Apakah Aman Pakai Deodoran Setiap Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang menggunakan deodoran sebagai salah satu cara untuk mengatasi bau badan. Tidak hanya itu, deodoran juga berfungsi sebagai parfum yang membat tubuh jadi lebih wangi. Itu sebabnya, kini berbagai aroma diciptakan agar membuat orang untuk lebih tertarik dan nyaman memakainya. Namun, apakah aman pakai deodoran setiap hari? Baca terus untuk mengetahui jawabannya.

Apa bedanya antiperspiran dan deodoran?

Sebelum mengetahui keamanan pakai deodoran setiap hari, ada baiknya kita mengenal dulu perbedaan antara antiperspiran dan deodoran agar tidak salah presepsi. Pasalnya, dari sekian banyak produk pengharum tubuh, label antiperspirant atau deodoran selalu muncul.

Keduanya memang bisa menjaga tubuh tetap terasa segar meskipun Anda banyak berkeringat. Namun, nyatanya antiperspirant dan deodoran memiliki fungsi yang berbeda. Sayangnya, hal ini sering tak disadari oleh para konsumen.

Agar Anda lebih mengerti kebutuhan dan pemakaian produk jadi efektif maka ketahui perbedaan keduanya. Cara paling mudah mengingat perbedaannya adalah antiperspiran menghambat keluarnya keringat, sementara deodoran fungsinya untuk mencegah bau badan.

Antiperspirant menggunakan bahan kimia atau astringent kuat yang menyumbat atau memblokir pori-pori sehingga mencegah pelepasan keringat di ketiak. Sebagian besar dari antiperspirant mengandung bahan kimia seperti aluminium atau zirkonium untuk memblokir pori-pori. Bahan aktif aluminium klorida membentuk sumbat seperti gel yang menyumbat pori-pori dan membuat Anda terbebas dari keringat.

Sedangkan deodoran bekerja dengan mencegah bakteri berkembang pada bagian tubuh yang berkeringat. Bahan kimia yang disebut triclosan membuat kulit ketiak terlalu asam sehingga mencegah pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab bau badan tidak sedap.

Lantas, apakah aman pakai deodoran setiap hari?

Selama ini banyak orang yang menyebutkan bahwa pemakaian deodoran dalam jumlah banyak dan jangka panjang dapat memicu datangnya penyakit seperti kanker payudara. Namun demikian, nyatanya beberapa studi belum menemukan bukti ilmiah mengenai hal tersebut. Salah satunya dalam studi The National Cancer Institute, yang menyebutkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara pemakaian deodoran dengan kanker.

Selain kanker, penyakit lain yang sering dikaitkan dengan pemakaian deodoran yakni Alzheimer. Serupa seperti kanker, sampai saat ini belum ada pula bukti ilmiah yang membuktikan rumor tersebut.

Meskipun begitu, bukan berarti Anda dianjurkan untuk memakai deodoran banyak-banyak. Nyatanya, pemakaian deodoran bukanlah sesuatu yang wajib, terutama jika aktivitas Anda sedang tidak padat dan produksi keringat tidak begitu banyak. Pada kondisi tropis yang lembab dan mudah berkeringat deodoran dipakai oleh mereka yang akan banyak beraktivitas harian dan berkeringat.

Pada dasarnya pemakaian deodoran disesuaikan dengan aktivitas yang Anda lakukan. Jadi, jika memang Anda diharuskan menggunakan deodoran setiap hari, Anda harus bisa memastikan jika kondisi kulit Anda tidak mengalami masalah. Pasalnya, beberapa zat yang terkandung di dalam deodoran mungkin bisa memicu iritasi kulit. Jika setelah pemakaian deodoran Anda merasakan gatal di sekitar kulit ketiak, kemerahan, atau bahkan mengalami ketiak hitam, ini pertanda kulit ketiak Anda mengalami iritasi dan harus dilakukan perawatan.

Pakai deodoran ternyata lebih efektif di malam hari

Kebanyakan orang umumnya pakai deodoran saat pagi hari atau sebelum aktivitas. Padahal, pakai deodoran sebaiknya dilakukan malam hari, yaitu sebelum tidur. Para ahli menilai, cara ini lebih efektif ketimbang Anda memakai deodoran di pagi hari setelah mandi. Alasannya, saat malam, suhu tubuh Anda lebih dingin, yang artinya Anda akan berkeringat lebih sedikit dibandingkan pada siang hari.

Walaupun Anda tertidur, kelenjar keringat akan lebih menyerap bahan aktif antiperspiran sehingga dapat mencegah bau badan dan mengurangi produksi keringat pada ketiak keesokan harinya.

Sementara jika Anda pakai deodoran pada pagi hari, maka bahan kimia yang terkandung di dalam deodoran tersebut hanya akan memblokir keringat di lapisan kulit luar saja. Akibatnya, Anda masih mungkin untuk mengalami bau badan dan keringat berlebih di bagian ketiak, apalagi bila Anda orang yang aktif. Untuk itu, akan lebih efektif memakai deodoran malam hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Memilih Sabun yang Ampuh untuk Menghilangkan Bau Badan

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih sabun penghilang bau badan agar efeknya dapat bertahan lama.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 9 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Bolehkah Wanita Pakai Deodoran Pria, dan Juga Sebaliknya?

Pakai deodoran adalah salah satu cara efektif untuk mengusir bau badan. Namun, apakah aman bila deodoran pria dipakai untuk wanita, begitu juga sebaliknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Semua Orang Perlu Pakai Deodoran Agar Tidak Bau Badan?

Deodoran membantu mengurangi bau pada ketiak. Namun, apakah semua orang harus menggunakan deodoran? Lihat jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 30 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Pacar Bau Badan? Begini Cara Bijak Memberi Tahu Tanpa Menyakiti Hatinya

Punya pasangan yang bau badan tentu bikin pusing tujuh keliling. Mau jujur rasanya sungkan, tapi kalau disimpan saja dalam hati jadi keki. Harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 23 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Bagaimana Mengatasi Bau Badan Yang Muncul Tiba-Tiba?

Mengatasi Bau Badan yang Muncul Tiba-Tiba

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membuat deodoran alami yang bisa dicoba di rumah

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
menyukai bau badan pasangan

Mengapa Ada Orang yang Suka Mencium Bau Pasangannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2019 . Waktu baca 4 menit
bau matahari

Panas-panasan Bikin Badan ‘Bau Matahari’. Apa Sebenarnya Bau Matahari?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit