju kecil tersebut. Ini semua berkat refleks Palmar grasp —  bayi Anda tidak akan dapat sengaja memegang benda untuk sementara waktu.

Refleks Palmar grasp, kadang disebut refleks genggaman, adalah salah satu refleks primitif manusia yang berasal dari sistem saraf pusat dan hanya dipamerkan oleh bayi sebagai respon terhadap suatu rangsangan tertentu. Ketika tangan bayi diberikan stimulus — dikelitik atau suatu obyek ditempatkan di tangan bayi — jari-jari bayi akan otomatis menutup dan mencengkeramnya. Palmar grasp mulai berkembang dalam kandungan di usia 16 minggu kehamilan dan berlanjut hingga kurang lebih enam bulan usia bayi setelah lahir. Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, respon ini tak lagi ada dikarenakan perkembangan kedewasaan otak depan.

Ini adalah refleks yang sama yang mencegahnya untuk membuka tangan, karena sensasi jari-jari yang menyentuh telapak tangannya bertindak sebagai rangsangan sentuh sehingga menyebabkan bayi terus menutup tangannya dengan kuat dan membiarkannya mengepal terus menerus. Selain itu, setelah beberapa minggu pertama kehidupan, bayi baru lahir memang cenderung mempertahankan posisi mereka sama seperti saat di dalam kandungan. Mereka akan menjaga tangan dan kaki tetap berada dekat tubuh, dan kedua tangan mengepal erat.

Akan memakan sedikit waktu sampai bayi Anda dapat sepenuhnya mengendalikan pergerakan anggota tubuhnya. Pada sekitar usia enam minggu, ia akan menggenggam satu tangan dengan tangannya yang lain dan mencoba membukanya sendiri. Pada usia enam bulan, umumnya bayi akan sudah bisa menggenggam obyek di antara jari dan jempolnya. Ia juga akan belajar untuk melepaskan genggaman.

Tak hanya terjadi pada bayi manusia

Refleks Palmar grasp diduga hadir sebagai insting naluriah untuk mempersiapkan bayi agar bisa menggenggam telapak tangan dan melepasnya secara sukarela begitu ia besar nanti.

Penjelasan yang paling masuk akan mungkin berasal dari satu penelitian yang mengatakan bahwa tangan bayi mengepal saat lahir karena bayi monyet juga melakukannya untuk alasan bertahan hidup — dan monyet adalah saudara dekat manusia. Atau, lebih tepatnya, manusia modern berevolusi dari garis keturunan manusia-kera (homo sapiens) yang pernah hidup lebih dari enam juta tahun yang lalu di muka bumi.

Bayi monyet harus terus menggenggam erat bulu-bulu tebal milik si induk agar bisa bertahan hidup dan tidak tertinggal dari kawanan. Dan tidak cuma itu, tapi demi bisa menempel erat dengan induknya, bayi monyet haruslah terlibat dalam manuver dan posisi berisiko. Tanpa genggaman kuat dari kepalan tangannya, ia akan mudah terlepas dari pelukan induk mereka saat sedang bergelantungan terbalik di pohon atau berlarian kabur dari pemangsa. Dengan kata lain, memiliki kepalan tangan super kuat dapat menjamin keselamatan bayi monyet baik saat bangun maupun tertidur.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca