Anda mungkin pernah mendengar atau bahkan sudah tidak asing lagi dengan kata “kognitif”. Namun, yakinkah tahu artinya? Kognitif adalah salah satu keterampilan penting dalam hidup yang ikut menentukan bagaimana Anda berkembang dan bersosialisasi. Entah dalam keseharian, lingkungan sekolah, atau lingkungan kerja. Sama seperti keterampilan lainnya, kemampuan kognitif kita bisa terus diasah agar tetap prima sampai tua nanti.

Kognitif adalah keterampilan berpikir

penyakit sensory processing disorder

Kognitif adalah keterampilan inti yang kita perlukan untuk melakukan tugas apa pun, dari yang paling sederhana sampai paling rumit sekalipun.

Keterampilan ini dimotori oleh kerja otak untuk memproses dan mengolah informasi baru yang kita terima dengan runutan cara dari membaca, memperhatikan, belajar, berpikir dan menalar, memecahkan masalah, dan mengingat agar kemudian tersimpan dalam ingatan jangka panjang. Selain itu, keterampilan ini juga membantu kita untuk berkomunikasi dan mengambil keputusan.

Sederhananya, kemampuan kognitif adalah bagaimana cara kita berpikir yang juga mencerminkan potensi kecerdasan otak. Pasalnya, ada banyak hal yang terlibat dalam proses pengolahan informasi di otak. Sejak informasi tersebut diterima sampai akhirnya berhasil dimengerti dengan baik. Jadi selain dengan membaca, Anda juga sebenarnya bisa mengambil dan memproses informasi dengan mendengarkan, mencontoh, menonton, membaui, atau sekadar mengamati lingkungan sekitar Anda.

Ya. Sadar atau tidak, semua kegiatan tersebut memanfaatkan peran fungsi kognitif Anda. Itu kenapa keterampilan kognitif tidak bisa dianggap sepele. Fungsi kognitif turut berkembang sejak usia kanak-kanak bersama dengan proses tumbuh kembang fisik hingga dewasa. Masing-masing orang memiliki kemampuan kognitif yang berbeda-beda, tergantung bagaimana dan seberapa baik mereka memproses informasi yang didapatkan.

Masalah kesehatan yang bisa mengganggu fungsi kognitif

penyakit alzheimer

Kognitif adalah kemampuan otak yang jadi salah satu faktor utama dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Sayangnya, fungsi otak yang satu ini cenderung mulai perlahan menurun menginjak usia dewasa akhir. Penurunan keterampilan fungsi kognitif otak juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang.

Berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan fungsi kognitif adalah:

1. Alzheimer

Alzheimer adalah kerusakan sel otak yang memengaruhi fungsi kognitif. Penyakit ini ditandai dengan penurunan daya ingat (sering pikun), perubahan perilaku, serta kesulitan bicara dan berkomunikasi.

Alzheimer umum muncul di usia tua, biasanya mulai usia 65 tahun ke atas. Namun, berbagai gejala Alzheimer tidak terjadi langsung dan serentak secara tiba-tiba. Melainkan berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia. Perkembangan gejala awalnya bahkan bisa muncul sedini di usia 40-50an.

2. Demensia

Demensia dan Alzheimer sama-sama menunjukkan gejala khas yang serupa, yaitu mudah lupa (pikun). Keduanya juga sama-sama mengganggu fungsi kognitif Anda. Tidak heran kalau keduanya sering dianggap sama. Padahal, tidak.

Alzheimer adalah penyakit penyebab dari 60-70 persen kasus demensia. Ya. Demensia adalah wujud dari tahap perkembangan Alzheimer paling akhir. Pada demensia, kerusakan fungsi kognitif otak sudah telanjur berat sehingga menghambat kemampuan berpikir, daya ingat, serta mengubah perilaku pengidapnya.

Demensia bisa juga mencakup kondisi yang lebih spesifik, seperti penyakit Parkinson, cedera otak berat, dan lain sebagainya.

3. Stroke

Stroke adalah penyumbatan aliran darah dalam pembuluh darah di otak. Ketika otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang mencukupi, sel dan jaringan sehat otak akan mulai melemah dan kemudian mati.

Fungsi kognitif adalah salah satu sasaran serangan stroke. Itu kenapa stroke bisa membuat pengidapnya kerap kesulitan beraktivitas seperti sebelumnya. Stroke dapat mengganggu konsentrasi untuk berpikir, kesulitan berbicara dan berbahasa, kesulitan mengingat, bahkan juga menghambat kemampuan motorik tubuh Anda.

Bagaimana caranya meningkatkan fungsi kognitif?

Berbagai cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan kognitif anda agar terhindar dari gangguan-gangguan di atas:

1. Rutin beraktivitas fisik

olahraga mengecilkan perut

Sebuah penelitian tahun 2013 yang dilakukan oleh Dana-Farber Institute dan Harvard Medical School, menemukan bahwa aktivitas fisik rutin berdampak positif terhadap peningkatan fungsi kognitif.

Hal ini dikarenakan selama Anda beraktivitas, tubuh akan menghasilkan hormon tertentu yang diyakini baik bagi kerja daya ingat.

Bukan hanya itu saja, hormon tersebut juga diyakini memiliki efek perlindungan buat kesehatan saraf, serta mengaktifkan gen yang terlibat dalam proses pembelajaran.

2. Berinteraksi sosial

berkomunikasi dengan orang tuli

Interaksi sosial tidak hanya membantu menjaga tali silaturahmi. Di sisi lain kegiatan ini juga bermanfaat baik bagi kemampuan kognitif Anda. Terbukti dari penelitian milik University of Chicago tahun 2014 yang mengungkapkan bahwa rasa kesepian ternyata memicu penurunan fungsi kognitif dan psikologis lebih cepat.

Sadar atau tidak, kurang membuka diri dengan orang-orang sekitar dapat membuat Anda susah tidur, mengalami peningkatan tekanan darah, mudah stres, lebih gampang sakit, hingga bahkan meningkatkan risiko depresi.

Kesemua hal tersebutlah yang pada akhirnya mengganggu fungsi kognitif otak. Maka, tidak ada salahnya untuk sekadar basa-basi dengan tetangga atau tukang ojek online Anda. Psstt… Bergosip dengan pasangan juga mungkin membantu. Asalkan tidak mencibir orang lain, ya!

3. Meditasi

teknik meditasi

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan fungsi kognitif adalah dengan bermeditasi, entah di ruangan atau alam terbuka. Penelitian dari Harvard Medical Center memperoleh hasil menarik bahwa meditasi nyatanya membawa ketenangan batin dan emosional yang bisa mengubah cara kerja otak secara lebih positif.

Hal yang sama juga dilaporkan oleh studi lain dari Rutgers University. Peneliti melaporkan bahwa meditasi selama 30 menit yang diikuti latihan aerobik selama 30 menit dalam 8 minggu menurunkan gejala depresi hingga 40 persen. Mereka jadi lebih mampu mengendalikan diri untuk tidak cemas dan memikirkan hal-hal negatif.

Perubahan tersebut berperan penting untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca