Memahami Perkembangan Bahasa Balita Usia 2-5 Tahun

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Salah satu tanda bahwa perkembangan bahasa balita bergerak positif, yaitu si kecil semakin banyak bicara dan bertanya. Di usia 2-5 tahun, anak semakin banyak bicara dan bertanya tentang apapun yang ia lihat dan rasakan. Tidak sedikit pertanyaan yang anak ajukan sulit dijawab dengan bahasa sederhana.

Tidak jarang orangtua yang merasa kewalahan menghadapi perkembangan bahasa balita tersebut, terutama ketika anak mengajukan berbagai pertanyaan. Itu sebabnya penting orangtua memahami perkembangan kemampuan bahasa anak, mulai dari pengertian, keterampilan bahasa sesuai usia, dan cara melatihnya.

Apa itu perkembangan bahasa balita?

kemampuan kognitif balita

Health of Children menjelaskan bahwa perkembangan bahasa balita adalah proses anak memahami dan mampu berkomunikasi. Sejak bayi baru lahir sampai menginjak usia balita 60 bulan atau 5 tahun, kemampuan bahasa anak bergerak sangat cepat. Meski begitu, kecepatan kemampuan bahasa setiap anak tentu berbeda.

Penelitian menyebutkan bahwa perkembangan bahasa balita anak perempuan lebih cepat, jika dibandingkan anak laki-laki. Ini dipengaruhi oleh banyak aspek, antara lain karena karena perkembangan bahasa balita berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan otak

Selain itu, kemampuan memahami bahasa (reseptif)  lebih cepat daripada kemampuan berkomunikasi (ekspresif). Dua gaya pengembangan bahasa ini memang berbeda. Contoh kemampuan reseptif adalah anak menggabungkan kata dari dua sampai tiga kata.

Sedangkan perkembangan bahasa ekspresif adalah anak bicara dengan celoteh panjang yang tidak bisa dipahami, tapi ia menirukan irama dan ritme pembicaraan orang dewasa. Ini termasuk perkembangan bahasa balita.

Tahap perkembangan bahasa balita mulai usia 2-5 tahun

Setiap anak mengalami perkembangan kemampuan bahasa balita yang berbeda-beda. Maka, penting untuk Anda mengerti dan memahami keterampilan bahasa sesuai usia, berikut penjelasan lengkapnya.

Anak usia 2-3 tahun

multivitamin untuk balita

Bagaimana perkembangan bahasa balita di usia ini? Berdasarkan grafik perkembangan anak Denver II, usia balita 24 bulan atau 2 tahun sudah mampu menyebut dan menunjukkan 6 bagian anggota tubuhnya, menyebutkan gambar yang ditunjuk, mengombinasikan dua kata sehingga menjadi kalimat, dan ucapannya agak jelas meski masih samar. 

Kemudian untuk usia balita 30 bulan atau 2 tahun 6 bulan, gambar yang anak tunjuk lebih dari satu. Setidaknya, anak sudah mampu menunjuk 4 gambar dan menyebutkannya.

Pada usia ini, anak sudah mengerti konsep subjek, seperti penggunaan aku dan kamu. Meski terkadang penempatannya masih kurang tepat, tidak apa-apa karena ini termasuk perkembangan bahasa balita.

Melansir dari Raising Children, di usia 2-3 tahun, anak mengerti arahan sederhana, misalnya menyimpan mainan di dalam kotak, menaruh gelas di atas meja, atau membuang sampah. Ia juga mulai bisa mengubah nada bicara ketika sedang senang dan tidak untuk membantu perkembangan bahasa balita.

Anak usia 3-4 tahun

Bila di usia ini anak Anda semakin sering bertanya “kenapa”, itu adalah salah satu tanda perkembangan bahasa balita bergerak semakin positif.

Pertanyaan yang dilontarkan si kecil disebabkan oleh rasa penasarannya yang sangat tinggi pada suatu hal. Parents menyebutkan bahwa kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun semakin baik, terlihat dari pelafalan yang semakin jelas. 

Sejalan dengan hal tersebut, grafik Denver II dalam hal perkembangan bahasa balita menunjukkan bahwa usia balita 36 bulan atau 3 tahun sudah mampu menyebutkan 4 gambar yang ia tunjuk, mengucapkan 1-4 jenis warna, mengerti 2 kegiatan yang sedang dilakukan. 

Untuk usia balita 3 tahun 6 bulan, anak sudah mengerti penempatan kata, misalnya tidur di kasur, lari di taman, pergi ke rumah nenek. Ini adalah tanda perkembangan bahasa balita bergerak semakin positif.

Anak usia 4-5 tahun

berhenti menggendong anak

Di usia ini, perkembangan bahasa balita semakin baik, dilihat dari pelafalan dan pengucapan yang sudah sangat jelas. Anak Anda tidak lagi bicara dengan bahasa bayi yang kurang jelas dan sulit dimengerti.

Dalam grafik Denver II digambarkan bahwa usia balita 4 tahun 6 bulan, anak sudah mengerti konsep lawan kata. Ia memahami konsep tinggi dan pendek, maju dan mundur, naik dan turun. 

Kemudian di usia balita 4 tahun 9 bulan, perkembangan bahasanya sudah sampai mampu menghitung balok yang sedang dimainkannya, 1-5.

Anak juga semakin sering bercerita dan mampu menjawab pertanyaan tentang apa yang ia ceritakan. Kalimat yang dibuatnya semakin lengkap, memiliki subjek, predikat, dan keterangan yang tepat.

Cara mengasah perkembangan bahasa balita

Bila Anda merasa perkembangan bahasa balita perlu diasah dan dilatih, pastikan cara yang dipakai sesuai dengan usia anak. Berikut cara mengasah perkembangan bahasa balita di usia 2-5 tahun.

Usia 2-3 tahun

Kebiasaan tertentu dapat dilakukan untuk melatih perkembangan bahasa balita, seperti:

Membaca buku cerita bersama

anak baca buku

Bila anak Anda berusia 2-3 tahun dan perkembangan bahasa balita ingin dilatih, Anda bisa mengajaknya membaca buku bersama. Melansir dari Today’s Parent, membaca buku bisa memperkaya kosakata anak dan membuatnya lebih mengerti tentang sesuatu yang ia dengar dan rasakan. 

Agar membaca buku tidak menjadi kegiatan yang membosankan, berikan nada bicara yang menyenangkan sesuai dengan jalan cerita yang sedang dibaca. Lewat cara ini, anak akan belajar tentang nada bicara dan emosi dalam dirinya dan membantu perkembangan bahasa balita.

Selain nada bicara, Anda bisa membuat kegiatan membaca buku menjadi lebih interaktif dengan memberi komentar pada jalan cerita. Misalnya, Anda menunjuk kucing yang sedang berlari sambil mengatakan “wah, kucingnya lari kencang sekali”. Ini mampu membantu perkembangan bahasa balita.

Hindari bicara menggunakan “bahasa bayi”

Di usia 2 tahun awal, beberapa anak masih bicara dengan “bahasa bayi” yang kurang jelas. Untuk meningkatkan perkembangan bahasa balita, hindari membalas ucapan anak dengan bahasanya.

Melansir dari What to Expect, sebaiknya menggunakan bahasa yang benar agar anak belajar dan tahu kalau kata yang ia ucapkan kurang tepat. Ketika anak mengucapkan mamam, Anda jawab dengan makan. Ini bisa membantu perkembangan bahasa balita.

Usai 3-4 tahun

Orangtua dapat mendukung perkembangan kemampuan bahasa balita dengan melakukan hal berikut:

Beri anak pilihan 

perkembangan balita 4 tahun

Untuk meningkatkan perkembangan bahasa balita, pancing anak bicara dengan memberinya pilihan. Pastikan pilihan yang Anda berikan sama baik dan bermanfaat. Pilihan ini bisa diberikan dalam berbagai kesempatan, misalnya memilih menu makanan, mainan, atau buku yang akan dibaca.

Pancing anak untuk memberi alasan dari pilihan yang dia tentukan. Tidak perlu terburu-buru saat menunggu jawaban anak, beri dia waktu untuk berpikir dan memilih jawaban yang tepat. Ini mampu meningkatkan perkembangan bahasa balita.

Berikan waktu anak berbicara saat berbicang

cara mendidik anak balita

Sebagai orangtua, kadang kurang sabar untuk menunggu jawaban dari si kecil. Saat anak sedang terdiam sambil berpikir untuk mengatakan sesuatu, tunggu jawaban dan jangan alihkan perhatian darinya.

Today’s Parent menyebutkan, ketika Anda sabar menunggu jawabannya, anak merasa Anda memberi perhatian penuh padanya dan anak ingin lebih dekat lewat bahasa tubuh. Ini mampu meningkatkan perkembangan bahasa balita.

Usia 4-5 tahun

Guna mendukung perkembangan bahasa balita, Anda dapat mengajaknya melakukan kegiatan sebagai berikut:

Ajak main ke tempat baru

benda di taman rumah

Di usia 4-5 tahun, rasa penasaran anak sedang sangat tinggi. Untuk memancing dan melatih perkembangan bahasa balita, Anda bisa mengajaknya bermain ke tempat baru atau tempat yang rekreasi. Anda dapat mengajak si kecil ke kebun binatang, taman kota, museum anak, atau akuarium besar yang membuatnya bisa mengenal hal baru.

Tempat tersebut mampu memancing rasa penasaran anak dan membuatnya lebih ingin bertanya mengenai hal asing yang ia lihat. Ini mampu meningkatkan perkembangan bahasa balita.

Batasi durasi menonton tv

tanda anak kecanduan gadget

Pemakaian gadget pada anak perlu dibatasi untuk membantu perkembangan bahasa balita. Parents menjelaskan, The American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak di atas usia 2 tahun untuk melihat layar hanya 2 jam dalam sehari. Memang tidak semua tayangan buruk karena ada banyak video edukasi yang bisa diberikan pada anak.

Namun, komunikasi yang dilakukan dengan gadget hanya satu arah, anak hanya mendengarkan tanpa berinteraksi dengan layar. Padahal, perkembangan bahasa anak perlu dilatih dengan interaktif. Selain itu, Anda sebaiknya tetap mendampingi saat si kecil menggunakan gadget, sehingga perkembangan bahasa balita tidak terganggu.

Memerhatikan perkembangan bahasa balita, tidak kalah penting dengan perkembangan motorik, sensorik ataupun kemampuan kognitif. Jika Anda melihat kemampuan bahasa balita Anda tidak sebagaimana teman sebaya atau khawatir mengalami gangguan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 2, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca