Bayi Cegukan Dalam Kandungan, Apakah Normal?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/12/2017
Bagikan sekarang

Memperhatikan perkembangan bayi dalam kandungan memang menjadi hal yang menyenangkan. Apalagi ketika Anda merasakan berbagai aktivitas bayi dalam kandungan, seperti bergerak, menendang, hingga cegukan. Ya! Tidak hanya setelah lahir, ternyata bayi dalam kandungan juga bisa cegukan, lho. Lantas, apa yang menjadi penyebab bayi cegukan dalam kandungan? Apakah ini normal? Cari tahu semua jawabannya pada ulasan berikut.

Bagaimana bisa tahu bayi cegukan dalam kandungan?

Cegukan dan tendangan bayi sering dikira sama. Pasalnya, kedua aktivitas ini sama-sama ditandai dengan gejola yang menekan dari dalam perut. Cara yang paling mudah untuk membedakan kapan bayi menendang dan bayi cegukan dalam kandungan adalah dengan bergerak.

Bayi Anda dapat merespon setiap gerakan yang Anda lakukan jika ia merasa tidak nyaman. Bila Anda merasakan gerak bayi terus berpindah-pindah di dalam kandungan (baik di sisi atas, bawah, kanan, atau kiri) dan kemudian langsung berhenti saat Anda berhenti bergerak, ini adalah tendangan bayi.

Namun, jika Anda sedang duduk tenang dan merasakan getaran yang berdenyut atau berirama yang berasal dari salah satu area perut Anda, maka ini mungkin merupakan cegukan bayi. Biasanya Anda mulai bisa merasakan cegukan pada bayi dalam kandungan Anda di trimester kedua dan ketiga.

Sebenarnya, apa yang terjadi saat bayi cegukan dalam kandungan?

Selama berada dalam kandungan, bayi Anda akan melakukan berbagai macam gerakan sebagai bentuk pembelajaran sebelum ia lahir. Hal ini yang nantinya akan ia gunakan untuk bertahan hidup sejak awal kelahirannya.

Meski penyebab cegukan belum diketahui secara pasti, namun salah satu teori mengatakan bayi cegukan dalam kandungan menandakan sedang berlangsungnya pematangan paru-paru. Pasalnya, cairan amnion atau air ketuban hanya terhirup masuk ke dalam paru-paru, lalu keluar lagi, seiring dengan gerakan memompa yang dilakukan oleh diafragma janin. Nah, cegukan inilah yang membantu bayi dalam kandungan untuk menguatkan otot-otot pada  organ pernapasannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa bayi cegukan dalam kandungan adalah normal dan memang menjadi salah satu bagian dalam masa kehamilan. Namun, hati-hati bila saat usia kehamilan 32 minggu, Anda masih merasakan cegukan dari bayi hingga 15 menit. Meski terbilang jarang, hal ini dapat menandakan adanya masalah dengan tali pusar.

Normal atau tidaknya kandungan bisa ditentukan dari jumlah tendangan bayi

Memperhatikan gerakan janin dapat membantu Anda menentukan apakah kandungan Anda baik-baik saja. Maka, cobalah untuk menghitung jumlah tendangan bayi di akhir kehamilan dengan cara sebagai berikut:

  • Mulailah di trimester ketiga (atau lebih awal bila Anda berisiko tinggi mengalami masalah tali pusar). Luangkan waktu untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan bayi Anda untuk melakukan 10 pergerakan, termasuk tendangan atau tonjolan di bagian perut Anda.
  • Bayi yang sehat biasanya akan bergerak berkali-kali dalam periode dua jam.
  • Ulangi cara ini setiap hari, sebaiknya lakukan pada waktu yang sama.
  • Bagaimana bila bayi Anda tidak banyak bergerak? Cobalah untuk minum segelas air dingin atau makan camilan. Anda juga bisa mencoba untuk menekan pelan perut Anda untuk memancingnya bergerak.

Kebanyakan ibu hamil merasakan 10 gerakan hanya dalam waktu 30 menit. Kemudian, tunggulah sampai dua jam untuk mengetahui berapa banyak gerakan yang mampu ia ciptakan. Bila Anda merasa bayi Anda terlalu banyak cegukan, terutama setelah minggu ke-32, segeralah hubungi dokter untuk memeriksa kandungan Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Janin Sudah Bisa Melihat Cahaya Sejak Trimester Ketiga

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa jauh sebelum bayi bisa melihat gambar, mata janin sudah dapat mendeteksi cahaya dari dalam rahim.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Mungkinkah Cegukan Dapat Menyebabkan Kematian?

Pernahkah Anda mendengar bahwa cegukan dapat menyebabkan kematian? Jika iya, jangan telan mentah-mentah informasi tersebut. Yuk, cari tahu di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Kenapa Saya Cegukan Saat Makan Makanan Pedas?

Selain tubuh berkeringat, makan pedas juga bisa membuat Anda cegukan. Apa sebabnya Anda cegukan saat makan pedas? Cari tahu di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Habis Makan, Kok, Malah Cegukan? 4 Hal Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Cegukan bisa terjadi kapan saja, lebih seringnya setelah selesai makan. Kira-kira, apa, ya, penyebab cegukan setelah makan? Apa benar karena makanannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Direkomendasikan untuk Anda

konsumsi buah kognitif janin

Pengaruh Konsumsi Buah Terhadap Perkembangan Kognitif Janin

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
pergerakan janin

Cara Mengenali dan Menghitung Pergerakan Janin dalam Kandungan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020
mencegah autisme saat hamil

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
buah untuk perkembangan janin

Konsumsi Buah Selama Kehamilan Memengaruhi Perkembangan Otak Janin

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/03/2020