Begini Cara yang Benar untuk Menyiapkan Makanan Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020
Bagikan sekarang

Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Apalagi dalam hal makanan, sudah tentu Anda akan memilih bahan makanan yang kaya gizi dan mengolah dengan tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Namun, kebanyakan orangtua tidak begitu memedulikan proses pengolahan serta penyajian makanan bayi. Padahal hal ini sangat penting, pasalnya dalam proses tersebut bisa saja makanan terkontaminasi dan akhirnya membuat si kecil sakit.

Lalu, apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan ketika mengolah makanan bayi? Bagaimana caranya agar makanan bayi tetap sehat dan terjaga kebersihannya?

Makanan bayi bisa jadi sarana penularan penyakit infeksi

Tahukah Anda ada banyak bakteri dan kuman penyakit yang mengintai si kecil? Penyakit infeksi sangat mudah ditularkan melalui makanan bayi, apalagi jika makanan yang dikonsumsi si kecil tidak diperhatikan kebersihannya.

Ya, meskipun Anda telah memilih bahan makanan yang terbaik untuk si kecil, hal tersebut akan sia-sia saja jika sudah terkontaminasi dengan bakteri dan kuman penyakit. Menurut World Health Organization, terdapat beberapa jenis bakteri dan virus yang biasanya mengontaminasi makanan bayi, yaitu:

  • Salmonella
  • Campylobacter
  • Shigella
  • E.coli
  • Notovirus

Jika bakteri dan virus tersebut ada di dalam makanan bayi, maka sangat mungkin si kecil mengalami infeksi saluran cerna yang mengakibatkannya mengalami diare. Penyakit infeksi bisa cukup membahayakan kesehatan si kecil, karena itu sebaiknya hindari berbagai hal yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi.

tren parenting pro kontra

Apa saja yang harus diperhatikan dalam pengolahan makanan bayi?

Setelah memilih jenis makanan yang bernutrisi tinggi untuk si kecil, sekarang saatnya mengolah serta menyajikannya. Dalam proses ini, Anda tak bisa sembarangan dan asal-asalan, pasalnya mungkin saja bayi terserang penyakit infeksi akibat tidak benar dalam mengolah makanan bayi.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika mengolah makanan si kecil, yaitu:

  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir sebelum mengolah dan menyiapkan makanan si kecil.
  • Jika Anda ingin mencairkan makanan beku, seperti daging mentah, maka sebaiknya cairkan dalam wadah yang tertutup dan biarkan bahan makanan tersebut mencair di dalam lemari es bawah.
  • Jangan menyimpan makanan yang sudah dimakan oleh si kecil sebelumnya. Jadi, sebaiknya berikan porsi yang sesuai dengan kemampuan si kecil.
  • Cuci dan kupas semua buah dan sayuran, seperti misalnya apel dan wortel.
  • Masak semua bahan makanan sampai matang. Jangan berikan si kecil makanan yang mentah, apalagi lauk yang masih mentah atau setengah matang, seperti telur dan daging. Biasanya, makanan yang belum matang masih mengandung bakteri yang cukup banyak.
  • Berikan si kecil susu sapi yang telah dipasteurisasi, jangan berikan susu sapi yang belum disterilkan.
  • Membiasakan si kecil untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

Apakah saya boleh menghangatkan kembali makanan bayi?

Banyak ibu yang ragu dan takut untuk menghangatkan kembali makanan yang belum habis. Akan tetapi, sangat sayang jika harus dibuang dan terpikir untuk mengolah kembali makanan bayi ini.

Sebenarnya tidak apa-apa jika Anda ingin menyimpan dan menghangatkannya kembali di lain waktu. Namun, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan agar makanan bayi tetap aman dan sehat, yaitu:

  • Jangan menyimpan makanan terlalu lama, maksimal makanan disimpan 2 hari di dalam kulkas.
  • Makanan beku sebaiknya dicairkan dulu sebelum dipanaskan. Pastikan jika sudah tidak ada lagi es yang menempel pada makanan yang akan dihangatkan.
  • Jangan memanaskan makanan lebih dari satu kali.

Sebelum memberikan makanan yang baru saja dihangatkan pada si kecil, sebaiknya pastikan dulu apakah suhunya sudah cukup dingin. Anda bisa mengaduk-aduk makanan tersebut dengan pelan untuk menurunkan suhunya saat mengolah makanan bayi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Nutrisi yang Penting untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Daya tahan tubuh berperan sebagai pelindung anak agar terhindari dari penyakit. Kenali nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Beragam Manfaat Beta Glucan untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Beta glucan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak. Yuk sertakan nutrisi ini untuknya dan ketahui apa peran beta glucan untuk kesehatan anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Seberapa Penting Kebutuhan Karbohidrat untuk Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga asupan nutrisi dan gizi anak agar tetap seimbang sangat penting demi pertumbuhannya. Berikut kebutuhan karbohidrat balita usia 2-5 tahun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
agar bab lancar dan tidak keras

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
nutrisi untuk daya tahan tubuh anak

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020