Pada Usia Berapa Anak Boleh Mulai Makan Keju?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Keju bukan hanya memiliki rasa yang lezat, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan. Keju dipenuhi dengan kandungan protein, vitamin A, D, dan vitamin B12. Selain itu, keju juga tinggi kalsium dan kalori di setiap gigitannya. Kalsium dan kalori tinggi ini cocok sekali bagi anak untuk masa pertumbuhan dan perkembangannya. Lalu kapan waktu yang tepat anak boleh makan keju?

Kapan anak boleh makan keju?

keju untuk mengurangi berat badan

Sebagian besar bayi dapat makan keju segera setelah mereka terbiasa mengunyah, biasanya pada usia 6-9 bulan. Meskipun begitu, saran ini memang cukup bervariasi. Kebanyakan dokter anak, dilansir dari laman Verywell Family, menganjurkan setidaknya usia 8-10 bulan baru anak yang tidak punya riwayat alergi makanan dalam keluarga boleh diperkenalkan dengan keju. Jika buah hati Anda memiliki riwayat alergi makanan, tunggu sampai usianya kira-kira mencapai 12 bulan.

Kepada Baby Center, American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa prinsipnya anak boleh mulai makan keju setelah mereka makan dan terbiasa dengan beberapa makanan padat asli seperti sayur, buah, dan daging. Setelah ini, anak diperbolehkan untuk mencoba keju.

Akan tetapi, jika Anda sudah mengetahui bahwa bayi Anda mengalami eksim atau punya alergi makanan, sebelum memberikan keju sebaiknya konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Keju adalah salah satu jenis makanan yang bersifat allergenic, sebab keju mengandung protein susu.

Maka itu, beberapa anak tidak boleh mulai makan keju sampai diizinkan oleh dokter. Jika anak ternyata alergi keju maka bisa muncul tanda-tanda seperti pembengkakan wajah (termasuk lidah dan bibir), ruam di kulit, kram perut, muntah, dan diare. Maka itu, penting untuk mengetahui kondisi anak.

Jika dalam keluarga terdekat Anda memang ada yang alergi keju atau produk susu lainnya, Anda perlu lebih waspada karena bisa saja anak bayi Anda memiliki kondisi tubuh yang mirip.

Bagaimana cara memberikan keju pada anak pertama kalinya?

manfaat makan keju

Ketika memberikan keju pada anak pertama kalinya, sebaiknya berikan di rumah sendiri. Hindari memberikan keju dari makanan di luar, seperti dari restoran atau tempat makan lain. Ini penting untuk memastikan bahwa keju yang diberikan memang hanya keju asli saja tanpa campuran apa pun.

Selain itu, seperti halnya mencoba produk baru, Anda perlu mengamati ada tidaknya efek alergi atau ketidakcocokan pada anak. Sajikan keju setidaknya selama 3-5 hari tanpa dicampur makanan baru lainnya. Dengan cara ini, Anda dapat memantau reaksi dari keju tanpa dipengaruhi makanan baru lainnya.

Jika anak Anda mengalami reaksi seperti muntah, diare, muncul ruam di kulit, sakit perut, perut kembung, bisa jadi anak Anda sensitif terhadap produk susu seperti keju. Dari sini Anda juga bisa memutuskan untuk memberikan anak keju lagi atau perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter.

Selain itu, yang paling penting, untuk mencegah anak tersedak sebaiknya berikan keju dalam bentuk kecil. Potong keju seukuran dengan jari bayi agar bisa digenggam dan dikunyah dengan mudah.

Jenis keju apa yang boleh diberikan pada anak?

diabetes boleh makan keju

Ketika memilih keju untuk anak pertama kali, pastikan keju tersebut telah melalui proses pasteurisasi, baik keju itu terbuat dari susu sapi, domba, atau susu kambing. Biasanya keterangan proses pasteurisasi bisa dilihat pada label kemasan produk keju tersebut.

Anak boleh makan keju yang sudah dipasteurisasi karena lebih aman dari bakteri. Keju yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi (atau mentah) tidak diperbolehkan untuk bayi sebab keju tersebut berpotensi terkontaminasi Listeria monocytogenes.

Ini adalah suatu bentuk bakteri yang bisa menimbulkan penyakit bawaan makanan yang fatal terutama pada anak usia sangat muda seperti bayi.

Banyak jenis keju yang bisa Anda tawarkan pada si kecil, di antaranya adalah:

  • Cheddar
  • Parmesan
  • Edam
  • Gouda
  • Mozarela
  • Paneer
  • Swiss
  • Colby

Yang paling penting, berikan keju yang rasanya ringan tidak terlalu asin. Berikan dalam ukuran dan jumlah kecil terlebih dahulu dan amati apakah anak menunjukkan ciri-ciri reaksi alergi.

Bagaimana cara mengolah keju untuk anak yang mudah dan praktis?

omelet keju

Setelah sudah dipastikan anak boleh makan keju dengan aman, ada berbagai cara mengolah keju yang bisa Anda lakukan. Di antaranya yaitu:

  • Mencampur telur orak arik dengan keju.
  • Keju dihancurkan bersama pisang atau alpukat.
  • Memanggang keju di atas roti.
  • Lelehkan keju di atas sayuran. Pastikan keju sudah tidak terlalu panas saat disajikan.
  • Tambah parutan keju di atas makanannya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 31, 2018 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca