7 Refleks yang Harus Dimiliki Bayi yang Baru Lahir

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019
Bagikan sekarang

Refleks merupakan gerakan yang sifatnya involunter alias tidak disengaha. Refleks bayi biasanya berupa gerakan yang bersifat spontan dan terjadi pada aktivitas bayi sehari-hari. Selain itu, terdapat juga refleks yang memang merupakan respon dari stimulus yang diberikan.

Refleks nayi yang baik menandakan aktivitas saraf dan otak bayi yang normal. Beberapa refleks hanya ditemukan dalam waktu tertentu di perkembangan bayi. Refleks tersebut nantinya dapat hilang dengan sendirinya ketika bayi mencapai usia tertentu.

Apa saja refleks yang dimiliki bayi yang baru lahir?

Refleks yang terjadi pada bayi baru lahir disebut dengan refleks primitif. Seperti apa refleks yang terjadi pada bayi baru lahir? Mari kita bahas satu per satu.

1. Rooting reflex

Refleks ini terjadi ketika Anda menyentuh pinggir mulut bayi Anda. Bayi akan mengikuti arah sentuhan tersebut sambil membuka mulutnya. Hal ini membantu bayi ketika ia sedang ingin menyusu. Refleks ini muncul sejak lahir dan bertahan hingga usia 3-4 bulan.

2. Refleks menghisap (sucking reflex)

Ketika bagian atas atau langit-langit mulut bayi disentuh, bayi akan mulai menghisap. Refleks menghisap mulai muncul saat usia 32 minggu kehamilan dan menjadi sempurna saat usia 36 minggu kehamilan. Oleh karena itu, bayi prematur biasanya belum bisa menghisap dengan baik.

3. Refleks moro

Refleks moro biasanya muncul ketika bayi terkejut. Ketika bayi Anda terkejut misalnya karena suara yang berisik atau gerakan yang terjadi secara tiba-tiba, bayi akan mengeluarkan refleks ini. Bayi akan melakukan gerakan dengan memanjangkan lengan dan menekuk kakinya. Refleks ini muncul sejak lahir dan bertahan hingga usia 4 bulan.

4. Asymmetric tonic neck reflex

Ketika kepala bayi menengok ke satu sisi, ia akan memanjangkan lengan di sisi yang sama. Sebaliknya, lengan pada sisi yang berlawanan akan ditekuk. Refleks ini muncul sejak lahir dan bertahan hingga usia 2 bulan.

5. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)

Refleks menggenggam pada bayi muncul ketika Anda menyentuh telapak tangannya. Bayi akan menutup jari-jarinya seperti gerakan menggenggam. Refleks ini muncul sejak lahir dan bertahan hingga usia 3-4 bulan.

6. Refleks Babinski

Refleks Babinski muncul ketika Anda menggaruk telapak kaki bayi Anda. Jempol bayi akan mengarah ke atas dan jari-jari kaki lainnya akan terbuka. Refleks ini menetap hingga usia 2 tahun.

7. Stepping reflex

Refleks ini juga dikenal dengan istilah walking/dance reflex karena bayi terlihat seperti melangkah atau menari ketika ia diposisikan dalam posisi tegak dengan kaki yang menyentuh tanah. Refleks ini muncul sejak lahir dan terlihat paling jelas setelah usia 4 hari.

Apa yang terjadi jika bayi tidak dapat melakukan refleks tersebut?

Jika refleks bayi tersebut tidak terjadi, hal tersebut dapat disebabkan oleh karena trauma saat proses kelahiran, obat-obatan, ataupun suatu penyakit. Bila Anda tidak melihat adanya refleks-refleks tersebut pada bayi Anda, bawa bayi Anda ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Tips Membuat Rumah Aman untuk Anak Bebas Bergerak

Bila anak sudah mulai merangkak dan berjalan, Anda perlu menata kembali rumah agar anak bebas bergerak. Berikut tips membuat rumah aman untuk anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
frekuensi normal BAB bayi baru lahir

Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020