Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 8 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan Bayi Usia 8 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 8 minggu?

Pada perkembangan bayi 8 minggu, Anda mungkin terheran-heran ketika melihat si kecil mendadak terdiam. Jangan khawatir, karena ini adalah hal yang wajar. Ya, bayi Anda terdiam karena ia sedang mengamati lingkungan di sekitarnya.

Nah, di sinilah waktu yang tepat bagi Anda untuk mengajak si kecil berinteraksi. Anda bisa mengajaknya berbicara, menyanyi, mendengarkan musik, atau sekadar mendeskripsikan apa yang sedang Anda lakukan dengan penuh detail. Bayi Anda mungkin tidak mengeryi apa yang Anda lakukan dan bicarakan, tapi ia perlahan akan belajar menyerap suara dan eksperesi Anda.

Perkembangan bayi 8 minggu lainnya yang bisa Anda amati adalah:

  • Mengangkat kepala sampai 90 derajat saat tertelungkup
  • Mengangkat kepala dengan mantap
  • Menyatukan kedua tangannya
  • Tiba-tiba menjadi diam karena sebenarnya bayi sedang mengamati dan belajar.

Apa yang harus saya lakukan dengan bayi saya?

Pada perkembangan bayi 8 minggu, ini adalah waktu yang penting bagi si kecil untuk belajar. Anda mengajaknya berkomunikasi, berbicara, dan bernyanyi, mendeskripsikan gambar kapanpun dan di manapun. Anda juga bisa berbicara saat menimang bayi sambil bersenandung, atau saat mengganti popok dan menyusui.

Berbagai cara di atas adalah metode  terbaik bagi Anda untuk membantu mengembangkan keahlian bahasa, pendengaran, dan penglihatannya.

Kesehatan Bayi Usia 8 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter?

Pemeriksaan bayi di minggu ini biasanya akan bergantung pada kondisi kesehatan si kecil. Jika si kecil mengalami keluhan yang tak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Biasanya selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa beberapa hal berikut ini:

  • Detak jantung dengan stetoskop, dan secara visual melalui dinding dada
  • Perut, dengan meraba, menemukan kelainan di pinggul, memeriksa bila ada pergeseran dengan memutar kaki.
  • Tangan, lengan, dan kaki, untuk perkembangan dan gerakan normal.
  • Punggung dan tulang punggung, untuk menemukan adanya kelainan.
  • Mata, dengan ophtalmoscope atau senter kecil, untuk refleks dan fokus normal, serta fungsi pembuluh air mata. Dengan otoscope, untuk warna, cairan, pergerakan telinga.
  • Hidung, dengan otoscope, untuk warna dan kondisi membran mukus.
  • Mulut dan tenggorokan, menggunakan alat penekan lidah terbuat dari kayu, untuk melihat warna, luka, benjolan.
  • Leher, untuk gerakan, ukuran kelenjar tiroid dan limfa yang normal (kelenjar limfa lebih gampang dirasakan pada bayi, dan ini termasuk normal).
  • ketiak, untuk kelenjar limfa yang membengkak.
  • Bagian lunak kepala, dengan meraba.
  • Pernapasan dan fungsinya, dengan pengamatan, dan terkadang dengan stetoskop dan/atau pukulan ringan di atas dada dan punggung.
  • Alat kelamin, untuk kelainan apapun, misalnya hernia atau testis yang tidak turun, retakan pada anus.
  • Penyembuhan tali pusar dan alat kelamin yang disunat.
  • Kulit, untuk warna, ruam, dan luka, seperti tanda lahir.
  • Pergerakan dan kebiasaan secara keseluruhan, kemampuan untuk menjalin berinteraksi dengan orang lain.

Apa yang harus saya ketahui?

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui untuk membantu perkembangan bayi 8 minggu, di antaranya:

 

1. Cegukan

Sebenarnya bayi dapat cegukan selama dalam kandungan. Para ahli mengatakan bahwa alasannya adalah refleks bayi. Teori lain adalah bahwa bayi cegukan ketika mereka menelan zat-zat atau ASI, mengisi perut dengan udara. Tak perlu cemas jika bayi Anda cegukan. Anda bisa mengatasinya dengan memberikan ASI dan membiarkannya bersendawa. Setelah itu, aturlah posisi si kecil. Posisikan bayi dalam kondisi tegak berdiri, bisa dengan sambil menggendong. Kemudian tepuk-tepuk belakang bayi dengan lembut. Hal ini bertujuan untuk membantu gas pada perut naik.

2. Bersin

Sejumlah cairan ketuban dan lendir yang tersisa dalam saluran pernapasan adalah hal yang wajar pada bayi. Sering bersin akan membantu bayi membersihkan dan membuang partikel asing dari lingkungan yang menyumbat hidung. Bayi mungkin juga bersin saat terpapar cahaya, terutama cahaya matahari.

3. Mata bayi

Jangan cemas bila Anda menyadari mata bayi Anda terlihat juling. Sebenarnya, dalam kebanyakan kasus, ini hanya lipatan kulit tambahan pada ujung mata bagian dalam yang membuat bayi terkesan juling. Ketika lipatan menarik kembali, mata mulai terlihat lebih sejajar. Untuk lebih pasti lagi, beri tahu dokter mengenai kecemasan Anda dalam pemeriksaan selanjutnya.

Selama beberapa bulan pertama, Anda mungkin juga memerhatikan mata bayi Anda tidak bekerja secara bersamaan. Pergerakan mata yang acak seperti ini berarti dia masih belajar menggunakan matanya dan memperkuat otot mata; dalam 3 bulan, koordinasi akan menjadi lebih baik. Jika dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan mata bayiAnda masih selalu terlihat tidak searah, bicarakan dengan dokter tentang masalah ini. 

Yang harus diperhatikan

Apa yang harus saya perhatikan?

Salah satu kebiasaan yang harus Anda perhatikan adalah mengisap dot. Pertimbangkan hal tersebut sebelum memutuskan apakah harus memberikan dot, dan jika ya, kapan harus dimulai dan berapa lama menggunakannya.

Penggunaan dot dapat memperpendek durasi menyusui. Namun, penelitian lain menyimpulkan bahwa memberikan dot lebih awal tidak akan menyebabkan sindrom puting bingung atau menghalangi keberhasilan menyusui dalam 3 bulan pertama. Anda dapat mengendalikan penggunaan dot pada si kecil. Jika digunakan secara bijak, hal ini bahkan bisa membantu saat Anda sedang mengayun, bernyanyi, dan mendorong dengan kereta bayi selama berjam-jam.

Namun, dot juga bisa merugikan bila bayi menjadi terlalu tergantung dan mengandalkannya. Dot yang diisap pada jam tidur bisa menganggu pembelajaran bayi untuktidur secara mandiri. Ini juga dapat mengganggu tidurnya jika dot tersebut lepas dan membuat bayi terbangun, serta tidak lagi bisa tidur tanpa dot. Anda terpaksa harus bangun hanya untuk menaruhnya lagi ke mulut bayi.

Sebaiknya, gunakan dot untuk sementara waktu saja. Gunakan dot hanya sekadar memenuhi kebutuhan mengisap saat benar-benar dibutuhkan, ketika Anda memang dalam keadaan terdesak yang tidak bisa menyusui si kecil. Penggunaan dot jangka panjang dapat membuat bayi tidak mau melepaskannya, dan membuat kebiasaan yang sulit dihilangkan.

Bagaimana perkembangan bayi Anda di minggu selanjutnya?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca