Tips Menyisipkan Sayuran Pada Makanan Anak Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bukan hal yang mengejutkan kalau makanan yang paling tidak disukai anak-anak adalah sayur. Padahal, sayur sangat penting karena dipenuhi dengan berbagai manfaat baik. Disarankan agar balita dan anak-anak mendapat 5+ porsi buah dan sayuran per hari (2 buah dan 3 sayuran). Buah dan sayuran utuh adalah yang terbaik, tetapi ada berbagai macam cara lain untuk menghidangkan sayur.

Alih-alih menggantikan sayuran, cobalah bereksperimen dengan berbagai sayuran yang berbeda dan pelajarilah cara memasak/menyajikan mereka dengan cara yang kreatif. Ingatlah untuk bertahan dan terus tawarkan lagi makanan yang pernah ditolak.

Hanya karena bayi, balita, atau anak Anda tidak makan makanan, bukan berarti mereka tidak suka. Mereka bahkan mungkin tidak mencicipinya!

Beberapa tips yang bisa Anda coba:

  • Mengubah bagaimana sayuran terlihat dan mengubah tekstur mereka. Cobalah sayuran tumbuk dengan keju, dibuat menjadi burger, ¬†tempura sayur, atau parut ke dalam hidangan pasta. Campur sayuran tersebut dan bersenang-senanglah.
  • Biarkan anak memilih. Tanyakanlah bagaimana mereka ingin sayuran mereka dimasak. Contohnya mungkin membuat pizza bersama di mana anak Anda dapat memilih topping (termasuk sayuran seperti tomat dan pasta tomat, jamur, bawang, paprika, terong dan rempah segar) .
  • Cobalah membuat sup, pasta, atau celupan (guacamole) yang memiliki buah atau sayuran sebagai dasar pembuatannya. Atau mungkin cobalah bikin kue dari sayur (scone labu atau pie labu).
  • Anak-anak mungkin memiliki indra yang lebih baik untuk bau dan rasa daripada orang dewasa, jadi cobalah meringankan sayuran berbau dan cicipi sayuran seperti labu, alpukat, kentang, kumara, buncis, wortel, jagung dan cabai merah.
  • Memasak bisa mengintensifkan bau, jadi cobalah gaya lain dengan menggunakan buah mentah atau salad sayuran dan makanan jari (wortel, seledri, alpukat, tomat). Anda bisa memotong mereka menjadi bentuk kreatif yang menyenangkan (menggunakan alat pengiris buah) atau mencoba jagung rebus.!
  • Coba buah-buahan dan sayuran kering dalam kemasan kaleng, beku, dan kering. Tekstur yang berbeda mungkin menarik bagi beberapa anak yang makannya rewel. Beberapa anak menyadari buah dan sayuran kaleng lebih menggugah selera karena lebih lembut dan lebih mudah untuk dikunyah. Bukti terbaru menunjukkan bahwa makanan beku dan kaleng mempertahankan nutrisi dari buah segar dan sayuran. Jadi, ini merupakan pilihan yang benar-benar baik untuk pertumbuhan tubuh anak Anda.
  • Meskipun tidak menggantikan kebutuhan sayuran, cara lain untuk mendapatkan banyak nutrisi adalah buah segar. Jika sayuran sudah dicoba terus-menerus, Anda dapat merasa yakin anak Anda mendapatkan kebaikan dengan menawarkan mereka buah segar.
  • Memperluas pengalaman makanan dengan tidak hanya berfokus pada makan, tetapi semua hal-hal lain tentang makanan yang ditawarkan. Pikirkan tentang bermain makanan, persiapan makanan, menumbuhkan makanan, memasak, aspek-aspek sosial dari makanan, cerita makanan, warna makanan, tekstur dan potensi belajar di sekitar makanan. Dengan melakukan hal ini anak Anda akan mengembangkan apresiasi terhadap sayuran dan sikap gaya hidup yang berorientasi seperti itu.
  • Jangan menyerah. Terus tawarkan banyak sayuran, bahkan jika mereka konsisten tidak memakannya. Dengan mencontohkan kebiasaan makan yang baik dan konsisten menawarkan pilihan makanan sehat, anak Anda akhirnya akan mencoba dan akhirnya memakan sayuran.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Masturbasi Saat Hamil

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    cek kehamilan dengan test pack

    Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit