Berbagai Faktor yang Membuat Anak Butuh Susu Penambah Berat Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Anak Anda bermasalah dengan angka di timbangan yang tidak kunjung bertambah? Kondisi tersebut sering membuat orangtua khawatir karena takut anak mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan. Bila anak Anda cenderung susah makan, biasanya dokter akan memberikan susu penambah berat badan balita. Namun ini dilakukan dengan catatan bahwa berat badan anak Anda memang sudah perlu bantuan khusus. Berikut penjelasan seputar susu penambah berat badan balita.

Penyebab anak membutuhkan susu penambah berat badan

Pertumbuhan anak paling terasa terjadi ketika ia masih bayi. Kondisi ini dilihat dari penambahan berat badan dan tinggi badan yang lebih cepat dibanding waktu lain dalam masa kehidupan si kecil. Namun, tidak sedikit anak-anak yang tidak mendapatkan berat badan ideal karena beberapa hal, yaitu:

Kebiasaan makan anak yang buruk

Memasuki usia 2-5 tahun atau masa balita, anak mulai bisa memilih makanan kesukaannya. Di satu sisi, hal ini bagus karena menandakan tumbuh kembangnya. Namun di sisi lain juga bisa menimbulkan masalah karena makanan yang dipilihnya belum tentu sehat.

Masalah kebiasaan yang akan timbul di usia balita yaitu pemilih makanan atau picky eater, bosan, sampai anak tidak fokus saat sedang makan. Situasi di atas kerap menjadi alasan anak balita perlu diberikan susu penambah berat badan. 

Dilansir dari laman Mayo Clinic,  picky eater bisa mengganggu perkembangan dan pertumbuhan berat badan anak bila ia memilih makanan yang tidak sehat.

Jadi, hal yang perlu menjadi catatan orangtua adalah memberi dua pilihan makanan yang sama-sama sehat tapi masih bisa dimakan oleh si kecil. 

Faktor kesehatan

Kondisi lain yang membuat anak balita membutuhkan susu penambah berat badan adalah faktor kesehatan, seperti:

Kesulitan menelan

Melansir dari Nation Wide Childrens, gangguan menelan atau swallowing disorder ditandai dengan ketidakmampuan untuk memindahkan makanan atau cairan dari dalam mulut lewat faring dan kerongkongan.

Gangguan kesulitan dalam menelan bisa membuat makanan nyasar dan anak berisiko mengalami masalah pernapasan dan paru-paru.

Bila dibiarkan dalam waktu lama, anak balita akan mengalami masalah berat badan dan membutuhkan susu penambah berat.

Penyakit celiac

Mengutip dari Mayo Clinic, kondisi ini merupakan sebuah reaksi sistem imun, di mana tubuh salah mengenali senyawa di dalam gluten sebagai ancaman.

Padahal, gluten merupakan jenis protein yang banyak ditemukan pada makanan biji-bijian, seperti gandum. 

Meski berhubungan dengan gluten, celiac tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan dengan pemakaian makanan bebas gluten.

Ketika anak memiliki penyakit celiac, penambahan berat badan dan pertumbuhannya akan terganggu karena asupan gizinya sulit diserap oleh tubuh. 

Merasa stres di rumah

Stres tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Stres pada anak bisa disebabkan oleh trauma saat makan atau hubungan dengan anggota keluarga di rumah.

Kondisi ini lebih menyerang aspek psikologis anak yang berpengaruh pada berat badan si kecil. Segera konsultasikan dengan dokter bila ini mengganggu nafsu makan dan pertumbuhan si kecil.

Di masa-masa seperti inilah anak balita biasanya membutuhkan susu penambah berat badan sebagai nutrisi tambahan.

Faktor lingkungan

Ada beberapa tipe orangtua yang memiliki ketakutan anaknya akan mengalami obesitas. Jika terlalu dibatasi, hal ini akan berdampak pada asupan nutrisi yang kurang untuk si kecil.

Akhirnya, pilihan dan porsi makanan yang terbatas ini membuat pertumbuhan anak balita terganggu sehingga membutuhkan susu penambah berat badan. 

Tidak hanya itu, faktor lingkungan di sini juga bisa disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi. Kemiskinan misalnya bisa membuat orangtua mungkin jadi tidak mampu menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk anak.

Melihat kondisi di atas, sangat penting untuk mengenali dan merawat anak dengan berat badan rendah karena bisa berujung pada kekurangan gizi atau masalah medis lain.

Kondisi kekurangan gizi bisa membuat anak mengalami komplikasi, seperti sistem kekebalan tubuh melemah, tinggi badan yang lebih pendek, hingga kesulitan dalam belajar.

Bila berat badan anak Anda tidak bisa meningkat dengan pola makan, dokter akan memberikan susu penambah berat badan untuk menaikkan berat lebih cepat.

Kandungan penting di dalam susu penambah berat badan balita

susu penambah berat badan balita

Ketika dokter menyarankan anak untuk diberikan susu penambah berat badan, Anda tidak bisa memilih produk susu formula dengan sembarangan.

Ada beberapa kandungan penting yang harus ada di dalam susu penambah berat badan balita, yaitu:

Kalori

Ketika Anda mencari susu untuk menaikkan berat badan si kecil, lihat jumlah kalori yang terkandung dalam satu gelas susu. Anda bisa melihatnya di angka kecukupan gizi yang tertera di produk susu.

Mengapa ini penting? Kalori memiliki peran untuk menghasilkan energi untuk anak. Berikut kebutuhan kalori anak sesuai dengan usianya:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1125 kilokalori (kkal)
  • Balita usia 4-6 tahun: 1600 kilokalori (kkal)

Anak yang perlu menaikkan berat badannya sangat membutuhkan kalori tambahan. Untuk menemukan jenis susu dengan takaran kalori yang tepat, mintalah rekomendasi dari dokter.

Lemak

Susu penambah berat badan wajib tinggi kalori agar berat badan si kecil meningkat dengan cepat. Dilansir dari laman Heart, anak balita usia 2-3 tahun membutuhkan asupan lemak total antara 30-35 persen dari jumlah kalori. Sementara untuk anak usia 4-18 tahun membutuhkan 25-35 persen dari total kalori. 

Berikut kebutuhan lemak anak berdasarkan angka kecukupan gizi tahun 2013:

  • Balita usia 1-3 tahun: 44 gram
  • Balita usia 4-6 tahun: 62 gram

Lemak ini bisa didapatkan dari berbagai sumber asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal seperti ikan, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Untuk menaikkan berat badan secara cepat dan lebih terukur, bisa memakai susu penambah berat badan yang sudah disarankan oleh dokter.

Protein

Protein berperan dalam pembentukan sel di dalam tubuh, hormon, sistem kekebalan tubuh, sampai pertumbuhan struktur pendukung tubuh seperti otot.

Susu penambah berat badan anak balita harus mengandung protein untuk meningkatkan pertumbuhan otot yang kemudian berpengaruh pada berat badan si kecil. 

Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) 2013, balita membutuhkan asupan protein sebanyak:

  • Balita 1-3 tahun: 26 gram
  • Balita 4-6 tahun: 35 gram

Ketika Anda memutuskan untuk membeli susu penambah berat badan si kecil, jangan lupa untuk melihat tabel angka kecukupan gizi di setiap kemasan produk. Di sana tertera berapa jumlah yang sesuai dengan usia si kecil sehingga ibu tidak bingung.

Kalsium

Kandungan penting di dalam susu penambah berat badan anak balita yang berikutnya adalah kalsium dan vitamin D.

Menguti dari laman Kids Health, kalsium merupakan zat penting untuk meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang di masa pertumbuhan balita 2-5 tahun. 

Ada perbedaan dengan kebutuhan kalsium bayi dan balita berdasarkan angka kecukupan gizi 2013, yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 650 miligram (mg)
  • Balita usia 4-6 tahun: 1000 miligram (mg)

Bayi dan balita membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk menghindari penyakit rakhitis. Rakhitis adalah sebuah kondisi pelemahan kinerja tulang dan pertumbuhannya terhambat.

Selain dari susu, kalsium juga bisa ditemukan di beberapa jenis makanan, seperti keju yoghurt, kacang merah, almond, dan sayuran hijau. 

Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai kebutuhan susu penambah berat badan untuk anak Anda. Selain itu, Anda juga perlu perhatikan asupan makanan yang sehat dan seimbang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

Susu dipenuhi nutrisi yang tentunya memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, mana yang lebih sehat, susu hangat atau susu dingin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 03/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Banyak orang minum susu untuk sarapan karena praktis dan mudah disiapkan. Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar sehat ?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Kapan Berat Badan Bayi Dikatakan Kurang dari Angka Normalnya?

Salah satu penilaian status gizi baik pada bayi yakni saat berat badannya tergolong normal. Lantas, kapan bayi dikatakan memiliki berat badan kurang?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 02/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
diet susu risiko diabetes

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit
turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . Waktu baca 5 menit
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit