7 Kiat Jitu Mengatasi Anak yang Suka Pilih-Pilih Makanan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Anak tidak mau makan yang lain selain chicken nugget atau sosis? Atau, si kecil lebih suka bermain daripada makan nasi? Meski merepotkan dan kadang bikin jengkel, pilih-pilih makanan adalah fase yang wajar di masa tumbuh kembang anak. Kebiasaan ini sebenarnya bisa hilang seiring waktu, terutama jika orangtuanya mendukung.

Anda sebagai orangtua tetap harus memastikan bahwa asupan gizinya tetap terpenuhi setiap saat. Seiring pertumbuhannya pun, kebanyakan anak akan mulai menyukai menu makanan yang lebih beragam. Mereka pun lambat laun akan menyadari betapa pentingnya variasi makanan dan nutrisi. Sambil menanti saat tersebut tiba, selain bersabar, Anda bisa mencoba 10 cara berikut untuk mengatasi masalah anak susah makan karena suka pilih-pilih makanan.

Tips mengatasi anak susah makan karena pilih-pilih makanan

1. Hargai keinginan anak untuk makan (atau tidak makan)

Jangan paksa anak untuk makan kalau mereka tidak lapar. Ada orangtua yang suka memaksa anaknya untuk makan sesuatu atau mencuci piringnya sendiri. Hal ini cuma bisa menciptakan suasana tegang dan memicu adu mulut saat sedang makan di meja makan.

Paksaan yang Anda lakukan terus menerus justru membuat anak mengaitkan kegiatan makan dengan kecemasan dan frustrasi. Anak juga cenderung lebih mengabaikan rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Sajikan makanan dengan porsi kecil untuk menghindari anak kekenyangan. Berilah mereka kesempatan untuk menambah porsi mereka sendiri.

2. Taati jadwal makan rutin

Buatlah jadwal makan rutin yang teratur, misalnya sajikan makanan berat dan camilan di waktu yang sama setiap hari. Bila Anda membiarkan anak minum jus, susu, atau makan camilan sepanjang hari, ini bisa menurunkan nafsu makan saat waktu makan tiba.

3. Bersabar dengan menu baru

Bila Anda menyajikan seporsi menu makanan baru di meja makan, biasanya anak-anak akan menyentuh atau mencium makanan terlebih dulu. Setelah mencicipi, mereka mungkin menaruh kembali makanan tersebut ke atas piring. Biasanya untuk hal tersebut, anak-anak butuh proses, sebelum akhirnya terbiasa dan mau dengan menu makanan baru.

Anda perlu mendorong anak agar lebih memerhatikan warna, bentuk, aroma, dan tekstur makanan daripada cuma rasa makanan itu sendiri. Akan lebih baik jika Anda menyajikan menu baru bersama dengan menu makanan favorit anak Anda.

4. Buatlah kegiatan makan jadi menyenangkan

Sajikan brokoli dan sayuran lainnya dengan saus atau bumbu favorit. Agar lebih menarik, potong makanan menjadi berbagai bentuk menggunakan cetakan kue. Tawarkan juga menu sarapan untuk disajikan sebagai makan malam. Selain itu, Anda bisa mencoba untuk menyajikan berbagai makanan dengan warna cerah.

5. Ajak anak berpartisipasi menyiapkan makanan

Bila anak Anda hobi pilih-pilih makanan, coba libatkan anak Anda dalam kegiatan yang berhubungan dengan urusan makan keluarga. Misalnya ajak mereka berbelanja ke pasar atau ke supermarket. Mintalah bantuan anak untuk memilih buah-buahan, sayuran, dan makanan sehat lainnya waktu berbelanja bersama. Hindari membeli sesuatu yang menurut Anda tidak baik untuk dikonsumsi anak. Ketika sampai di rumah, lakukan hal yang sama dengan melibatkan anak untuk mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau mengatur meja makan.

6. Gunakan kreativitas Anda dalam memasak

Untuk mengantisipasi masalah anak susah makan karena menu yang tidak mereka suka, Anda harus kreatif. Contoh, coba tambahkan brokoli cincang atau paprika hijau dalam saus spaghetti, atau taburkan irisan buah di atas semangkuk sereal, atau campurkan zucchini dan wortel parut ke dalam bubur dan sup.

Ada baiknya hal ini dilakukan agar anak Anda suka dengan berbagai makanan sehat yang mengandung nutrisi yang baik, meskipun anak Anda sebenarnya tidak menyukai makanan tertentu, seperti sayur atau buah.

7. Jauhi hal yang mengganggu waktu makan

Matikan TV dan alat elektronik lainnya saat sedang makan. Hal ini akan membantu anak lebih fokus pada makanan. Perlu diingat bahwa iklan TV mungkin juga mendorong keinginan anak untuk mengonsumsi makanan manis atau makanan yang kurang bergizi.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca