Pentingnya Vitamin E Bagi Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak seperti vitamin atau mineral lainnya (misalnya kalsium, zat besi, dan vitamin D), kebanyakan orangtua pada umumnya tidak khawatir buah hati mereka akan kurang mendapatkan asupan vitamin E yang cukup.

Alasannya, anak-anak banyak mengonsumsi makanan sumber vitamin E, seperti minyak sayur, selai kacang, dan sereal sarapan yang diperkaya oleh vitamin E.

Apa akibatnya jika anak kekurangan vitamin E?

Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan cystic fibrosis, kolestasis hati kronis, abetalipoproteinemia, short-bowel syndrome, sindrom isolasi defisiensi vitamin E, dan sindrom malabsorpsi lainnya yang dapat berujung pada sejumlah gangguan saraf. 1 miligram setara dengan 1.5 international unit (IU)

Berapa banyak vitamin E yang diperlukan anak saya?

  • Usia 1 – 3 tahun: 6 miligram (mg), atau 9 IU vitamin E setiap hari
  • Usia 4 – 8 tahun: 7 mg, atau 10.5 IU per hari

Kebanyakan anak tidak mendapat cukup asupan vitamin E hanya dari makanan saja, tetapi defisiensi vitamin E kronis yang sampai menyebabkan masalah kesehatan biasanya cukup jarang ditemukan. Mendapatkan asupan vitamin E kurang dari jumlah yang direkomendasikan adalah kasus yang umum terjadi pada anak dan orang dewasa.

Anda tidak harus memenuhi seluruh total AKG dari vitamin E untuk anak Anda dalam satu hari. Alternatifnya, Anda bisa menyicil pemenuhan asupan vitamin E si kecil agar sesuai dengan jumlah rekomendasi rata-rata dalam beberapa hari sekali atau per minggu.

Daftar makanan sumber Vitamin E

Vitamin E dapat ditemukan dalam berbagai macam makanan, termasuk buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Beberapa sumber makanan kaya akan vitamin E adalah:

  • 1 ons kacang almond panggang, tanpa minyak (28 g): 7 mg
  • 1 sdt wheat germ oil (15 ml): 6 mg
  • 1 ons kuaci bunga matahari, panggang, tanpa minyak (28 g): 6 mg
  • 1 sdm almond butter (16 g): 4 mg
  • 1 sdm selai biji bunga matahari (16 g): 4 mg
  • 1 sdm selai kacang (16 g): 2 mg
  • 1 ons kacang tanah panggang, tanpa minyak (28 g): 2 mg
  • 1 sdt minyak sunflower (5 ml): 1.8 mg
  • 1 sdt minyak safflower (5 ml): 1.5 mg
  • 1/2 buah kiwi ukuran sedang, kupas (38 g): 1 mg
  • 1 sdt minyak jagung (5 ml): 0.6 mg
  • 1/4 cangkir bayam, rebus/tim (39 g): 0.8 mg
  • 1/4 cangkir brokoli, rebus/tim (46 g): 0.6 mg
  • 1 sdt minyak kedelai (5 ml): 0.4 mg
  • 1/4 cangkir mangga segar (30 g): 0.9 mg

Kadar vitamin E yang terkandung dalam makanan akan bervariasi, tergantung dari ukuran sayur atau buah-buahan tersebut, atau merek dari produk yang dipilih. Perlu diingat bahwa kacang dan biji-bijian dapat membuat anak kecil tersedak dan selai kacang harus diberikan dalam olesan tipis.

Anak Anda mungkin akan makan kurang atau melebihi jumlah rata-rata dari makanan yang telah disebut di atas, dilihat dari umur dan nafsu makannya. Perkirakan kandungan nutrisi sesuai kebutuhan si kecil.

Sangat mungkin untuk anak Anda tidak akan mendapatkan cukup nutrisi penting ini, karena vitamin E bekerja sebagai antikoagulan yang meningkatkan peluang risiko masalah perdarahan.

Anak usia 2 – 3 tahun tidak boleh mendapatkan asupan vitamin E lebih dari 200 mg (300 IU) per hari. Anak berusia 4 – 8 tidak boleh mendapatkan asupan vitamin E lebih dari 300 mg (450 IU) per hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

    Asupan gizi harian bayi kadang bisa tidak sesuai dengan kebutuhannya. Jika ini terjadi dalam waktu lama dapat berisiko menyebabkan masalah gizi pada bayi.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . Waktu baca 12 menit

    Apakah Vitamin Bisa Membantu Cegah Tertular COVID-19?

    Dengan semakin banyaknya kasus positif COVID-19, penjualan suplemen dan vitamin ikut meroket. Tapi apakah konsumsi vitamin bisa cegah tertular COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 18/03/2020 . Waktu baca 6 menit

    Masalah Gizi pada Balita yang perlu Diperhatikan Orangtua

    Memenuhi gizi balita sangat penting untuk perkembangannya, tapi tidak selalu mulus. Ada beberapa masalah gizi pada balita yang dihadapi. Ini penjelasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Parenting, Nutrisi Anak 27/02/2020 . Waktu baca 9 menit

    Suplemen Vitamin untuk Bantu Mengurangi Stres

    Ada beberapa suplemen vitamin yang direkomendasikan untuk mengatasi stres. Namun, tahukah Anda bagaimana cara kerjanya? Yuk, baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/12/2019 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    suplemen penambah berat badan

    Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020 . Waktu baca 3 menit
    vitamin pencernaan anak

    Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 6 menit
    vitamin untuk anak balita

    Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 8 menit
    suplemen penambah energi

    8 Jenis Suplemen Penambah Energi yang Dapat Mendukung Stamina

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit