Apa Itu Strabismus (Mata Juling)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu mata juling (strabismus)?

Strabismus, atau mata juling, adalah suatu kondisi di mana kedua mata tidak bergerak ke arah yang sama dan terlihat bergerak ke arah yang berbeda. Pada kondisi ini, salah satu atau kedua bagian mata dapat mengarah ke dalam, luar, atau arah lainnya.

Mata juling ini disebabkan oleh kontrol otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, salah satu mata akan berfokus ke arah lain, sedangkan mata lainnya melihat ke arah yang berbeda.

Seiring berjalannya waktu, mata yang lebih lemah dan jarang digunakan akan mengakibatkan fenomena “mata malas” atau ambliopia. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.

Kondisi mata juling dapat diatasi dengan menggunakan lensa kacamata, prosedur operasi, atau kombinasi keduanya.

Seberapa umumkah mata juling (strabismus)?

Strabismus adalah kondisi kelainan mata yang lebih banyak ditemukan pada anak-anak. Namun, tidak sedikit pula kasus mata juling yang ditemukan pada usia dewasa.

Pada anak-anak, mata juling biasanya baru muncul saat lahir. Tetapi, gejalanya tidak terdiagnosis hingga bayi berusia setidaknya 3 bulan.

Sementara itu pada anak-anak yang sudah lebih besar dan orang dewasa, kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh adanya masalah kesehatan lainnya.

Penyakit seperti diabetes, stroke, atau cedera mata berpotensi dapat menyebabkan kondisi mata juling baru muncul setelah pasien dewasa.

Kondisi ini termasuk cukup umum. Sekitar 1 dari 20 anak menunjukkan gejala-gejalanya. Untungnya, kondisi ini dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada.

Diskusikan langsung dengan dokter Anda untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar penyakit ini.

Jenis

Apa saja jenis-jenis mata juling (strabismus)?

Strabismus dapat dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada ke arah mana mata bergerak, frekuensi kejadiannya, dan bagian mata mana yang terdampak.

Namun, secara garis besar, mata juling lebih sering dibagi menjadi 2 kategori. Berikut adalah kategori yang paling sering ditemukan:

1. Accommodative esotropia

Tipe strabismus ini merupakan yang paling sering ditemukan, terutama pada anak-anak berusia 2 tahun atau lebih. Esotropia akomodatif biasanya terjadi pada orang-orang yang menderita hypermetropia atau rabun dekat.

Pada kondisi ini, fokus mata berhubungan dengan ke arah mana mata melihat. Maka dari itu, mata membutuhkan usaha lebih untuk berfokus pada benda di sekitarnya. Akibatnya, posisi salah satu mata bergerak ke arah dalam.

Esotropia akomodatif dapat ditangani dengan kacamata, walaupun terkadang dokter mungkin mengambil tindakan operasi pada otot salah satu mata.

2. Intermittent exotropia

Jenis mata juling yang satu ini terjadi ketika kedua mata tidak dapat bergerak secara bersamaan. Salah satu mata akan berfokus pada objek atau arah tertentu, sedangkan mata lainnya berfokus ke arah lain. Akibatnya, salah satu mata bergerak ke arah luar mata.

Eksotropia intermiten dapat terjadi pada orang dari kelompok usia berapapun. Penanganan untuk kondisi ini biasanya kacamata, latihan mata, atau operasi pada salah satu otot mata.

Tipe lain dari strabismus adalah infantile esotropia. Tipe ini biasa ditemukan pada bayi berusia di bawah 6 bulan. Kondisi ini ditandai dengan kedua mata mengarah ke dalam. Pergerakan mata ke arah dalam awalnya terjadi beberapa kali saja, namun kemudian akan menjadi permanen.

Selain tipe di atas, strabismus dapat dikategorikan berdasarkan arah mata, yaitu:

  • Arah ke dalam (esotropia)
  • Arah ke luar (eksotropia)
  • Arah ke atas (hipertropia)
  • Arah ke bawah (hipotropia)

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata juling (strabismus)?

Strabismus lebih banyak ditemukan pada bayi, balita, dan anak-anak. Pada saat berusia 3 atau 4 bulan, mata bayi seharusnya bisa fokus pada objek yang dekat, dengan posisi kedua mata yang lurus dan rata. Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah bisa fokus melihat objek yang jauh.

Namun, pada bayi dan anak-anak yang memiliki mata juling, posisi mata akan mengalami perubahan dan perbedaan arah gerak ketika berusaha fokus pada objek tertentu.

Gejala-gejala dari strabismus mungkin tampak setiap waktu, atau dapat datang dan pergi. Tanda-tanda dan gejala yang paling umum ditemukan meliputi:

  • Mata juling
  • Penglihatan ganda
  • Menutup salah satu mata saat berusaha fokus pada objek tertentu
  • Kedua mata yang tidak menuju arah yang sama
  • Pergerakan mata yang tidak terkoordinasi (kedua mata tidak bergerak bersamaan)
  • Kehilangan penglihatan atau persepsi kedalaman.

Mendeteksi mata juling pada bayi dan anak mungkin akan sedikit sulit bagi beberapa orang tua. Apabila bayi dan anak-anak sering menutup salah satu mata, atau sering membenarkan posisi kepalanya, kemungkinan mereka memiliki penglihatan ganda.

Penting untuk diketahui bahwa anak-anak mungkin tidak mengalami penglihatan ganda karena ambliopia dapat muncul dengan cepat jika strabismus tidak ditangani dengan cepat.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Strabismus atau mata yang bergerak ke arah berbeda harus segera diperiksa dokter. Apabila anak mengalami salah satu atau semua gejala di atas, atau mungkin ia menunjukkan gejala-gejala tambahan di bawah, segera bawa ia ke dokter:

  • Mata juling pada saat melihat ke arah tertentu
  • Mata terasa sakit dan tegang
  • Sakit kepala
  • Kesulitan melihat
  • Penglihatan pada salah satu mata menurun

Kadang, gangguan belajar di sekolah dapat disebabkan oleh ketidakmampuan anak untuk melihat papan tulis atau tulisan. Apabila guru menginformasikan adanya gangguan belajar pada anak, periksakan mata anak Anda.

Tubuh setiap pasien akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mengetahui penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh, selalu konsultasikan dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab mata juling (strabismus)?

Secara umum, kondisi mata juling disebabkan oleh pergerakan otot mata yang tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, terdapat beberapa kondisi kesehatan yang berpotensi menyebabkan mata fokus ke dua arah berbeda.

Biasanya, ada 6 otot berbeda di sekitar setiap mata. Otot-otot ini bekerja secara bersamaan dalam menggerakkan mata. Hal ini membantu kedua mata untuk fokus di suatu objek secara bersamaan.

Pada penderita kondisi ini, otot-otot tersebut tidak mampu bekerja bersamaan. Sebagai hasilnya, salah satu mata melihat ke suatu objek, dan mata lainnya mengarah ke arah yang berbeda untuk fokus ke objek lainnya

Apabila hal ini terjadi, 2 gambar berbeda dikirim ke otak – 1 dari setiap mata. Kondisi ini membingungkan otak. Pada anak-anak, otak mungkin akan mengabaikan gambar yang ditangkap oleh mata yang lebih lemah.

Apabila kondisi ini tidak diatasi, mata yang diabaikan oleh otak mungkin tidak dapat melihat dengan baik. Kehilangan pandangan ini disebut ambliopia atau “mata malas”. Kadang ambliopia terjadi terlebih dulu, kemudian menyebabkan strabismus.

Pada kebanyakan anak dengan kondisi ini, penyebab tidak diketahui. Pada lebih dari setengah kasus, masalah ini muncul saat atau setelah kelahiran. Kondisi ini disebut strabismus bawaan.

Sering kali, gangguan ini terkait dengan kendali otot, bukan akibat kekuatan otot.  Selain itu, strabismus yang baru muncul pada usia dewasa bisa jadi disebabkan oleh kelainan fisik seperti cedera mata, cerebral palsy, atau stroke.

Gangguan-gangguan kesehatan yang terkait dengan strabismus pada anak-anak meliputi:

  • Apert syndrome (kelainan genetik yang mempengaruhi pertumbuhan tengkorak)
  • Cerebral palsy (kelainan neurologis yang mempengaruhi kendali otot)
  • Congenital rubella
  • Hemangioma (pertumbuhan non kanker terhadap pembuluh darah) dekat mata selama masa bayi
  • Incontinentia pigmenti syndrome (kelainan genetik langka yang mempengaruhi kulit)
  • Noonan syndrome (kelainan genetik langka yang mempengaruhi tampilan wajah)
  • Prader-Willi syndrome (kondisi genetik yang menyebabkan terbentuknya otot yang lemah)
  • Retinopathy of prematurity (kelainan yang mempengaruhi mata)
  • Retinoblastoma (kanker langka pada retina)
  • Cedera otak traumatis
  • Trisomy 18 (kelainan genetik yang menyebabkan cacat lahir).

Strabismus yang muncul pada orang dewasa dapat disebabkan oleh:

  • Botulisme
  • Diabetes (menyebabkan kondisi yang disebut acquired paralytic strabismus)
  • Penyakit Graves’
  • Guillain-Barré syndrome;
  • Cedera pada mata
  • Cerebral palsy
  • Keracunan akibat kerang-kerangan
  • Stroke
  • Cedera otak traumatis
  • Kehilangan penglihatan akibat penyakit mata atau kondisi lainnya.

Sejarah keluarga terhadap strabismus juga merupakan salah satu faktor risiko. Rabun dekat dapat berkontribusi, terutama pada anak-anak. Penyakit lainnya yang menyebabkan kehilangan penglihatan juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena mata juling (strabismus)?

Mata juling adalah kondisi yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang memicu munculnya kelainan ini, seperti:

1. Usia

Kasus kejadian strabismus lebih banyak ditemukan pada bayi, balita, dan anak-anak.

2. Keturunan keluarga

Apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki mata juling atau masalah penglihatan lainnya, besar kemungkinan Anda atau anak Anda dapat memiliki kondisi kelainan mata tersebut.

3. Lahir dengan kelainan genetik

Bayi yang terlahir dengan kelainan genetik cenderung rentan mengalami masalah pada penglihatannya.

4. Menderita kelainan atau tumor pada otak

Apabila otak memiliki kelainan seperti hidrosefalus, down syndrome, stroke, cedera otak, cerebral palsy, atau tumor otak, kemungkinan penglihatan akan terpengaruh dan mengalami kondisi juling.

5. Infeksi virus

Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit akibat infeksi virus seperti campak dapat berakibat fatal pada penglihatan, sehingga risiko terkena strabismus lebih tinggi.

6. Memiliki kerusakan pada mata

Jika mata memang sudah bermasalah sebelum strabismus muncul, misalnya mengalami ambliopia, rabun dekat, atau kerusakan pada retina, peluang untuk terkena kondisi tersebut semakin besar.

7. Menderita diabetes

Kadar gula darah tinggi atau diabetes juga merupakan kondisi yang dapat memengaruhi penglihatan penderitanya. Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan mata menjadi juling.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana strabismus didiagnosis?

Segera periksakan ke dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala mata juling. Penanganan sejak dini dapat mengurangi risiko kebutaan atau kehilangan penglihatan permanen.

Dalam proses mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan mata secara detail. Dokter akan mengecek beberapa aspek, seperti:

  • Tes corneal light reflex untuk mengecek mata yang juling
  • Tes cover/uncover untuk mengetahui pergerakan mata dan keanehan pada gerakan mata
  • Tes ketajaman visual, untuk menentukan seberapa jauh mata dapat fokus
  • Pemeriksaan retina untuk meneliti bagian belakang mata

Apabila dokter melihat adanya gejala-gejala lain yang menyertai, dokter mungkin akan memeriksa otak dan sistem saraf. Contohnya, dokter menyarankan Anda menjalani tes otak untuk memastikan kemungkinan adanya cerebral palsy atau sindrom Guillain-Barré.

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi mata juling (strabismus)?

Pengobatan strabismus ditujukan untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi, seperti ambliopia atau kebutaan permanen. Semakin cepat gejala-gejala ditangani, semakin efektif pengobatannya bekerja.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang tersedia:

1. Kacamata

Salah satu solusi untuk menangani penyakit ini adalah dengan memberikan kacamata, terutama jika terdapat kondisi lain seperti rabun dekat.

2. Penutup mata

Penutup mata diletakkan di atas mata yang berfungsi paling baik. Hal ini diharapkan dapat membuat mata yang lebih lemah bekerja lebih keras dan mampu melihat lebih baik. Biasanya, penutup mata diberikan untuk menangani risiko ambliopia.

Anak Anda mungkin tidak suka menggunakan penutup mata atau kacamata. Penutup mata memaksa anak melihat melalui mata yang lebih lemah. Namun, sangat penting untuk menggunakan kacamata atau penutup mata sesuai anjuran.

3. Injeksi botulinum toxin atau botox

Botox akan disuntikkan pada salah satu otot permukaan mata. Dokter akan merekomendasikan pengobatan ini apabila gejala mata juling muncul secara tiba-tiba dan tidak ada penyebab pastinya.

4. Obat tetes mata dan latihan otot mata

Orang dewasa dengan strabismus ringan dapat terbantu dengan penggunaan obat tetes mata dan latihan otot mata. Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga mata tetap lurus.

5. Operasi

Operasi otot mata diperlukan apabila kondisi mata juling tidak kunjung membaik walaupun sudah ditangani dengan cara-cara di atas. Prosedur operasi lebih umum dilakukan pada bayi dan anak-anak.

Terkadang, operasi perbaikan otot mata tidak memperbaiki penglihatan mata yang memburuk. Maka dari itu, penggunaan kacamata mungkin masih harus disarankan setelah operasi selesai.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi mata juling (strabismus)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi strabismus:

  • Latihan mata baik untuk memperkuat dan menyeimbangkan kedua mata.
  • Menggunakan penutup mata untuk menutup mata yang berfungsi baik dapat membantu mata yang lemah.
  • Kacamata khusus dapat direkomendasikan untuk memperbaiki penglihatan.
  • Mengatasi stress kronis dalam hidup.
  • Berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 1, 2019 | Terakhir Diedit: Agustus 1, 2019

Yang juga perlu Anda baca