Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cegah Stunting, Berikan 8 Sumber Protein Hewani Ini untuk MPASI si Kecil!

Cegah Stunting, Berikan 8 Sumber Protein Hewani Ini untuk MPASI si Kecil!

Bukan hanya rasanya yang lezat, protein hewani untuk MPASI juga sangat penting untuk tumbuh-kembang si kecil. Sebaiknya, ibu memberikan berbagai menu MPASI dari jenis protein yang satu ini, ya! Untuk tahu sumber protein hewani apa saja yang baik untuk si kecil, yuk, simak penjelasan berikut!

MPASI dari protein hewani untuk mencegah stunting pada anak

resep mpasi kacang hijau

Belakangan ini, stunting menjadi istilah yang semakin populer.

Menurut badan kesehatan dunia, WHO, stunting adalah kondisi kekurangan nutrisi pada anak sejak dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kelahirannya.

Anak yang mengalami stunting di masa balita tubuhnya akan lebih pendek dan lebih kurus dari seharusnya.

Salah satu cara untuk mencegah hal ini adalah dengan memberikan asupan gizi yang cukup untuk bayi Anda.

Selain dari ASI, si kecil juga memerlukan protein dari makanan pendamping yang berasal dari daging hewan.

Menurut The American Journal of Clinical Nutrition, protein hewani untuk MPASI sangat efektif dalam mencegah stunting.

Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 60 bayi usia 0-12 bulan.

Hasil studi tersebut menyatakan bahwa bayi yang diberi MPASI yang berbahan utama protein hewani mengalami peningkatan berat badan yang sangat baik.

Beberapa sumber protein hewani yang baik untuk MPASI

Kayu manis untuk MPASI

Setelah mengetahui pentingnya protein hewani untuk tumbuh kembang bayi, cari tahu apa saja sumber protein hewani yang bisa Anda olah sebagai menu untuk si kecil.

1. Daging sapi

Daging sapi merupakan sumber makanan yang kaya nutrisi. Selain protein, daging sapi kaya kandungan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh si kecil.

Makan daging dapat membuat tubuh si kecil lebih padat dan tulangnya lebih kuat. Saat memilih daging sapi untuk mpasi, jangan lupa pilihlah potongan daging sapi has yang teksturnya lunak dan tidak berlemak.

2. Daging domba

Tidak melulu daging sapi, sesekali ibu bisa memberikan si kecil MPASI dari daging domba.

Menurut United States Department of Agriculture, daging domba mengandung nutrisi yang lebih banyak daripada daging sapi.

Meski begitu, karena kadar lemak jenuhnya yang cukup tinggi, sebaiknya Anda tidak sering-sering memberikan makanan yang satu ini untuk si kecil, ya!

3. Dada ayam

Selain daging merah, ayam juga bisa Anda pilih sebagai sumber protein hewani untuk MPASI si kecil. Pilihlah bagian dada agar tidak mengandung banyak lemak.

Selain itu, jika memungkinkan, lebih baik Anda memberikan ayam kampung daripada ayam negeri. Ini karena ayam kampung cenderung lebih sehat dan bebas bahan kimia berbahaya.

4. Ikan kembung

Selain kaya akan protein, jenis ikan yang cukup populer di Indonesia ini juga kaya omega-3 yang baik untuk meningkatkan kecerdasan si kecil.

Pilihlah ikan kembung yang segar dan berukuran kecil karena tidak banyak terkontaminasi merkuri.

ikan kembung untuk ibu hamil

5. Ikan nila

Bukan hanya dari laut, jenis ikan air tawar seperti ikan nila juga bisa Anda pilih sebagai sumber protein hewani untuk MPASI si kecil.

Terutama jika ia tidak suka bau amis, ikan ini bisa Anda coba. Selain itu, ikan nila kaya nutrisi untuk bayi.

Menurut organisasi pangan dan pertanian sedunia, FAO, ikan ini mengandung 10 jenis asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh.

6. Udang

Selain berprotein tinggi, udang kaya kandungan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang si kecil. Namun, ibu perlu berhati-hati saat memberikan menu yang satu ini ya!

Pasalnya, sejumlah anak mungkin mengalami reaksi alergi.

7. Telur

Telur merupakan sumber protein hewani yang paling murah dan mudah ditemukan di mana-mana.

Anda bisa menambahkan telur sebagai sumber protein hewani ke dalam menu makanan si kecil. Namun, pastikan si kecil tidak alergi punya alergi telur.

8. Keju

Susu sapi sebenarnya merupakan sumber protein hewani yang baik. Sayangnya, si kecil belum bisa mencerna susu di usia kurang dari 2 tahun.

Kabar baiknya, Anda tetap bisa memberikan produk olahan susu seperti keju untuk si bayi.

Jangan lupa baca label kemasan sebelum membeli, ya Bu! Pastikan keju yang Anda pilih terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi agar bebas dari bakteri.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pimpin, L., Kranz, S., Liu, E., Shulkin, M., Karageorgou, D., & Miller, V. et al. (2019). Effects of animal protein supplementation of mothers, preterm infants, and term infants on growth outcomes in childhood: a systematic review and meta-analysis of randomized trials. The American Journal Of Clinical Nutrition, 110(2), 410-429. doi: 10.1093/ajcn/nqy348

Infant growth patterns affected by type of protein consumed. (2018). Retrieved 18 June 2021, from https://www.sciencedaily.com/releases/2018/05/180509105017.htm

Protein – Better Health Channel. Retrieved 18 June 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/protein#protein-foods

Foods to avoid giving babies and young children. (2021). Retrieved 18 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/weaning-and-feeding/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/

Why Formula Instead of Cow’s Milk?. (2018). Retrieved 18 June 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/formula-feeding/Pages/Why-Formula-Instead-of-Cows-Milk.aspxEmilie Vandenberg, R. (2019). What are the healthiest animal protein sources?. Retrieved 18 June 2021, from https://wexnermedical.osu.edu/blog/healthiest-animal-protein-sources

Stunting in a nutshell. (2015). Retrieved 18 June 2021, from https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell

Shellfish Allergy. Retrieved 18 June 2021, from https://acaai.org/allergies/types/food-allergies/types-food-allergy/shellfish-allergy

FAO: Nutritional requirements. Retrieved 18 June 2021, from http://www.fao.org/fishery/affris/species-profiles/nile-tilapia/nutritional-requirements/en/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita